Minggu, 23 Maret 2008
KUNJUNGAN SILATURAHIM PWM KALSEL KE PWM KALTIM
Kamis, 13 Maret 2008
Innalillahi wa inna ilaihi rojiun
Beliau adalah Ketua Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur tahun 1985-1990 dan 1990-1995.
Semoga Allah SWT mengampuni dosa beliau, merahmati beliau, dan melapangkan beliau di dalam kubur.
Allahummagfirlahu, warhamhu, wa'afihi, wa'fuanhu
Selasa, 04 Maret 2008
DIKLAT PENGELOLA DAKWAH PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH SAMARINDA
Kedua, pada lingkup tabligh sendiri terdapat adanya berbagao keterbatasan (limitation), jika tidak mau disebut sebagai kelemahan (weakness), seputar dana, manajemen, bentuk,metode dan SDM Tabligh. Pada Kenyataannya tidak setiap pengelola, penggerak atau pelaku tabligh mampu mengantisipasi hal tersebut secara tepat dan proporsional. Untuk itu, Muhammadiyah sebagai Gerakan Dakwah Islam Amar Makruf Nahi Mungkar telah menempatkan atabligh sebagai salah satu gerakan utama persyarikatan. Tabligh diharapkan mampu menjaga faham,kepribadian dan cita-cita hidup Muhammadiyah serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika ini ditempatkan sebagai perspektif, maka segera tampak bahwa tabligh terlepas dari persoalan yang melingkupinya, dimasa mendatang tetap akan menjadi sibghoh dan tumpuan bagi gerak dinamis persyarikatan. Dari sekian persoalan di atas, nampaknya faktor Kualitas SDM (muballigh) menempati posisi sangat penting. Pandangan ini berangkat dari keyakinan bahwa muballigh merupakan subjek utama dalam tabligh, maka menjadi tumpuan bagi pencapaian keberhasilan fungsi-fungsi tabligh. Dari sini muncul asumsi bahwa kualitas profesional muballigh akan sangat menentuakan kualitas tabligh secara keseluruhan.
Dengan pemikiran di atas maka Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Samarinda menyelenggararan Pendidikan dan Latihan Pegelola Dakwah pada hari Ahad tanggal 24 Shafar 1429H atau 2 Maret 2008M di Gedung UPTD Pustekom Diknas Prop Kalimantan Timur, Jl.Biola Samarinda. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan teoritik dan praktik kepada kader di tingkat cabang sehingga memiliki kompetensi profesional dalam menyelenggarakan dan menangani pengajian, pendidikan dan pelatihan di tingkat msing-masing cabang Muhammadiyah.
Adapun materi yang diberikan adalah Metode pengambilan sumber-sumber rujukan oleh Ir.Ki Soeratman Hadiwijaya; Fiqhud Dakwah oleh Siswanto Soenandar; Gerakan Dakwah Muhammadiyah oleh dr.H.Agus Sukaca,M.Kes; Manajemen Pelatihan oleh Drs.H.M.Haiban; Komunikasi Efektif oleh Zaenal Ilmi,S.Ag,M.Si; dan Sistem Perkaderan Muhammadiyah oleh Amir Hady.
Sabtu, 23 Februari 2008
Din Syamsuddin resmikan Gedung Dakwah PDM Kutai Kartanegara
Sehubungan dengan itu kata beliau, perlunya kita melakukan tahaddud bin ni’mah yaitu memberitakan atau menyampaikan keberadaan amal usaha tersebut kepada khalayak, bukan berarti riya atau sombong, tetapi agar orang lain ikut juga merasakan nikmat yang diterima Muhammadiyah. Dan tahaddud bin ni’mah juga memotivasi warga Muhammadiyah agar tidak berhenti beramal dan senantiasa meningkatkan kualitas amal tersebut.
Dibagian lain, Din Syamsuddin berpesan kepada warga Muhammadiyah khususnya dan Umat Islam pada umumnya untuk menjadi problem solver yang dihadapi oleh bangsa Indonesia, jangan malah menjadi part of the problem (bagian dari masalah), sebagai contoh beliau kemukakan bahwa sekarang ini negara sedang berusaha mengatasi masalah kemiskinan, karena yang miskin itu banyak umat Islam, maka umat Islam menjadi bagian dari masalah, belum menjadi problem solver. Demikin pula dalam masalah kebodohan, umat Islam masih menjadi part of the problem, lanjut beliau.
Pada kesempatan itu, Din Syamsuddin selaku Ketua Umum PP Muhammadiyah bersama Syamsuri Aspar selaku Plt.Bupati Kutai Kartanegara menandatangani Berita Acara Pinjam Pakai Gedung SD Muhammadiyah Tenggarong dari Pemkab Kutai Kartenagara kepada PD Muhammadiyah Kutai Kartanegara.
Sabtu, 15 Desember 2007
Sekarang, jangan nanti...
Saat sholat di masjid tadi, aku melihat seseorang yang sangat susah melakukan gerakan sholat dengan normal, karena menderita sakit strok, umur beliau aku perkirakan lebih kurang 50 tahun, demikian pula dengan sahabat aku yang sudah berumur 80 tahun, karena usia yang ujur, juga mengalami kesulitan sholat, karena lemah juga kadang-kadang sakit, sehingga sering absen sholat jum'at.
Catatan tentang hal ini yaitu :
- Kita harus dan wajib bersyukur karena masih bisa sholat dengan gerakan yang normal dan masih bisa rutin sholat jum'at
- Bahwa mumpung masih sehat dan kuat, manfaatkan setiap detik waktu yang ada untuk sebanyak-banyaknya melakukan amal ibadah (dalam arti yang seluas-luasnya) sebagai bekal menghadapi hari "esok".
- Jangan menyia-nyiakan waktu dengan aktifitas yang tidak bermanfaat dan tidak bernilai ibadah, apalagi malah melakukan perbuatan dosa.
Samarinda Kehabisan Bensin

Prihatin memang melihat kondisi sekarang ini, bayangkan saja kota Samarinda bisa kehabisan bensin, yang jadi korban pasti rakyat kecil, kasihan mereka.... sarana transportasi pasti terganggu, berdampak biaya operasional akan meningkat pula, akhirnya harga-harga akan naik lagi....
Beberapa catatan terhadap masalah ini antara lain :
1. Bahwa peningkatan jumlah kendaraan yang menggunakan bensin sangat tinggi, yang namanya kendaraan roda dua sepertinya hampir tiap rumah punya, produksinya meningkat terus tiap tahun, sementara persediaan minyak dunia (di dalam perut bumi) tidak bisa bertambah.
2. Bahwa sikap kita sebagai pengguna kendaraan sangat tidak hemat alias banyak mubajir, tidak efisien dan efektif.
Dari dua catatan di atas, dapat disimpulkan ternyata kita secara tidak sadar masuk perangkap iblis, yaitu berlaku TAKABUR dalam menjalani hidup ini.
(Gambar di atas menunjukkan antrian orang membeli bensin di sebuah spbu di Samarinda)
Selasa, 27 November 2007
Hukum mati efisien ?
Kasus roy marten, sekali lagi menunjukan bahwa hukum yang dibuat oleh manusia sangat tidak bisa dijadikan sebagai jaminan seseorang akan menjadi jera dan tidak akan lagi mengulangi perbuatannya yang salah, bahwa penjara tidak bisa membuat seseorang akan serta merta sadar dan memperbaiki kelakuan seseorang, itulah hukum manusia. Kalau saja perbuatan itu hanya merugikan diri pribadi seseorang, maka itu masih lumayan, akan tetapi bila perbuatan yang diulangi setelah keluar dari penjara itu merugikan orang atau pihak lain, maka hal itu merupakan perbuatan yang sangat melanggar HAM, apalagi seperti kasuh-kasus, pencurian, perampokan, pemerkosaan atau pembunuhan, kalau sampai diulangi setelah keluar dari penjara, maka itu merupakan perbuatan "biadab" yang tidak berprikemanusiaan.
Islam dalam menangani kasus-kasus hukum demikian, sangat tegas, yaitu yang disebut dengan hukum "qisas", artinya setelah melalui proses pengadilan, dan apabila vonis tersebut sudah berkekuatan hukum yang tetap, maka eksekusi "qisas" akan segera dilaksanakan, dan dijamin si terhukum tidak akan bisa lagi mengulangi perbuatan yang sama dikemudian hari. Memang sepertinya (pada pandangan manusia) hukuman tersebut tidak beradab atau melanggar HAM si terhukum, tapi sebenarnyalah, itu semua untuk menjamin ketentraman bagi masyarakat sekitar, karena sang "pembuat onar" sudah tidak mungkin lagi mengulangi perbuatannya kepada orang lain.
Salah satu keuntungan dengan hukuman qisas adalah, Negara tidak mengeluarkan biaya yang besar dengan memberi pelayanan bagi orang yang dipenjara, apalagi dipenjara 15 atau 20 tahun, artinya negara akan mengeluarkan biaya selama 15 atau 20 tahun bagi si terhukum. Coba kita hitung andaikata biaya makan satu orang terhukum satu hari misalnya Rp.5.000, maka selama dihukum 15 tahun, biaya yang dikeluarkan oleh negara sebesar Rp.5.000 x 30 hari x 12 bulan x 15 tahun = 27.000.000, itu baru biaya makan, belum biaya air untuk mandi, listrik, pegawai penjara dan lain-lain. Itu baru satu orang.
Senin, 26 November 2007
dakwah dengan keteladanan
Nah... setiap muslim adalah merupakan objek dan subjek dakwah, oleh karena itu berusahaah untuk menjadi tauladan yang utama, dalam bermasyarakat, dalam bertetangga, dalam keluarga, terutama untuk diri sendiri....
Rabu, 21 November 2007
orba lebih "damai"?
apakah ini buah dari reformasi?
kita jadi ingat bagaimana suasana dan situasi yang bisa "dikendalikan" pada jaman orde baru, rasanya pengen kembali ke jaman tersebut.....
Yahoo! Answers - Get better answers from someone who knows. Try it now.
Senin, 19 November 2007
Nasib sekolahku.......

Seorang teman menghubungi aku, bahwa seorang guru sma kami dulu mengundang untuk datang ke sekolah, katanya yang diundang sedikit saja, terutama yang bisa dihubungi, dan aku menyanggupi untuk datang bersama istri (sebab istriku juga alumnus sekolah yang sama). Dan malam hari juga aku telah menerima sms undangan tersebut dari teman yang lain.
Alhamdulillah pada hari yang ditentukan kami pun bisa berkumpul di sekolah, hanya sebanyak delapan orang yang bisa hadir, dan guru hanya dua, ditambah kepala sekolah.... singkat kata guru kami tersebut menyampaikan keprihatinan akan kelangsungan sekolah kami yang sudah menurun jumlah siswanya, tahun ini hanya menerima 20 siswa saja. Banyak kendala yang menyebabkan hal tersebut, oleh karena itu setelah diskusi yang berjalan sangat cair, kami bermaksud menyelenggarakan Sarasehan yang berthema Meningkatkan Kualitas Sekolah, pemateri dari pihak sekolah, dari pihak Pembina dan kalau ada dari pihak alumnus yang Insya Allah akan diselenggarakan pada bulan Januari 2008 yang akan datang. Peserta diharapkan dari alumnus sekalian penggalangan dana dan merencanakan pendirian yayasan sebagai wadah para alumnus yang mengusahakan pemberian beasiswa bagi siswa.
Hari berikutnya aku sempat jalan-jalan ke toko buku, terlihat buku Andrea Hirata yang berjudul Laskar Pelangi, sempat membaca bagian awal dari buku itu,,,, aku seperti tersadar, kayaknya nasib sekolahku itu kalau tidak dibenahi dengan benar dan sungguh-sungguh, bisa-bisa sama nasibnya dengan sekolah yang diceritakan dalam novel itu..........
Rabu, 14 November 2007
Melawak dengan mencela
Kalau diperhatikan bahwasanya hiburan di televisi yang berupa lawakan, sangat memprihatinka. Apa sebab? Itu tidak lain karena sangat dipaksakan untuk membuat orang tertawa dengan mencela fisik dan kekurangan orang. Mau bukti? Silahkan lihat bagaimana Tukul dalam acara Empat Mata dihina dan diejek untuk membuat orang ketawa. Namun anehnya itu semua sangat digemari, buktinya ratingnya tinggi, makanya ditayangkan setiap malam........ Begitu pula pada acara-acara hiburan yang dimaksudkan untuk membuat orang tertawa, hampir semua menyuguhkan ejekan dan hinaan kepada orang lain, jadi kita menganggap ejekan dan hinaan itu menjadi bahan tertawaan.....
Marilah kita renungkan firman Allah SWT dalam AL Qur’an pada Surat Al-Humajah (104) ayat 1 : “Kecelakaan besarlah bagi setiap pengumpat lagi pencela”
Sabtu, 10 November 2007
belum nyata.......
Padahal Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an Surat Ali Imran (3) ayat 142: “Apakah kamu mengira bahwa akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar”.
Dari firman Allah SWT tersebut, jelas ternyata untuk memperoleh karunia Allah SWT berupa surga di akhirat kelak, belum cukup hanya bisa sholat, belum cukup hanya bisa puasa, belum cukup hanya mengeluarkan zakat, infaq dan sadaqah, belum cukup hanya bisa pergi haji..... belum cukup! Apalagi cara sholat, cara puasa, cara zakat, infaq dan sadaqah, serta cara haji, masih belum sesuai dengan “sunnah”? Pasti tidak akan cukup untuk memperoleh surga.....
Nah, yang lebih kebablasan lagi yaitu manusia yang mengaku-ngaku sebagai nabi,... barusan bisa “ngimpi” sudah menganggap sebagai tanda “pengukuhan” sebagai nabi. Atau ketemu “sesosok makhluk”, sudah berani menyatakan telah ditemui malaikat yang memberikan “wahyu”....padahal yang “menemui” itu mungkin saja jin atau setan. Kemudian membuat aturan-aturan ibadah, mengamandemen ketentuan dalam beribadah, bahkan membuat tata cata baru dalam beribadah....
Makanya, belum cukup bagi kita (apalagi hidup di jaman sekarang ini) dalam segala hal, terutama dalam ibadah, apalagi kalau tidak ada semangat dan jiwa jihad fisabilillah pada diri kita untuk meraih ridha Allah SWT, ditambah tidak ada kesabaran. Oleh karena itu jangan pernah ada perasaan cukup dalam beribadah, cukup dalam berzakat, infaq dan sadaqah, cukup dalam menuntut ilmu/belajar, cukup dalam berjihad (jangan-jangan memang tidak jihad), akhirnya untuk menempuh semua itu harus dengan kesabaran. Itulah yang ingin disaksikan oleh Allah SWT dengan “nyata” pada diri kita, kalau sudah nyata, maka kebahagianlah yang akan kita di akhirat kelak yaitu berupa surga.
Selasa, 30 Oktober 2007
minta bantuan, ahli komputer....
Jumat, 04 Mei 2007
DAFTAR KERUSAKAN AKHLAQ MANUSIA
Daftar kezaliman dan kerusakan akhlaq manusia :
1. Hubungan suami isteri sebelum nikah
2. Hidup berumah tangga tanpa nikah
3. Aborsi tanpa alasan syar’i
4. Ibu membunuh bayi yang baru dilahirkannya, karena hamil tanpa nikah
5. Ayah memperkosa anak kandung
6. Anak kandung memperkosa ibu
7. Kakek memperkosa cucu
8. Cucu memperkosa nenek
9. Ibu membunuh anak-anaknya
10. Bunuh diri
11. Membunuh orang tanpa haq
12. Majikan menyiksa pembantu rumah tangga
13. Anak kecil membunuh temannya
14. Perzinahan
15. Dan seterusnya.......
Di samping itu, dalam hidup bergaul dan bermasyarakat juga dapat ditemui orang-orang yang sudah gelap hatinya, dan ini adalah kerusakan akhlaq yang sangat parah, yaitu orang yang sudah tidak bisa lagi membedakan mana yang benar dan mana yang salah, orang yang sudah berbuat baik saja mereka salahkan apalagi orang yang khilap berbuat kesalahan, semakin menjadi-jadi mereka caci-maki. Mereka itu beranggapan bahwa hanya mereka saja yang selalu dan pasti benar, orang lain selalu dan pasti salah. Baik itu dalam berbicara, dalam menyampaikan fikiran maupun dalam bertingkah laku. Contoh yang nyata yaitu, mereka berani meninggalkan sholat, dan mereka merasa enteng saja, menganggap tidak berdosa dan merasa benar dengan tidak sholat tersebut. Sementara temannya yang sholat dianggap mencari perhatian orang dan disebut sok alim. Dalam hubungan sosial memang sering saja kita berdialog, terutama masalah umum dan kerjaan, akan tetapi bila kita mulai mengarahan pembicaraan kepada topik agama, mereka mulai berkelit dengan menyampaikan bahwa hal itu bukan jurusan mereka, bahkan mereka dengan berani menyebutkan bahwa jurusan mereka adalah “jurusan neraka”, walaupun disampaikan sambil guyon dan tertawa.
Menyedihkan dan memprihatinkan.......
Senin, 29 Januari 2007
PELATIHAN PENINGKATAN KUALITAS MUBALIGH MUHAMMADIYAH

Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam amar makruf nahy mungkar, sudah barang tentu memerlukan mubaligh-mubaligh yang selain banyak juga berkualitas dalam rangka menjawab tantangan dakwah masa kini. Untuk mengatasi hal tersebut maka Muhammadiyah perlu melakuan upaya untuk memperbanyak pencetakan mubaligh dan meningkatkan kualitas mubaligh yang ada.
Sehubungan dengan itu, maka diselenggarakanlah Pelatihan Regional Peningkatan Kualitas Mubaligh Muhammadiyah Kalimantan dan Sulawesi di Samarinda, Kalimantan Timur, dengan tujuan pertama untuk meningkatnya mutu dan kompetensi Mubaligh Muhammadiyah dan kedua untuk meningkatnya kuantitas dan kualitas dakwah dalam segala dimensi kehidupan sesuai dengan prinsip gerakan Muhammadiyah
Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada hari Jum’at s.d Sabtu tanggal 26 – 27 Januari 2007, bertempat di Balai Pelatihan Teknis Pertanian (BPTP), Sempaja Samarinda ini seyogyanya diikuti juga oleh mubaligh/mubalighot utusan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah seluruh Kalimantan kecuali Kalimantan Barat serta seluruh Sulawesi, tapi karena sesuatu hal, utusan dari PWM dari luar Kalimantan Timur sampai acara penutupan tidak bisa hadir. Kegiatan yang langsung dibina oleh Majlis Tabligh dan Dakwah Khusus PP Muhammadiyah diikuti oleh 40 mubaligh Muhammadiyah dan mubalighot Aiyiyah Kalimantan Timur.
Narasumber dari MTDK PP Muhammadiyah adalah Bapak Sukriyanto AR; Bapak Syamsul Hidayat; Bapak Yusron Asrofie; Bapak Ismail TS dan Bapak Syakir Jamaluddin dengan materi Metode Pengambilan Sumber Rujukan; Kepekaan Mubaligh Muhammadiyah; Strategi Penyampaian Materi; Komunikasi Efektif; Kemampuan mengorganisir, membentuk jamaah dan jaringan; dan diadakan juga workshop.(ay.1)
Sabtu, 30 Desember 2006
apakah sudah berqurban
Senin, 11 Desember 2006
POLIGAMI HANYA BAGI ORANG YANG BERIMAN
Begitu pula halnya dengan ketentuan terhadap bolehnya poligami di dalam ajaran Islam, karena sudah dihalalkan oleh Allah swt, maka suka atau tidak suka, kita harus ikhlas menerima apa adanya ketentuan tersebut, kita harus yakin seyakin-yakinnya itu merupakan suatu syariat yang akan membawa kita kepada kebaikan di dunia maupun di akhirat kelak, karena ketentuan itu dibuat oleh Allah swt yang menciptakan manusia, oleh Allah swt yang faham betul tentang sifat dan tabiat manusia yang diciptakannya. Jadi, penerimaan dengan sepenuh hati dan keikhlasan terhadap ketentuan ini atau syariat ini merupakan salah satu tolak ukur keimanan kita terhadap Allah swt.
Namun demikian, untuk mengakomodir “perasaan” (terutama kaum perempuan) yang katakanlah belum bisa pas dengan ketentuan tersebut terdapat beberapa hal yang perlu dikembangkan yaitu;
1. Jangan menyalahkan orang yang melakukan poligami, sebab Allah swt telah menghalalkannya, dan Rasulullah saw dan beberapa sahabat beliau yang dijamin masuk surga juga ada yang melakukannya. Apalagi menyalahkan syariat poligami bahkan menganggap orang yang berpoligami sebagai pelaku kriminal. Bagi kita orang Islam yang mengaku beriman, maka menerima dengan ikhlas ketentuan yang telah dihalalkan oleh Allah swt adalah suatu hal yang sangat mutlak.
2. Bahwasanya praktek poligami yang kita lihat dan saksikan kurang pas dimata kita, bukan berarti bahwa syariat poligami itu menjadi hal yang tidak baik, sebab praktek poligami itu tergantung pada diri pribadi orang yang melakukannya. Kalau orang yang melakukannya adalah suami dan istri-istri, orang-orang yang beriman dan bertaqwa, Insya Allah, praktek poligami di rumah tangga dan keluarga tersebut akan sakinah mawadah warahmah, namun sebaliknya, kalau yang melakukan praktek poligami itu suami dan istri-istri, orang-orang yang lemah iman dan taqwanya, biar tidak poligami pun, rumah tangga dan keluarga tersebut susah dan sulit mendapatkan suasana yang sakinah mawadah warahmah. Oleh karena itu apabila sang suami melakukan tindakan kekerasan kepada istrinya, tidak ada hubungannya dengan poligami, karena banyak juga yang tidak poligami, sang suami melakukan kekerasan terhadap isteri, untuk itu bagi istri yang diperlakukan demikian bisa melaporkan ke polisi, karena hal itu adalah tindakan pidana. Di Negara kita ada KUHP yang mengaturnya.
3. Andaikata hal tersebut terjadi pada diri atau keluarga kita, yakinlah bahwa hal itu merupakan ujian dan cobaan dari Allah swt terhadap kita, yakinlah Allah swt akan menaikan derajat kita dengan ujian dan cobaan itu, kalau kita sabar, kalau kita lulus dengan ujian itu. Sebab hidup di dunia ini hanya sementara dan main-main saja, hanya senda gurau saja, hidup yang kekal abadi adalah yang di akhirat nanti, itu yang sangat perlu kita persiapkan bekalnya dengan sebaik-baiknya, dan sebaik-baik bekal adalah taqwa. 4. Kita tidak boleh menambah-nambah syarat atau ketentuan sebagai mana yang telah ditetapkan oleh Allah swt dan dicontohkan oleh Rasulullah saw, terhadap masalah ini, seperti syarat harus ada ijin dari istri, karena Rasulullah saw tidak pernah minta ijin kepada istri beliau kalau beliau mau nikah lagi, sebab menambah ketentuan seperti itu bisa termasuk bid’ah, bid’ah adalah sesat, sesat itu neraka tempatnya.
Kehidupan keluarga yang bahagia mawadah warahmah tidak ditentukan oleh keluarga yang melakukan monogami atau poligami, tapi oleh kemampuan orang dalam “dzikir” kepada Allah SWT. (QS.Ar Rad (13) ayat 28), ikhlas dan ridha dengan ketentuan agama serta yang mendapat ridha Allah SWT. (QS. Al Bayinah (98) ayat 5 dan 8). Wallahu ‘alam bishawab.
Sabtu, 02 Desember 2006
LARANGAN BAGI YANG AKAN BERQURBAN

Sejak awal bulan Dzulhijjah, orang yang akan berqurban agar tidak memotong kuku dan tidak memotong rambut. Hal ini berdasar hadist nabi : Dari Ummu Salamah, bahwasanya nabi saw bersabda : Jika kamu telah melihat hilal (bulan sabit yang menandakan tanggal 1 bulan (qomariah) bulan Dzulhijjah dan salah seorang diantaramu ingin berqurban, maka hendaklah ia menahan untuk tidak memotong rambut dan kukunya. (HR. Muslim (Shahih, al-Adhahiy:3655,3653,3656), al-Tirmidzi (Sunan, al-Adhahiy:1443), an-Nasaiy (Sunan, al-dhahaya:4285,4286,4288), Abu Dawud(Sunan, al-Dhahaya:2409), Ibn Majah (Sunan, al-Adhahiy:3140,3141), Ahmad ibn Hanbal (Musnad Ahmad, Baqiy Musnad al-Anshar:25269, 25359, 25435), al-Darimiy (Sunan, al-Adhahiy:1865,1866).
Selasa, 28 November 2006
Ustadz Abu Bakar Ba'asyir
Minggu, 12 November 2006
IDUL FITRI MENYATUKAN HATI, BERGEMBIRA UNTUK RIDHA ALLAH
Ada empat hal yang perlu kita renungkan pada suasana Idul fitri ini. Pertama,kita telah melakukan kewajiban berpuasa selama bulan ramadhan. Kedua, dibulan ramadhan, kita sama-sama telah menmperingati turunnya Kita Suci Al Qur,an, yang menjadi pedoman hidup kita. Ketiga, sebelum kita pergi shalat ‘Ied, kita telah menyerahkan zakat fitrah kepada kaum fakir miskin. Ke empat, biasanya setelah itu kita akan mengadakan silaturahim kepada sesame keluarga kerabat, para tetangga dan kepada kaum muslimin lainnya.
Yang pertama kita telah sebulan puasa. Tujuan puasa tidak lain adalah seperti termaktub pada surat Al Baqarah ayat 183 : “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kalian berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang terdahulu, agar kalian meningkatkan ketaqwaan kalian”
Allah SWT telah memerintahkan kepada kita agar supaya kita benar-benar bertaqwa kepada-Nya. Artinya ketaqwaan kita agar kita jalani dan kita mantapkan dengan sungguh-sungguh. Tidak mempermudah dan tidak menganggap enteng dalam bertaqwa kepada Allah SWT.
“Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa” (QS.Ali Imran ayat 102). Ini menunjukkan bahwa ada diantara orang-orang yang walaupun sudah beriman masih juga ditemui taqwanya tidak sebenar-benarnya. Apalagi orang yang tidak beriman, mengaku-ngaku bertaqwa, pasti dusta.
Mengapa Allah SWT memerintahkan kepada orang yang beriman untuk bertaqwa dengan benar-benar? Karena Allah menjamin bahwa orang yang beriman dan benar taqwanya akan memiliki modal yang kuat dalam hidupnya di dunia maupun di akhirat kelak. Hanya orang-orang yang berakal jernih sajalah yang mengerti bahwa modal dan bekal yang paling baik dalam mengarungi hidup ini adalah taqwa kepada Allah SWT.
“Berbekallah kalian semasa hidup kalian, dan sesungguhnya bekal yang paling baik (sempurna) adalah sikap dan perilaku taqwa. Bertaqwalah kepada-Ku, hai orang-orang yang berakal dan berhati jernih. (QS.Al Baqarah ayat 197).
Marilah kita adakan evaluasi terhadap puasa kita, apakah taqwa kita telah meningkat atau belum, terutama pada sikap dan perilaku kita dihari-hari mendatang.
Yang kedua, dalam bulan ramadhan kita memperingati turunnya Al Qur’an. Al Qur’an sudah tidak diragukan lagi menjadi petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. “Inilah kitab (Al Qur’an) yang tidak ada keraguan atasnya, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang taaqwa”. (QS.Al Baqara ayat 2).
Ayat ini menunjukkan bahwa Al Qur’an adalah kitab yang paling benar, yang paling haq, sehingga tidak pantas bila seseorang yang mengaku Islam meragukan kebenarannya, sehingga ada upaya untuk mereduksi apalagi mengamandemen ayat-ayat Al Qur’an, dengan alas an sudah tidak sesuai lagi dengan situasi dan kondisi jaman sekarang. Al Qur’an itu datangnya dari Allah SWT. Tuhan yang tahu betul tentang kelakuan dan tabiat manusia ciptaannya, sehingga dibuatkanlah pedoman yang pasti pas dan cocok untuk manusia itu. Makanya kita pertanyakan keimanan seseorang yang meragukan kemutlakan ayat-ayat Al Qur’an tersebut, bahkan berani mengatakan sudah tidak sesuai lagi dengan Hak Asasi Manusia (HAM), pluralisme dan Gender. Al Qur’an menjadi petunjuk yang paling baik, di antara pedoman hidup yang ada, bagi manusi terutama bagi orang-orang yang taqwa.
Dalam berbagai ayat disebutkan akan kebenaran Al Qur’an, bukti-bukti akan kebenarannya masuk akal dan dapat diterima dengan rasio, dan bahkan meniadakan keraguan, kebimbangan dan syak wasangka. Mari kita perhatikan ayat 88 surat Al Isra : “Katakanlah Muhammad, seandainya jika seluruh manusia dan jin bekerja sama untuk membuat yang serupa dengan (kitab) Al Qur’an, niscaya tidak akan dapat dan tidak akan mampu, sekalipun mereka bekerja sama satu dengan yang lain.”
Masihkan kita meragukan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi kita orang-orang yang beriman, yang bertaqwa? Oleh karena itu, jika benar-benar ingin meningkatkan ketaqwaan, maka jadikanlah Al Qur’an sebagai bacaan utama dan pertama bagi kita, tiada hari tanpa membaca Al Qur’an,
Yang ketiga, kita menyerahkan zakat kepada fakir miskin yang ada di sekitar kita atau kepada Badan/Lembaga Amil Zakat. Hal ini merupakan symbol dari salah satu hikmah puasa, yaitu kepedulian kepada nasib kaum dhua’fa. Kepedulian ini hendaknya tidak hanya terjadi sekali saja selama setahun, tetapi seterusnya. Allah SWT mnengancam orang yang menyimpan harta kekayaan dan bersifat bakhil. Surat At Taubah ayat 34: “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak (kekayaan), tetapi tidak mau menafkahkan kepada fakir miskin pada jalan Allah, maka beritahukan kepada mereka bahwa mereka akan mendapatkan siksa yang sangat menyakitkan.
Yang kempat yaitu silaturahim, menyambung tali persaudaraan mengikat kasih saying, dan sekaligus saling berma’afan. Dalam hidup bermasyarakat, memang kita harus rukun antar sesame. Menghindari perbuatan yang menyebabkan perselisihan dan permusuhan serta saling membenci dan dendam. Lebih-lebih persaudaraan antara umat Islam sendiri. Ukhuwah Islamiyah harus semakin erat terjalin.
Rasulullah saw bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan tali persaudaraan”. (HR.Muslim).
Sebagai penutup, marilah kita menyatukan hati, berjuang menegakkan agama Islam dengan gembira dalam rangka meraih ridha Allah SWT. Akhirnya terwujud baldatun thoyibatun wa rabbun ghofur.


