

Melalui pengenalan riwayat hidup, para si pemilih setidak-tidaknya mempunyai gambaran dan informasi dasar mengenai calon, dan partai yang mengusungnya, sehingga ketika menentukan pilihannnya, para pemilih dapat menimbang baik-buruknya calon dan partai politik tersebut. Menentukan pilihan terhadap calon dan partai tanpa informasi sama sekali, tentu sangat beresiko, karena sangat mungkin terpilih calon-calon dengan latar belakang riwayat hidup yang tidak sesuai dengan harapan. Sekali lagi, kecermatan dan kecerdasan pemilih dituntut untuk menilai riwayat hidup calon tersebut.
Nah, sebagian masyarakat sudah melakukan itu dengan plus-minusnya, tetapi sebagian yang lain belum dan bahkan tidak melakukan hal tersebut, tetapi tetap ingin ikut memilih. Penyebabnya pada umumya mereka memiliki keterbatasan dalam mengakses dat-data tersebut di atas.
Sehubungan dengan itu penulis menyarankan untuk bertanya. Bertanyanya jangan ke tim sukses atau orang-orang yang memang punya hubungan dengan sebuah partai, tapi kepada orang yang ditokohkan yang tidak ada hubungan dengan tim sukses atau partai politik, biasanya orangnya bersikap netral. Bertanya kepada orang yang tidak ikut-ikutan dalam kampanye. Bertanya kepada orang yang tidak pernah ikut menjadi anggota partai politik, tapi aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, baik di tingkat kampung bahkan sampai tingkat propinsi. (ay.1)
http://politik.kompasiana.com/2014/03/20/cara-menentukan-pilihan-dalam-pemilu-642934.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar