Salurkan Infaq Anda untuk PEMBANGUNAN GEDUNG MADRASAH DINIYAH MUHAMMADIYAH SIDOMULYO dan GEDUNG SEKOLAH TK ABA 2 DESA HANDIL TERUSAN KEC.ANGGANA KAB.KUKAR melalui: BRI UNIT ANGGANA No. Rek. 4565.01.003179.53.3 a.n. PIMPINAN CABANG MUHAMMADIYAH ANGGANA

Sabtu, November 14, 2009

2012: Beginning of the End or Why the World Won't End?


Earth, as seen in the Blue Marble: Next Generation collection of images, showing the color of the planet's surface in high resolution. This image shows South America from September 2004

Courtesy Columbia Pictures. Scenes from the motion picture "2012." Courtesy Columbia Pictures. Remember the Y2K scare? It came and went without much of a whimper because of adequate planning and analysis of the situation. Impressive movie special effects aside, Dec. 21, 2012, won't be the end of the world as we know. It will, however, be another winter solstice.

Much like Y2K, 2012 has been analyzed and the science of the end of the Earth thoroughly studied. Contrary to some of the common beliefs out there, the science behind the end of the world quickly unravels when pinned down to the 2012 timeline. Below, NASA Scientists answer several questions that we're frequently asked regarding 2012.

Question (Q): Are there any threats to the Earth in 2012? Many Internet websites say the world will end in December 2012.
Answer (A): Nothing bad will happen to the Earth in 2012. Our planet has been getting along just fine for more than 4 billion years, and credible scientists worldwide know of no threat associated with 2012.

Q: What is the origin of the prediction that the world will end in 2012?
A: The story started with claims that Nibiru, a supposed planet discovered by the Sumerians, is headed toward Earth. This catastrophe was initially predicted for May 2003, but when nothing happened the doomsday date was moved forward to December 2012. Then these two fables were linked to the end of one of the cycles in the ancient Mayan calendar at the winter solstice in 2012 -- hence the predicted doomsday date of December 21, 2012.

Q: Does the Mayan calendar end in December 2012?
A: Just as the calendar you have on your kitchen wall does not cease to exist after December 31, the Mayan calendar does not cease to exist on December 21, 2012. This date is the end of the Mayan long-count period but then -- just as your calendar begins again on January 1 -- another long-count period begins for the Mayan calendar.

Q: Could a phenomena occur where planets align in a way that impacts Earth?
A: There are no planetary alignments in the next few decades, Earth will not cross the galactic plane in 2012, and even if these alignments were to occur, their effects on the Earth would be negligible. Each December the Earth and sun align with the approximate center of the Milky Way Galaxy but that is an annual event of no consequence.

Q: Is there a planet or brown dwarf called Nibiru or Planet X or Eris that is approaching the Earth and threatening our planet with widespread destruction?
A: Nibiru and other stories about wayward planets are an Internet hoax. There is no factual basis for these claims. If Nibiru or Planet X were real and headed for an encounter with the Earth in 2012, astronomers would have been tracking it for at least the past decade, and it would be visible by now to the naked eye. Obviously, it does not exist. Eris is real, but it is a dwarf planet similar to Pluto that will remain in the outer solar system; the closest it can come to Earth is about 4 billion miles.

"There apparently is a great deal of interest in celestial bodies, and their locations and trajectories at the end of the calendar year 2012. Now, I for one love a good book or movie as much as the next guy. But the stuff flying around through cyberspace, TV and the movies is not based on science. There is even a fake NASA news release out there..."
- Don Yeomans, NASA senior research scientist


Q: What is the polar shift theory? Is it true that the earth’s crust does a 180-degree rotation around the core in a matter of days if not hours?
A: A reversal in the rotation of Earth is impossible. There are slow movements of the continents (for example Antarctica was near the equator hundreds of millions of years ago), but that is irrelevant to claims of reversal of the rotational poles. However, many of the disaster websites pull a bait-and-shift to fool people. They claim a relationship between the rotation and the magnetic polarity of Earth, which does change irregularly, with a magnetic reversal taking place every 400,000 years on average. As far as we know, such a magnetic reversal doesn’t cause any harm to life on Earth. A magnetic reversal is very unlikely to happen in the next few millennia, anyway.

Q: Is the Earth in danger of being hit by a meteor in 2012?
A: The Earth has always been subject to impacts by comets and asteroids, although big hits are very rare. The last big impact was 65 million years ago, and that led to the extinction of the dinosaurs. Today NASA astronomers are carrying out a survey called the Spaceguard Survey to find any large near-Earth asteroids long before they hit. We have already determined that there are no threatening asteroids as large as the one that killed the dinosaurs. All this work is done openly with the discoveries posted every day on the NASA NEO Program Office website, so you can see for yourself that nothing is predicted to hit in 2012.

Q: How do NASA scientists feel about claims of pending doomsday?
A: For any claims of disaster or dramatic changes in 2012, where is the science? Where is the evidence? There is none, and for all the fictional assertions, whether they are made in books, movies, documentaries or over the Internet, we cannot change that simple fact. There is no credible evidence for any of the assertions made in support of unusual events taking place in December 2012.

Q: Is there a danger from giant solar storms predicted for 2012?
A: Solar activity has a regular cycle, with peaks approximately every 11 years. Near these activity peaks, solar flares can cause some interruption of satellite communications, although engineers are learning how to build electronics that are protected against most solar storms. But there is no special risk associated with 2012. The next solar maximum will occur in the 2012-2014 time frame and is predicted to be an average solar cycle, no different than previous cycles throughout history.
http://www.nasa.gov/topics/earth/features/2012.html

ROL News - Pencopet di Kawasan Masjidil Haram Ditangkap

Hallo pak aming, teman anda amir hady mengirimkan artikel berikut dari Republika Online

Pencopet di Kawasan Masjidil Haram Ditangkap

By Republika Contributor
Sabtu, 14 November 2009 pukul 03:54:00

JEDDAH--Pencopet di Masjidil Haram, AAL (41) asal Indonesia (mukimin di Arab Saudi) ditangkap oleh petugas keamanan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

AAL, ungkap petugas Media Centre Haji (MMC) Mekah, Jumat, begitu tertangkap tangan oleh petugas PPIH saat melakukan aksinya, ia kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian setempat.

Pelaku sudah dikuntit oleh Ketua Pengamanan Sektor 4 Daerah Kerja (Daker) Mekah PPIH, Sri Pranoto selama sekitar dua jam. Pada aksinya yang pertama AAL tampak gagal membujuk seorang jemaah manula yang sedang berada di sekitar kawasan Ka'bah.

Lalu, cerita Pranoto yang berpangkat Mayor Angkatan Laut ini, ia terus mengikuti pelaku dan terlihat bertemu dengan dua temannya. Kemudian AAL berupaya mendekati seorang jamaah calon haji asal Gorontalo yang sedang mengambil air zam zam di dalam Masjidil Haram.

"Dia mendekati jemaah yang berusia lanjut itu. Nah, ketika dia membuka tas jemaah, kita ! tangkap, lalu saya serahkan ke petugas Sektor Khusus Jamaah Sesat Jalan," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Seksi Pengamanan Daker Makah Wagirun, mengingatkan kepada seluruh petugas yang berada di 11 Sektor Daker Mekah, terutama yang tidak sedang bertugas melayani jemaah, untuk melakukan pengamanan tertutup alias menyamar menjadi jemaah.

"Kita memang sudah mengamati gelagat beberapa tersangka pelaku penipuan, perampasan dan pencurian. Malam tadi, saya minta izin Kepala Daker untuk melakukan pengamanan tertutup," jelasnya.

Dengan tertangkapnya pelaku tindak kriminal terhadap sejumlah calon haji Indonesia tersebut, Kepala Daker Mekah Subakin Abdul Muthalib mengungkapkan rasa gembiranya dan berjanji akan menindaklanjuti kasus tersebut sampai komplotan mereka terbongkar.

"Memang ada mukimin (WNI yang bermukim di Arab Saudi) yang salah niatnya. Saya kecewa dan menyesalkan kejadian ini. Kita masih sama-sama sebangsa, kok tega-teganya terh! adap jemaah bangsa sendiri," ujarnya dengan kesal. ant/ahi

Kunjungi artikel ini di sini

ROL News - Pemerintah AS Sita Empat Masjid

Hallo pak aming, teman anda amir hady mengirimkan artikel berikut dari Republika Online

Pemerintah AS Sita Empat Masjid

By Republika Contributor
Jumat, 13 November 2009 pukul 21:26:00

NEW YORK--Atas nama perang melawan terorisme, pemerintah Amerika Serikat (AS) hari ini menyita empat masjid dan satu gedung pencakar langit di kota New York milik lembaga Islam. Pengelolaan keempat masjid dan bangunan bertingkat itu dianggap memiliki hubungan dengan pemerintah Iran. Organisasi pengelolanya bernama Alavi Foundation dan menurut laporan AP, memiliki aset lebih dari 500 juta dolar AS.

Aset itu meliputi akun di bank, pusat-pusat kegiatan islam berupa sekolah dan masjid di New York, Maryland, California, dan Houston, juga gedung 36 lantai di Manhattan. Penasihat hukum Alavi Foundation, John D Winter pun mengaku tidak puas dengan tindakan pemerintah. "Kami kecewa pemerintah memutuskan untuk mengambil langkah (penyitaan) ini," ujar dia, .

Winter juga mengungkapkan bahwa kasus seperti ini, sangat jarang terjadi di AS. Menurut dia, penyitaan tempat ibadah ini bisa bertentangan dengan aturan yang mengizinkan adanya kebebasan beragama.! Kejadian ini pun memanaskan hubungan antara pemerintah dan komunitas Muslim di AS. Apalagi, beberapa hari lalu, isu penembakan di markas militer Fort Hood, menjadikan umat Islam menjadi ikut terkena dampak negatif.

Perasaan tidak puas juga dikemukakan juru bicara Council on American-Islamic Relations (CAIR), Ibrahim Hooper. "Penyitaan ini memberi pesan yang sangat negatif bagi Muslim di seluruh dunia," ujar dia. Ibrahim juga mengungkapkan bahwa langkah tersebut sangat mengganggu hak warga negara untuk bebas menjalankan ajaran agama.

Juru bicara kantor kejaksaan AS, Yusill Scribner, mengungkapkan bahwa Alavi Foundation ini mewakili pemerintah Iran dalam mengelola aset properti di AS. Lembaga ini menyalurkan dananya ke bank yang juga milik pemerintah Iran bernama Bank Melli. Yusill menuduh bahwa bank tersebut ikut mendukung program pembiayaan proyek nuklir Iran.

Kata dia, pemerintah AS sudah lama menduga bahwa Alavi Foundation merupakan perpa! njangan tangan pemerintah Iran. "Selama dua dekade, urusan Ala! vi Foundation mengarah pada para petinggi Iran termasuk duta besar Iran di PBB," imbuh seorang jaksa bernama Preet Bharrara.

Penyegelan pusat kegiatan Islam, termasuk lembaga pendidikan ini pun menjadikan para orang tua murid berkumpul di sekolah anak-anaknya. Para penyewa gedung yang disegel juga terkejut. Gedung bernama Piaget itu didirikan tahun 1970-an. Bangunan tersebut disewa sebagai area perkantoran oleh banyak perusahaan investasi. ap/irf

Kunjungi artikel ini di sini

Kamis, Oktober 22, 2009

KABINET INDONESIA BERSATU Jilid 2


Komposisi Kabinet Indonesia Bersatu Jilid Kedua 2009-2014

MENTERI KOORDINATOR

1. Menko Politik Hukum dan Keamanan : Marsekal (Purn) Djoko Suyanto
2. Menko Perekonomian : Hatta Rajasa
3. Menko Kesra : R Agung Laksono
4. Sekretaris Negara : Sudi Silalahi

MENTERI DEPARTEMEN

1. Menteri Dalam Negeri : Gamawan Fauzi
2. Menteri Luar Negeri : Marty Natalegawa
3. Menteri Pertahanan : Purnomo Yusgiantoro
4. Menteri Hukum dan HAM : Patrialis Akbar
5. Menteri Keuangan : Sri Mulyani
6. Menteri ESDM: Darwin Saleh
7. Menteri Perindustrian : MS Hidayat
8. Menteri Perdagangan : Mari E. Pangestu
9. Menteri Pertanian : Suswono
10. Menteri Kehutanan : Zulkifli Hasan
11. Menteri Perhubungan : Freddy Numberi
12. Menteri Kelautan dan Perikanan : Fadel Muhammad
13. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi : Muhaimin Iskandar
14. Menteri Pekerjaan Umum : Djoko Kirmanto
15. Menteri Kesehatan : Endang Rahayu Setianingsih
16. Menteri Pendidikan Nasional : Mohammad Nuh
17. Menteri Sosial : Salim Segaf Al Jufri
18. Menteri Agama : Suryadharma Ali
19. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata : Jero Wacik
20. Menteri Komunikasi dan Informasi : Tifatul Sembiring

MENTERI NEGARA

1. Menteri Riset dan Teknologi : Suharna Suryapranata
2. Menteri Koperasi dan UKM : Syarifudin Hasan
3. Menteri Lingkungan Hidup : Gusti Muhammad Hatta
4. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Linda Amalia Sari
5. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara : E.E Mangindaan
6. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal : Ahmad Helmy Faishal Zaini
7. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional : Armida Alisjahbana
8. Menteri BUMN : Mustafa Abubakar
9. Menteri Pemuda dan Olahraga : Andi Alfian Mallarangeng
10. Menteri Perumahan Rakyat : Suharso Manoarfa

PEJABAT SETINGKAT MENTERI

1. Kepala BIN: Jenderal (Purn) Sutanto
2. Kepala BKPM: Gita Wirjawan
3. Ketua Unit Kerja Presiden Pengawasan Pengedalian Pembangunan: Kuntoro Mangkusubroto

Selasa, Oktober 13, 2009

Sosialisasi Assosiasi Kelompok UPPKS di Kecamatan Anggana




Sosialisasi Program Assosiasi Kelompok UPPKS (AKU) Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Badan KB, PP & PA) Kabupaten Kutai Kartanegara diselenggarakan di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kecamatan Anggana pada Selasa 13 Oktober 2009. DSalam kesempatan tersebut juga telah dibentuk kepengurusan tingkat kecamatan yang disebut Badan Pengurus Ranting Kecamatan Anggana masa bakti 2009-2012 dengan pengurus harian terdiri dari Ketua Ibu Eka ISnawati,SE; Wakil Ketua Ibu Hj.Siti Aisyah; Sekretaris Ibu Siti Yusna,SE; dan Bendahara Ibu Agustina Handayani,S.Ag

Anggota Badan Perwakilan Desa Anggana 2009-2015




Desa Anggana Kecamatan Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara telah menyelenggarakan Musyawarah Pemilihan Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk periode 2009-2015 pada hari Selasa, 13 Oktober 2009 di Balai Desa Anggana. Adapun yang hasilnya adalah sebagai berikut: Botri Suwondo, Joko Supriyadi, Supardi, Yatirah, Yuliansyah, Ariyadi dan All Udin.

Sabtu, Oktober 10, 2009

Kisah Aboutaleb, Wali Kota Muslim Rotterdam


ROTTERDAM--Seorang perempuan berjilbab menggandeng tangan anak-anaknya. Ia berlalu melewati sebuah toko minuman keras. Ia melenggang, mengabaikan deretan botol minuman keras yang terlihat dalam toko. Kakinya, ia langkahkan ke toko daging Muslim, di sebelah toko minuman itu.

Di seberang jalan, seorang laki-laki muncul dari sebuah toko alat bantu seks dengan barang-barang yang dibelinya. Ia melangkahkan kakinya dengan cepat, tanpa menoleh ke sebuah restoran kebab Turki yang baru saja dibuka untuk makan siang.

Pemandangan itu terlihat di salah satu kota di Belanda, Rotterdam. Orang konservatif dan liberal, religius dan sekuler, serta orang Belanda dan asing, semuanya ada di sana. Perbedaan ini harus mampu dikelola dan terkadang juga menjadi potensi konflik.

Keberagaman semacam itulah yang dihadapi Ahmed Aboutaleb, Wali Kota Rotterdam, Belanda. Awal tahun lalu, ia yang seorang Muslim kelahiran Maroko dipercaya memimpin kota itu. Tentu, ia pun dituntut mampu menjembatani perbedaan budaya dan keyakinan masyarakatnya itu.

Aboutaleb baru sembilan bulan tinggal di Rotterdam. Ia menjadi Muslim imigran pertama yang memimpin sebuah kota besar di Belanda, seperti Rotterdam. Seperti diketahui, Rotterdam merupakan kota terbesar kedua yang ada di Belanda.

Keberhasilan anak seorang imam ini menjadi sebuah kisah klasik keberhasilan seorang imigran. Aboutaleb memang harus merangkak dari bawah hingga menduduki jabatan seperti sekarang ini. Saat remaja, ia tiba di Belanda.

Aboutaleb bekerja keras dan sedikit demi sedikit menaiki tangga sosialnya. Mulanya, ia menjadi seorang jurnalis. Namun kemudian, ia mengubah haluan hidupnya, menjadi seorang politikus. Ia bergabung dengan Partai Buruh di Amsterdam.

Penominasian Aboutaleb, sebagai wali kota Rotterdam oleh pimpinan partainya, yang dianggap oleh sebagian orang hanya posisi seremonial, telah membuat sejumlah pengamat merasa terkejut. Apalagi, ia yang seorang imigran Muslim akhirnya menjadi seorang wali kota.

Apalagi, Rotterdam merupakan sebuah kota di mana imigrasi dan integrasi menjadi sebuah persoalan. Banyak kalangan menyorot soal imigran Muslim, yang tak jarang dianggap memicu gesekan dengan warga masyarakat lainnya.

Pada 2002, misalnya, Pim Fortuyn, seorang populis dan politikus yang mengecam Islam dan menganggapnya sebagai agama terbelakang, tewas ditembak oleh seorang berkulit putih yang mengklaim melakukannya untuk mendukung komunitas Muslim.

Aboutaleb juga dihadapkan pada kemungkinan munculnya gesekan semacam itu. Ia harus mampu melayani semua orang, tak hanya Muslim yang tinggal di sana. Di sisi lain, komunitas Muslim tentu berharap ia mampu memberikan perlindungan bagi mereka.

Aboutaleb harus mampu mengatasi dan menghadapi segala masalah terkait dengan keberagaman masyarakat selama enam tahun menjabat sebagai wali kota. Dalam kurun beberapa pekan terakhir, ia menyatakan ingin membicarakan soal integrasi.

Namun, Aboutaleb tak menjelaskan bagaimana cara memulainya. Untuk menjalankan langkahnya itu, ia harus mampu memberikan arahan yang benar pada para pemeluk agama yang berbeda di Rotterdam dan semua pemangku kepentingan di sana, termasuk aktivis atau birokrat.

''Langkah itu memang cukup berisiko baginya. Sebab, jika dia gagal, tak akan ada seorang pun yang akan membelanya,'' kata Rinus van Schendelen, seorang profesor ilmu politik dari Erasmus University, Rotterdam, seperti dikutip Los Angeles Times, belum lama ini.

Sebagai wali kota, kata Schendelen, Aboutaleb harus mampu mengambil langkah dengan tepat. Ia harus mampu menghadapi kelompok masyarakat yang selama ini meyakini konsep masyarakat liberal dan sekuler dan kelompok imigran yang Muslim dan sering dijadikan kambing hitam.

Apalagi, ada komentar tak sedap yang dilontarkan oleh politikus garis keras di Belanda, Geert Wilder. Ia mengatakan, terpilihnya Aboutaleb menjadi wali kota merupakan hal yang tak bisa diterima. Ini, kata dia, seperti memilih seorang Belanda menjadi wali kota Makkah.

Di sisi lain, Muslim merasakan kegembiraan membuncah atas terpilihnya Aboutaleb sebagai wali kota. ''Saya benar-benar bahagia dia menjadi wali kota. Seorang wali kota harus mampu menyatukan masyarakatnya. Ia pasti bisa,'' kata seorang ahli farmasi, Jilani Sayed. fer/itz (By Republika Newsroom
Jumat, 09 Oktober 2009 pukul 14:36:00)

MUSLIM DI EROPA


0leh: Amich Alhumami
(Peneliti di Department of Anthropology University of Sussex, UK)

Peristiwa ini terjadi pada awal abad ke-8 Masehi. Sekitar tujuh ribu (ada pula yang menyebut 12.000) balatentara terperanjat ketika sang jenderal perang, Tareq bin Ziyad, seorang Muslim Berber Afrika, memerintahkan membakar habis kapal-kapal perang setelah mereka berhasil menyeberangi selat Mediterania, dari Maroko mencapai Andalusia.

Ketika balatentara masih tertegun tak percaya, sang jenderal membakar semangat juang mereka dalam sebuah pidato yang sangat heroik, "Oh my warriors, whither would you flee? Behind you is the sea and before you, the enemy. ... You have left now only the hope of your courage and your constancy ." Namun, dengan sengit, para pasukan perang itu memprotes 'perintah gila' sang jenderal. ''Bagaimana kita bisa pulang ke rumah untuk berkumpul kembali dengan keluarga kalau kapal-kapal perang dimusnahkan? ''

Jenderal Tareq menjawab dengan ungkapan puitis, " The Muslim is not like a bird which has a particular nest ." Maka, balatentara itu pun menandai sebuah gunung sebagai titik awal peperangan dengan mengukir nama Gibraltar (Arab: Jabal Tareq).

Bermula dari Gibraltar , riwayat panjang penaklukan tanah Eropa oleh pasukan Muslim dinarasikan dalam kitab-kitab tarikh al-Islam , sebuah proses penundukan dengan menggunakan hard power : perang dan operasi militer. Dan, Andalusia pun jatuh ke tangan pasukan Tareq bin Ziyad pada tahun 711. Tertulis dalam buku-buku sejarah dunia, penguasaan atas benua Eropa berlanjut melalui jalan soft power ketika imperium Islam sukses membangun peradaban baru, berpuncak pada pencapaian cemerlang di bidang sains, filsafat, seni, sastra, dan kebudayaan. Saksikan, zaman keemasan Islam di Eropa bertahan dalam kurun waktu sangat lama, tujuh abad, di bawah kekuasaan dua dinasti besar dalam sejarah Islam klasik: Umayyah (661-750) dan Abbasiyyah (750-1492).

Setelah berjarak sekitar lima abad, penjelajahan Muslim di benua Eropa dimulai kembali bersamaan dengan gelombang imigrasi massal yang berlangsung pada pertengahan abad ke-20. Kaum imigran Muslim yang berdatangan ke Eropa mayoritas berasal dari negara-negara kawasan Asia Selatan (Pakistan, Afghanistan, Bangladesh, India) dan Afrika Utara (Maroko, Aljazair, Sudan, Somalia, Ethiopia). Mereka berimigrasi ke Eropa karena dua alasan pokok: ekonomi mencari penghidupan yang lebih baik dan politik menghindari rezim despotik. Ketika survei demografi dilakukan pada awal abad ke-21, jumlah kaum Muslim di Eropa Barat sudah mencapai sekitar 17 juta jiwa yang mayoritas tersebar di Prancis (5 juta), Jerman (4 juta), Inggris (2 juta), dan sisanya bermukim di Belanda, Italia, Swedia, Finlandia, Belgia, dan Denmark. Jumlah penduduk Muslim di Eropa tumbuh pesat.

Selain karena gelombang imigrasi yang terus berkesinambungan, juga lantaran pertumbuhan demografi yang berlangsung alamiah melalui proses kelahiran. Tidak seperti orang Eropa asli yang umumnya berkeluarga kecil dengan hanya satu atau dua anak, Muslim tak membatasi jumlah anak sehingga pertumbuhan populasi mereka amat cepat. Melihat gejala demikian, sarjana Barat menulis, Muslim culture is unusually full of messages laying out the practical advantages of procreation .

Maka, sangat mungkin populasi bangsa Eropa akan terus menyusut, mengalami demographic shrinkrage yang disebabkan oleh tingkat kelahiran amat rendah. Selain itu, perbandingan tingkat kematian dan kelahiran di kalangan penduduk imigran juga sangat mencolok. Misalnya, di Italia bagian utara sebesar 0,2 persen dan 25 persen.

Dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi, dapat dimaklumi bila muncul kekhawatiran di sebagian masyarakat Eropa bahwa pada suatu masa nanti perbandingan antara warga Muslim dan warga kulit putih Eropa akan berimbang. Bahkan, yang pertama mungkin dapat melampaui yang kedua. Kekhawatiran semacam ini terungkap dengan amat jelas seperti dapat dibaca dalam buku karangan Christopher Caldwell, Reflections on the Revolution in Europe ( Allen Lane , 2009). Merujuk sebuah jajak pendapat yang melibatkan sejumlah negara Eropa, Caldwell mengungkapkan, sebanyak 57 persen responden mengatakan terlalu banyak orang asing di negara mereka dan hanya 19 persen yang menyatakan kaum imigran berlaku/bersikap baik di negara mereka.

Bahkan, Prancis dan Inggris yang dikenal sangat toleran pada kaum imigran dan menghargai tinggi multikulturalisme, tercatat sebanyak 73 persen dan 69 persen responden di kedua negara itu yang menyatakan terlalu banyak orang asing, bahkan acap kali disebut spesifik: orang Arab, orang Asia/Afrika Muslim di negara mereka. Dikatakan pula, sikap antipati mulai muncul bersamaan dengan kian pesatnya pertumbuhan populasi kaum imigran itu. Bermaksud mengingatkan agar bangsa Eropa waspada, sejarawan Universitas Princeton, Bernard Lewis, membuat pernyataan bernada provokatif, By the end of this century, Europe will be part of the Arabic west, of the Maghreb .

Munculnya kekhawatiran demikian cukup beralasan karena struktur dan komposisi demografi masyarakat Eropa perlahan-lahan mulai bergeser. Pergeseran demografi ini bukan saja disebabkan oleh gelombang besar imigrasi yang tak terbendung dan total fertility rate yang tinggi di kalangan masyarakat pendatang, melainkan juga perkawinan campuran (dan konversi agama) yang turut menyumbang pertumbuhan populasi Muslim Eropa.

Di Belanda, misalnya, pada tahun 2050, menurut proyeksi, sekitar 29 persen anak-anak Belanda yang lahir berayah atau beribu orang asing dan sebagian besar dari mereka adalah Muslim. Pada tahun yang sama, diperkirakan sebanyak 16 juta warga nonkulit putih bermukim di Inggris bila gelombang imigrasi tetap tinggi, yaitu mencapai antara 100,000 sampai 150,000 per tahun. Menurut proyeksi, pada pertengahan abad ke-21, penduduk berkebangsaan asing yang tinggal di negara-negara besar Eropa akan mencapai antara 20 persen sampai 30 persen, sebuah jumlah populasi yang amat besar!

Maka, andai penguasaan atas the whites continent akan berulang kembali, tentu tidak dilakukan melalui jalan perang seperti zaman Tareq bin Ziyad. Namun, itu dilakukan dengan menempuh jalan alamiah melalui demographic engineering : peningkatan gelombang imigrasi dan memacu tingkat kelahiran, sehingga pertumbuhan populasi Muslim di Eropa berlangsung pesat. Menyimak perbincangan orang-orang Eropa di kafe-kafe di tepian Thames River (Inggris), Rhine River (Jerman), atau Champs Elysees (Prancis) yang masyhur itu, sayup-sayup terdengar pertanyaan retorik, Can Europe be the same with different people in it? Ini jelas menyiratkan rasa gundah akan masa depan bangsa kulit putih Eropa pada suatu masa nanti.
(http://www.republik a.co.id/koran/24)

Sabtu, September 26, 2009

FESTIVAL KORUPSI DI SEBUAH NEGERI


Mustofa W Hasyim

Pada tahun 9999 ada wartawan tersesat di sebuah negeri
Ia salah masuk terminal di bandara, pesawatnya menuju negeri itu

Di dalam pesawat ia sudah mulai heran, lebih lima jam perjalanan
Pramugari hanya memberi aqua gelas dan permen

“Mengapa penumpang tidak diberi makan siang atau apa?”
“Anda sedang menuju negeri Korupsiana, anggaran makan siang ada,
tapi kata pimpinan, makan siang tidak akan diberikan.”

Mendengar kata pramugari, wartawan itu heran, Korupsiana?
Negeri apa pula ini? Mengapa aku harus menuju ke negeri ini?

Pramugari tadi mendekat sambil tersenyum manis, bebrisik lirih,
“Anda tahu, menurut aturan pesawat ini seharusnya terbang
di ketinggian tigaribu kaki, tapi pilot hanya menaikkan pesawat ini
seribu limaratus kaki.”

Wah, ketinggian pesawat saja dikorupsi oleh pilot pesawat ini,
makan siang juga. hebat juga perusahaan negara negeri Korupsiana ini,
pikir wartawan itu.

Pesawat mendarat dengan kecepatan yang diperlambat separonya,
menyentuh landasan yang panjangnya hanya separo landaan normal

“Ini benar-benar di luar dugaan, di negeri Korupsiana orangnya kreatif betul,
Kecepatan pesawat dikorupsi, panjang landasan pacu dikorupsi, dan
semua selamat-sentausa tak kurang satu apa,” gerutu wartawan itu.

Sang wartawan segera dicegat oleh pemandu wisata, “Selamat Datang.”
“Terima kasih. Saya baru pertama menginjak negeri ini, jadi banyak heran
Gumun sejak tadi.”

“Saudara bruntung datang ke negeri ini hari ini,” kata pemandu wisata
“Kenapa?” wartawan heran.

“Karena nanti malam ada pembukaan Festival Korupsi. Festival tahunan
Negeri ini, akan berlangsung empatpuluh hari empatpuluh malam.”

“Wow, wow. Ini sungguh wonderfull country, sungguh unpredictable country.”
“Yes, in my country the wrong it right and the right is wrong.”

“Ya, betul di negeri ini orong-orong le mangan ngirit dan kalau kecirit-cirit harus
sembunyi di gorong-gorong, betul kan?”

‘Yes, yes, very bet.”
“Kok very bet?

“Very bet itu maksudnya very betul. Adalah biasa kalau orang negeri ini
mengunthet atau menyunat huruf-huruf ketika berkata-kata.”

Wartawan itu makin heran. Ia diajak naik taksi, menuu ibukota,
Sepanjang jalan ia lihat gapura yang hanya dibangun satu sisi, banyak mobil hanya
beroda tiga.

“Pasti gapura itu dkoruosi separo ya? Dan mobil-mobil tu dikorupsi banna satu ya?”
“Wah, saudara sangat cerdas. Baru menit pertama tiba di negeri ini sudah cepat
paham. Biasanya kalau turisnya koplo atau kemplu butuh waklu lebih lama lho.”

Sepanjang perjalanan menuju hotel, pemandu wisata itu memberi briefing pada
si wartawan tentang segala sesuatu yang menyangkut negeri ini.

“Disini dasar negaranya adalah Korupsila. Hanya satu kalimat.
Korupsi adalah tradisi kami. Mudah mengingatnya kan?”

“Disini Undang-undang dasar nya juga ringkas, satu kalimat, bunyinya;
Undang-Undang Duit ini merupakan sumber dari segala sumber kemakmuran.”

“Semboyan warga negeri ini juga sederhana, ringkas, bunyinya;
Kemakmuran tanpa keadilan tidak apa-apa, ya tak apa-apa.”

“Lagu kebangsaa kami berjudul Korupsi Raya. Syairnya pendek sekali;
Korupsi raya, merdeka-merdeka, merdeka-merdeka korupsi raya.”

Sang wartawan tertawa ngakak mendengar briefing itu.
“Wah, negerimu lucu,” komentarnya.

Pemandu wisata marah,”Jangan mengejek kami. Kami serius.
Apa yang terjadi di negeri ini sudah berlangsung sejak empat ribu tahun lalu.”

Sang wartawan melongo,” jadi negeri Korupsiana sudah ada sejak sebelum Masehi?”
“Ya. Makanya jangan glenyengan atau menganggap lucu. Semua ini serius.”

Wartawan itu memasang tampang serius walau batinnya masih ngakak terus.
“Lantas Festival Korupsinya diadakan dimana?” ia coba mengalihkan pembicaraan.

“Nanti malam, di Gelanggang Olah-olah.”
“Gelanggang Olah-olah?”

“Ya, di gelanggang Olah-olah. Tempat itu biasa untuk mengolah raga, mengolah jiwa, mengolah masakan, mengolah tender proyek, mengolah suara Pemilu, dan
lainnya. Termasuk mengola suara Pilkadal dan mengolah keputusan hakim.”

Wartawan itu takjub bukan main. Setelah sampai hotel, ia berpesan agar malamnya dijemput dan diantar ke tempat pembukaan Festival Tahunan Korupsi negeri ini.

“Baik siap.”
“Saya juga siap dengan bayarannya.”

“Siap, terima kasih.”
“Siap, terima kasih kembali. Yes.”
Keduanya berpisah. Sang wartawan segera masuk ke kamar hotel yang tadi telah dipesan oleh pemandu wisata. a tertidur nyenyak sampai tidak tahu kalau sebenarnya
isi kamari itu unik juga.

Baru ketka bangun ia tahu kalau kasurnya ternyata Cuma separo, bantalnya juga
Separo, lampu menyala separo, air ledeng mengalir separo, air kemasan dalam
botol beris separo, ketika ia menyalakan televisi, hanya separo layar televisi
yang memancarkan gambar-gambar.

Ia sadar, hari ini benar-benar ada di negeri Korupsiana. Ia memesan nasi goreng,
Telur gorengnya separo, pelayannya berpakaian separo tubuh, wah.

Malam hari, Festival Korups negeri itu dimulai. Dibuka oleh seorang Presiden
“Perhatikan Bapak itu,” bisik pemandu wisata.

Wartawan itu mengamati seroang Presiden yang tengah berpidato,
“Tak ada yang aneh Bung.”

Pemandu wisata tersenyum. “Perhatikan lagi,” katanya.
“Wah, biasa-bisa saa dia. Orang penting suka pidato itu kan biasa.”

“Bukan pidatonya yang perlu diperhatikan, pakaiannya Bung.”
Wartawan ditegur begitu segera mengamati pakaian Bapak itu

“Ya, beliau telah mengorupsi kancing bajunya sendiri. Itu yang seharusnya
lima hanya terpasang tiga. Ya, ya, dasinya dipotong sepertiganya. Wah-wah,
Gila. Kok tali sepatunya hanya satu ang dipakai? Kaos kakinya juga hanya satu.”

“Begitulah negeri ini. Semua orang telah menyatu dengan nafas korupsi, dari orang tertinggi sampai orang terendah semua mahir ngunthet dan ngoruosi barangnya
Sendiri.”

Sehabis pidato ada pemukulan gong, hanya sekali, sebagai tanda resmi dimulainya
Festival Korupsi.

Pembawa acara atau MC lalu menjelaskan bahwa festival ini akan diawali dengan penamplan kelompok-kelompok musik antik dari berbagai pelosok.

“Pertama kali tampil, Kiai Jangkung, akan menampilkan lagu Tombo A…”
“Harap bersiap kelompok kedua Kiai Jengking, menampilkan lagu terkenal
Ili-ili tandue wong sumili..”

Kiai Jangkung dan Kiai Jengking main bagus. “Kelompok ketiga, Kiai Jengkang
Akan menampilkan lagu berjudul Gun-gun pa..”

Menjelang pagi, tampil kelompok musik The Mbesengut, menapilkan lagu
Ibu Pertiwi Tengah Berduka. Ditampilkan tanpa musik tanpa syair, cukup
dengan memasang tampang dan wajah mbesengut saja.

Penonton bertepuk tangan, bersorak-sorak.
“Untuk malam ini acara selesai. Sampai jumpa besok malam.”

Pemandu wisata mengajak jalan-jalan, cari makan, sebelum ke hotel.
Ada warung nasi goreng masih buka.

Wartawan memesan nasi goreng istimewa. Sepiring penuh.
“Lho, rasanya kok anyep, tanpa garam dan bumbu?” protesnya.

Yang menjual hanya tersenyum,” Masak nggak tahu Anda ada dimana.”
O, ternyata di negeri ini penjual makanan pun pandai korupsi bumbu
Malah garam saja disembunyikan tak untuk memasak.

Wartawan itu makin terbiasa dan paham dengan apa yang terjadi,
Ia tidak kaget lagi ketika kopi panasnya pahit tanpa gula.

Begitulah, malam begikutnya ada lomba nasi tumpeng paling korup.
Tahu juaranya? Juara kedua, nasi itu luarnya tampak kuning karena dipilox
Daun pisangnya diganti daun bambu, telur ayamnya diganti telur puyuh.

Juara pertama? Berupa penampilan hologram tumpeng yang indah dan
Tampak lezat. Begitu mesin hologram dimatikan, tumpeng lenyap.

Yang seru adalah malam ketiga Festival Korupsi. Malam lomba menampilkan buku yang paling berharag di negeri ini tahun ini.

Juara buku sastra adalah buku novel yang ketika dibuka ternyata berisi cerpen, dan buku cerpen yang ketika dibaca berisi puisi, dan buku puisi yang ketika dibuka ternyata kosong melompong. Putih. Ini juara pertama.

“Ternyata penyair adalah orang yang paling ahli daam mengkorupsi kata-kata,” begitu kata dewa yuri dalam pidato pertanggungjawaban yuri.

Begitulah, selama empatpuluh hari empatpuluh malam wartawan itu meliput
Festival Korupsi di negeri Korupsiana. Macam-macam hal yang difestivalkan.

Festival ini ditutup oleh Wakil Presiden negeri itu. Ia datang ke panggung dengan mengenakan kaos bergambar mulut mengangga dan celana pendek kepunyaan isteri.

“Dengan tidak usah berdoa, festival ini saya nyatatakan ditu…”
Penonton bertepuk tangan.

Tiba-tiba lampu padam kekurangan stroom. Stroom listrik yang dikorupsi oleh
petugas perusahaan listrik Korupsiana mengakibatkan seluruh lampu di ibukota padam
total, sampai siang.

Wartawan itu berniat kembali ke negerinya sendiri. Ia ingin membandingkan korupsi
yang ada di negerinya dengan di negeri ajaib Korupsiana ini.

Betapa terkejutnya ketika pesawat mendarat di kota kelahiran, meluncur tanpa ban, masuk ke kolam jadi ampibi. Lampu sinyal di bandara diganti dengan senthir.

“Wah, negeriku ternyata jauh lebih maju dibanding negeri tadi,” keluhnya.
Dan ketika akan membuat laporan, semua catatan hilang dan gambar di kamera digital pun tidak ada lagi. Ia lemas. Memilih tidur berhari-hari. 2007

Sabtu, Agustus 29, 2009

HASRAT INGIN BERUBAH (HIB)

Hasrat Ingin Berubah…..

Ketika aku masih muda dan bebas berkhayal,

aku bermimpi ingin mengubah dunia.

Seiring dengan bertambahnya usia dan kearifanku,

kudapati bahwa dunia tidak kunjung berubah.

Maka cita-cita itu pun agak kupersempit,

lalu kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku.

Namun tampaknya, hasrat itu pun tiada hasil

Ketika usiaku semakin senja, dengan semangatku yang masih tersisa,

Kuputuskan untuk mengubah keluargaku,

orang-orang yang paling dekat denganku.

Tetapi malangnya, mereka pun tidak mau berubah.

Dan kini sementara aku berbaring saat ajal menjelang,

Tiba-tiba kusadari:

Andaikan yang pertama-tama kuubah adalah diriku,

dan dengan menjadikan diriku sebagai teladan,

mungkin aku dapat mengubah keluargaku.

Lalu berkat inspirasi dan dorongan mereka,

bisa jadi aku pun mampu memperbaiki negeriku.

Kemudian siapa tahu

aku bahkan dapat mengubah dunia

(Dikutip dari The Willingness to Change

Sebuah Puisi yang Ditulis Oleh Seorang Anglican Arch Bishop, Inggris)

Sabtu, Agustus 22, 2009

Silahkan Petik Hikmahnya


Petik hikmahnya : (1) yg singkat itu "waktu" (2) yg dekat itu "mati" (3) yg besar itu "nafsu" (4) yg berat itu "amanah" (5) yg sulit itu "ikhlas" (6) yg mudah itu "berbuat dosa" (7) yg abadi itu "amal kebajikan" (8) yg diinvestigasi itu "amal perbuatan" (9) yg diaudit itu "apa yg dimiliki" (10) yg terindah itu "saling mema'afkan" (11) yg paling ringan "meninggalkan sholat" (12) yg paling tajam itu "lidah" (13) yg paling jauh "masa lalu". Bersihkan hati sucikan jiwa. Marhaban ya ramadhan. Mohon ma'af lahir dan bathin, selamat menunaikan dan menegakkan ibadah ramadhan. Semoga ALlah SWT menjadikan kita orang yg bertaqwa.