Salurkan Infaq Anda untuk PEMBANGUNAN GEDUNG MADRASAH DINIYAH MUHAMMADIYAH SIDOMULYO dan GEDUNG SEKOLAH TK ABA 2 DESA HANDIL TERUSAN KEC.ANGGANA KAB.KUKAR melalui: BRI UNIT ANGGANA No. Rek. 4565.01.003179.53.3 a.n. PIMPINAN CABANG MUHAMMADIYAH ANGGANA

Jumat, Januari 13, 2012

perjalanan jum'atan yg berat


perjalanan pergi dan pulang sholat jum'at di Mushalla Nurul Islam, NKL (pangkalan) Anggana yg berat, krn kondisi jalan sangat ekstrim setelah hujan. empat kali terperosok.

Kamis, Desember 22, 2011

Toleransi Umar Bin Khattab

Senin, 12 Desember 2011

Oleh: Dr Hamid Fahmy Zarkasyi

JIKA barometer toleransi abad 20 ini dideteksi di setiap penjuru dunia, maka Jerussalem mungkin adalah yang terburuk.

Pada akhir tahun 1987 saya sempat berkunjung ke kota Jerussalem lama. Kota kuno di atas bukit yang dikelilingi tembok raksasa itu menyimpan tempat suci utama tiga agama. Ketiganya adalah Masjid al-Aqsa, Wailing Wall (Dinding Ratapan) dan Gereja Holy Sepulchre (Kanisat al-Qiyamah). Di zaman modern tempat ini adalah daerah konflik yang paling menegangkan di dunia.

Ketika menapaki jalan-jalan di kota tua itu banyak perisiwa menegangkan. Saya menyaksikan seorang pendeta Katholik dan seorang rabbi Yahudi saling memaki dan sumpah serapah, nyaris saling bunuh.

Di lorong-lorong pasar saya melihat ceceran darah segar Yahudi dan Palestina. Di pintu masuk dinding ratapan saya bertemu seorang Yahudi Canada. Dengan pongah dan percaya diri dia teriak, "I come here to kill Muslims". Di pintu gerbang masjid Aqsa, seorang tentara Palestina menangis selamatkan masjid al-Aqsa! Selamatkan masjid al-Aqsa!

Namun jika deteksi toleransi itu dialihkan abad ke 7 dan seterusnya mungkin Jerussalem justru yang terbaik. Setidaknya sejak Muslim memimpin dan melindungi kota ini. Jika kita menelurusi lorong via dolorosa menuju Gereja Holy Sepulchre orang akan tersentak dengan bangunan masjid Umar. Masjid Umar itu terletak persis didepan gereja yang diyakini sebagai makam Jesus. Di situ semua sekte berhak melakukan kebaktian. Melihat lay-out dua bangunan tua ini orang akan segera berkhayal “ini pasti lambang konflik dimasa lalu”. Tapi khayalan itu ternyata salah. Fakta sejarah membuktikan masjid itu justru simbol toleransi.

Sejarahnya, umat Islam dibawah pimpinan Umar ibn Khattab mengambil alih kekuasaan Jerussalem dari penguasa Byzantium pada bulan Februari 638. Mungkin karena terkenal wibawa dan watak kerasnya Umar memasuki kota itu tanpa peperangan. Begitu Umar datang, Patriarch Sophronius, penguasa Jerussalem saat itu, segera “menyerahkan kunci” kota.

Syahdan diceritakan ketika Umar bersama Sophronius menginspeksi gereja tua itu ia ditawari shalat di dalam gereja. Tapi ia menolak dan berkata: “jika saya shalat di dalam, orang Islam sesudah saya akan menganggap ini milik mereka, hanya karena saya pernah shalat disitu”.

Umar kemudian mengambil batu dan melemparkannya keluar gereja. Ditempat batu itu jatuh ia kemudian melakukan shalat. Umar kemudian menjamin bahwa Gereja Holy Sepulchre tidak akan diambil atau dirusak pengikutnya, sampai kapanpun dan tetap terbuka untuk peribadatan umat Kristiani. Itulah toleransi Umar.

Toleransi ini kemudian diabadikan Umar dalam bentuk Piagam Perdamaian. Piagam yang dinamakan al-‘Uhda al-Umariyyah itu mirip dengan piagam Madinah. Dibawah kepemimpinan Umar non-Muslim dilindungi dan diatur hak serta kewajiban mereka.

Piagam itu di antaranya berisi sbb: Umar amir al-mu’minin memberi jaminan perlindungan bagi nyawa, keturunan, kekayaan, gereja dan salib, dan juga bagi orang-orang yang sakit dan sehat dari semua penganut agama. Gereja mereka tidak akan diduduki, dirusak atau dirampas. Penduduk Ilia (maksudnya Jerussalem) harus membayar pajak (jizya) sebagaimana penduduk lainnya; dan seterusnya.

Sebagai ganti perlindungan terhadap diri, anak cucu, harta kekayaan, dan pengikutnya Sophorinus juga menyatakan jaminannya. “kami tidak akan mendirikan monastery, gereja, atau tempat pertapaan baru dikota dan pinggiran kota kami;..Kami juga akan menerima musafir Muslim kerumah kami dan memberi mereka makan dan tempat tinggal untuk tiga malam… kami tidak akan menggunakan ucapan selamat yang digunakan Muslim; kami tidak akan menjual minuman keras; kami tidak akan memasang salib … di jalan-jalan atau di pasar-pasar milik umat Islam”. (lihat al-Tabari, Tarikh al-Umam wa al-Muluk; juga History of al-Tabari: The Caliphate of Umar b. al-Khattab Trans. Yohanan Fiedmann, Albany, 1992, p. 191)

Bukan hanya itu. Salah satu poin dalam Piagam itu melarang Yahudi masuk ke wilayah Jerussalem. Ini atas usulan Sophorinus. Namun Umar meminta ini dihapus dan Sophorinus pun setuju. Umar lalu mengundang 70 keluarga Yahudi dari Tiberias untuk tinggal di Jerussalam dan mendirikan synagogue. Konon Umar bahkan mengajak Sophorinus membersihkan synagog yang penuh dengan sampah. Itulah toleransi Umar.

Piagam Umar ternyata terus dilaksanakan dari sau khalifah ke khalifah lainnya. Umat Islam tetap menjadi juru damai antara Yahudi dan Kristen serta antara sekte-sekte dalam Kristen. Ceritanya, karena sering terjadi perselisihan antar sekte di gereja Holy Sepulchre tentara Islam diminta berjaga-jaga di dalam gereja. Sama seperti Umar, para tentara juru damai itu pun ditawari shalat dalam gereja dan juga menolak. Untuk praktisnya mereka shalat dimana Umar dulu shalat.

Di tempat itulah kemudian Salahuddin al-Ayyubi pada tahun 1193, membangun masjid permanen. Jadi masjid Umar inilah saksi toleransi Islam di Jerussalem.

Namun, kini Jerussalem yang damai tinggal cerita lama. Belum ada jalan kembali menjadi kota toleransi. Lebih-lebih makna toleransi seperti dulu sudah mati oleh liberalisasi. Umar maupun Sophorinus tidak mungkin akan dinobatkan menjadi “Bapak pluralisme”. Sebab menghormati agama orang lain kini tidak memenuhi syarat toleransi. Toleransi kini ditambah maknanya menjadi menghormati dan mengimani kebenaran agama lain. Tapi “ini salah” kata Muhammad Lagenhausen. Kenneth R. Samples, pun sama “Ini penghinaan terhadap klaim kebenaran Kristen”. Biang keladinya adalah humanis sekuler yang ateis dan paham pluralisme agama (The Challenge of Religious Pluralism, Christian Research Journal). Bagi saya toleransi model pluralisme ini adalah utopia keberagamaan liberal yang paling utopis.*

Penulis adalah Direktur Program PKU ISID

Senin, Desember 19, 2011

Rapat Pembentukan Panitia MTQ Tk.Kecamatan Anggana 2012






Panitia Pelaksana MTQ Tingkat kecamatan Anggana telah terbentuk diketuai langsung oleh Kepala Desa Sidomulyo sebagai tuan rumah, yaitu Bapak Ngatiyono. Rencana pelaksanaan pada tanggal 14 s.d 21 januati 2012. Kafilah-kafilah berasal dari Desa Anggana, Desa Sungai Mariam, Desa Kutai Lama, Desa Handil Terusan, Desa Muara Pantuan, Desa Sepatin dan Desa Tani Baru serta Desa Sidomulyo sebagai tuan rumah.

Pengganti Jembatan Kartanegara di Tenggarong



Sehubungan dengan runtuhnya Jembatan Kartanegara yang menghubungkan Tenggarong Seberang dengan Tenggarong, maka untuk menyeberangkan orang dan kendaraan digunakan fery kayu.

Rabu, November 30, 2011

KHUTBAH IDUL ADHA 1433 H KETELADANAN NABI IBRAHIM AS

بسم الله الرحمن الرحيم

KHUTBAH IDUL ADHA 1433 H
KETELADANAN NABI IBRAHIM AS
Disampaikan oleh Amir Hady

Ma’asyiral muslimin muslimat rohimakumullah
Marilah pada pagi hari ini, kita tingkatkan rasa ketaqwaan kita kepada Allah swt , seraya bersyukur kepada-Nya bahwa sampai saat ini kita masih diberi kesehatan dan kesempatan sehingga bisa menunaikan ibadah sholat Idul Adha yang diberkati oleh Allah swt ini.
Pada kesempatan yang berbahagia ini, marilah bersama –sama, kita merenungi firman Allah swt, sebagaimana yang tersebut di dalam Surat Al Mumtahanah (60):4, tentang nabi Ibrahim as. Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah beliau, untuk kemudian kita jadikan bekal di dalam mengarungi kehidupan ini. Sungguh sangat benar apa yang difirmankan Allah swt :
QS.Al Mumtahanah (60):4. Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya Kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, Kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara Kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. kecuali Perkataan Ibrahim kepada bapaknya[1470]: "Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah". (Ibrahim berkata): "Ya Tuhan Kami hanya kepada Engkaulah Kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah Kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah Kami kembali."
QS.Al Mumtahanah (60):5. "Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau jadikan Kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. dan ampunilah Kami Ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana".

[1470] Nabi Ibrahim pernah memintakan ampunan bagi bapaknya yang musyrik kepada Allah : ini tidak boleh ditiru, karena Allah tidak membenarkan orang mukmin memintakan ampunan untuk orang-orang kafir (Lihat surat An Nisa ayat 48).

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd
Ma’asyiral muslimin muslimat rohimakumullah

Teladan Dalam Aqidah Tauhid

Nabi Ibrahim as. mampu berlepas diri dari tradisi masyarakat, yaitu tradisi syirik
QS.An Nissa(4):116. Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, Maka Sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.
QS.Ali Imran(3):67. Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi Dia adalah seorang yang lurus[201] lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah Dia Termasuk golongan orang-orang musyrik.

QS.Ali Imran(3):68. Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah pelindung semua orang-orang yang beriman.

[201] Lurus berarti jauh dari syirik (mempersekutukan Allah) dan jauh dari kesesatan.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd
Ma’asyiral muslimin muslimat rohimakumullah

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd
Ma’asyiral muslimin muslimat rohimakumullah

Teladan Dalam Ibadah

Nabi Ibrahim as. sangat taat kepada perintah Allah SWT
QS.AL Baqarah(2):131. ketika Tuhannya berfirman kepadanya: "Tunduk patuhlah!" Ibrahim menjawab: "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam".

QS.AL Baqarah(2):132. dan Ibrahim telah Mewasiatkan Ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, Maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam".

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd
Ma’asyiral muslimin muslimat rohimakumullah

Teladan Dalam Akhlaq
- Sangat santun, bahkan ayahnya di do’akan walaupun berbeda pendapat
- Tidak cepat putus asa
- Sangat sabar
- Sangat ikhlas
- Sangat cerdas (luas pandangan dan wawasan)
QS.As Shoffat(37):108. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang Kemudian,


Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahilhamd
Ma’asyiral muslimin muslimat rohimakumullah

Dalam kontek kekinian, maka teladan Nabi Ibrahim as, sangat diperlukan sebagai motivasi, terutama kemampuan dan kemauan dari kita-kita sebagai umat Islam untuk berlepas diri dari budaya korupsi yang sudah merasuk sampai ke segala sendi-sendi kehidupan. Kita harus mampu dan mau berlepas diri dari tradisi korupsi ini. Pada jaman ini, Itulah pengorbanan yang terbesar yang harus kita lakukan untuk bangsa dan Negara ini. Kita tidak boleh ikut larut terbawa arus gelombang yang besar dan dahsyat ini. Kita harus berani menolak korupsi. Mari kita berkorban untuk tidak melakukan korupsi. Hidup sederhana dengan apa adanya lebih baik dan mulia dari pada bergelimang harta tapi dari hasil korupsi. Tidak usah kita sok dermawan, tetapi sumbangan itu dari hasil korupsi. Biarkan masjid kita sederhana, tapi dari usaha yang bersih dan halal, daripada masjid megah tapi disumbang dari hasil korupsi.

Semoga Allah SWT, senantiasa membimbing kita di jalan yang benar, Semoga Allah SWT, senantiasa melindungi kita dari godaan dan rayuan iblis syetan yang terkutuk, Semoga Allah SWT, memberikan rahmat, taufik dan hidayah kepada kita sekalian, amin.

Senin, September 12, 2011

Pengajian dalam rangka silaturahim alumnus SMA Muh 1 Samarinda




Dalam rangka silaturahim alumnus SMA Muhammadiyah 1 Samarinda (11092011), diselenggarakan pengajian oleh H.Abdul Murad AR. di rumah Saudari Sariyati, Loa Bakung. Materi ceramah berupa pentingnya silaturahim yang merupakan salah satu prinsip dalam ajaran Islam.

Senin, Agustus 22, 2011

Sosialisasi BAZ Kec.Anggana










silaturahim dan sosialisasi diselenggarakan pada hari senin 22 ramadhan 1432 h/22 agustus 2011 m di Balai Desa Sungai Mariam, dengan hasil terbentuknya pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Sungai Mariam periode 2011-2013 yaitu Ketua Bapak Taufik, Sekretaris Bapak Suyadi, dan Bendahara Bapak H.Sabri. Tugasdan fungsi UPZ alah mengumpul, menampung dan menyalurkan zakat, infaq dan shadaqah masyarakat Desa Sungai Mariam.
Acara dihadiri oleh Kepala KUA Kec.Anggana, Ketua BAZ Kec.Anggana dan Kapala Desa Sungai Mariam, serta para undangan yang terdiri dari Ketua RT, Kepala Dusun, Pengurus Masjid dan Langgar se Desa Sungai Mariam.