Salurkan Infaq Anda untuk PEMBANGUNAN GEDUNG MADRASAH DINIYAH MUHAMMADIYAH SIDOMULYO KEC.ANGGANA KAB.KUKAR melalui: BRI UNIT ANGGANA No. Rek. 4565.01.003179.53.3 a.n. PIMPINAN CABANG MUHAMMADIYAH ANGGANA

AmirHady RadioOnline

Free Shoutcast HostingRadio Stream Hosting

lazada

Minggu, 03 Agustus 2008

Antara Al-quran Dan Sang Jendral Adolf Roberto


Suatu sore, ditahun 1525. Penjara tempat tahanan orang-orang di situ
terasa hening mencengkam. Jendral Adolf Roberto, pemimpin penjara yang
terkenal bengis,tengah memeriksa setiap kamar tahanan.

Setiap sipir penjara membungkukkan badannya rendah-rendah ketika 'algojo
penjara' itu berlalu dihadapan mereka. Karena kalau tidak, sepatu
'jenggel' milik tuan Roberto yang fanatik Kristen itu akan mendarat di
wajah mereka.

Roberto marah besar ketika dari sebuah kamar tahanan terdengar seseorang
mengumandangkan suara-suara yang amat ia benci.

" Hai...hentikan suara jelekmu! Hentikan...!" Teriak Roberto
sekeras-kerasnya sembari membelalakan mata.

Namun apa yang terjadi ? Laki-laki di kamar tahanan tadi tetap saja
bersenandung dengan khusyu'nya. Roberto bertambah berang. Algojo penjara
itu menghampiri kamar tahanan yang lasnya tak lebih sekadar cukup untuk
satu orang.

Dengan congak ia menyemburkan ludahnya ke wajah renta sang tahanan yang
keriput hanya tinggal tulang. Tak puas sampai di situ, ia lalu menyulut
wajah dan seluruh badan orang tua renta itu dengan rokoknya yang
menyala.

Sungguh ajaib... Tak terdengar secuil pun keluh kesakitan. Bibir yang
pucat kering milik sang tahanan amat gengsi untuk meneriakkan kata
Rabbi, waana'abduka...

Tahanan lain yang menyaksikan kebiadaban itu serentak bertakbir sambil
berkata,

" Bersabarlah wahai ustadz...Insya Allah tempatmu di Syurga ."

Melihat kegigihan orang tua yang dipanggil ustadz olehsesama tahanan,
'algojo penjara' itu bertambah memuncak amarahnya. Ia diperintahkan
pegawai penjara untuk membuka sel, dan ditariknya tubuh orang tua itu
keras-keras hingga terjerembab di lantai.

" Hai orangtua busuk! Bukankah engkau tahu,aku tidak suka bahasa jelekmu
itu?! Aku tidak suka apa-apa yang berhubung dengan agamamu! Ketahuilah
orang tua dungu, bumi Spanyol ini kini telah berada dalam kekuasaan
bapak kami, Tuhan Yesus. Anda telah membuat aku benci dan geram dengan
'suara-suara' yang seharusnya tak pernah terdengar lagi di sini."
Sebagai balasannya engkau akan kubunuh. Kecuali, kalau engkau mau minta
maaf dan masuk agama kami."

Mendengar"khutbah" itu orang tua itu mendongakkan kepala,menatap Roberto
dengan tatapan tajam dan dingin. Ia lalu berucap,

" Sungguh...aku sangat merindukan kematian, agar aku segera dapat
menjumpai kekasihku yang amat kucintai, Allah. Bila kini aku berada
dipuncak kebahagiaan karena akan segera menemuiNya,patutkah aku berlutut
kepadamu, hai manusia busuk? Jika aku turuti kemauanmu, tentu aku
termasuk manusia yang amat bodoh."

Baru saja kata-kata itu terhenti, sepatu lars Roberto sudah mendarat
diwajahnya. Laki-laki itu terhuyung.Kemudian jatuh terkapar di lantai
penjara dengan wajah bersimbah darah. Ketika itulah dari saku baju
penjaranya yang telah lusuh, meluncur sebuah 'buku kecil'.

Adolf Roberto bermaksud memungutnya

Namun tangan sang Ustadz telah terlebih dahulu mengambil dan
menggenggamnya erat-erat.

"Berikan buku itu, hai laki-laki dungu!" bentak Roberto.

"Haram bagi tanganmu yang kafir dan berlumuran dosa untuk menyentuh
barang suci ini!" ucap sang ustadz dengan tatapan menghina pada Roberto.
Tak ada jalan lain,akhirnya Roberto mengambil jalan paksa untuk
mendapatkan buku itu.

Sepatu lars berbobot dua kilogram itu ia gunakan untuk menginjak
jari-jari tangan sang ustadz yang telah lemah. Suara gemeretak tulang
yang patah terdengar menggetarkan hati. Namun tidak demikian bagi
Roberto. Laki-laki bengis itu malah merasa bangga mendengar gemeretak
tulang yang terputus.

Bahkan 'algojo penjara' itu merasa lebih puas lagi ketika melihat
tetesan darah mengalir dari jari-jari musuhnya yang telah hancur.

Setelah tangan renta itu tak berdaya, Roberto memungut buku kecil yang
membuatnya penasaran. Perlahan Roberto membuka sampul buku yang telah
lusuh. Mendadak algojo itu termenung.

" Ah...sepertinya aku pernah mengenal buku ini. Tapi kapan? Ya, aku
pernah mengenal buku ini." suara hati Roberto bertanya-tanya.

Perlahan Roberto membuka lembaran pertama itu. Pemuda berumur tiga puluh
tahun itu bertambah terkejut tatkala melihat tulisan-tulisan " aneh"
dalam buku itu. Rasanya ia pernah mengenal tulisan seperti itu dahulu.
Namun, sekarang tak pernah dilihatnya di bumi Spanyol.

Akhirnya Roberto duduk disamping sang ustadz yang telah melepas
nafas-nafas terakhirnya. Wajah bengis sang algojo kini diliputi tanda
tanya yang dalam.Mata Roberto rapat terpejam. Ia berusaha keras
mengingat peristiwa yang dialaminya sewaktu masih kanak-kanak.Perlahan,
sketsa masa lalu itu tergambar kembali dalam ingatan Roberto. Pemuda itu
teringat ketika suatu sore di masa kanak-kanaknya terjadi kericuhan
besar dinegeri tempat kelahirannya ini.

Sore itu ia melihat peristiwa yang mengerikan dilapangan Inkuisisi
(lapangan tempat pembantaian kaum muslimin di Andalusia). Di tempat itu
tengah berlangsung pesta darah dan nyawa. Beribu-ribu jiwa tak berdosa
berjatuhan di bumi Andalusia. Di hujung kiri lapangan,beberapa puluh
wanita berhijab (jilbab) digantung pada tiang-tiang besi yang terpancang
tinggi. Tubuh mereka bergelantungan tertiup angin sore yang kencang,
membuat pakaian muslimah yang dikenakan berkibar-kibar di udara.

Sementara, di tengah lapangan ratusan pemuda Islam dibakar hidup-hidup
pada tiang-tiang salib, hanya karena tidak mau memasuki agama yang
dibawa oleh para rahib.

Seorang bocah laki-laki mungil tampan, berumur tujuh tahunan, malam itu
masih berdiri tegak dilapangan Inkuisisi yang telah senyap.
korban-korban kebiadaban itu telah syahid semua. Bocah mungil itu
mencucurkan airmatanya menatap sang ibu yang terkulai lemah di tiang
gantungan.

Perlahan-lahan bocah itu mendekati tubuh sang ummi yang tak sudah
bernyawa, sembari menggayutinya.Sang bocah berkata dengan suara parau,

" Ummi, ummi,mari kita pulang. Hari telah malam. Bukankah ummi telah
berjanji malam ini akan mengajariku lagi tentang alif, ba, ta, tsa....?
Ummi, cepat pulang kerumah ummi..."

Bocah kecil itu akhirnya menangis keras, ketika sang ummi tak jua
menjawab ucapannya. Ia semakin bingung dan takut, tak tahu harus berbuat
apa. Untuk pulang ke rumah pun ia tak tahu arah. Akhirnya bocah
ituberteriak memanggil bapaknya

" Abi...Abi...Abi..."

Namun ia segera terhenti berteriak memanggil sang bapak ketika teringat
kemarin sore bapaknya diseret dari rumah oleh beberapa orang berseragam.

" Hai...siapa kamu?!" teriak segerombolan orang yang tiba-tiba mendekati
sang bocah.

" Saya Ahmad Izzah, sedang menunggu Ummi..." jawab sang bocah memohon
belas kasih.

" Hah...siapa namamu bocah, coba ulangi!"bentak salah seorang dari
mereka.

" Saya Ahmad Izzah..." sang bocah kembali menjawab dengan agak grogi.

Tiba-tiba "plak! sebuah tamparan mendarat di pipi sang bocah.
" Hai bocah...! Wajahmu bagus tapi namamu jelek. Aku benci namamu.
Sekarang kuganti namamu dengan nama yang bagus. Namamu sekarang ' Adolf
Roberto ' .. Awas! Jangan kau sebut lagi namamu yang jelek itu. Kalau
kau sebut lagi nama lamamu itu, nanti akan kubunuh!" ancam laki-laki
itu.

Sang bocah meringis ketakutan, sembari tetap meneteskan air mata. Anak
laki-laki mungil itu hanya menurut ketika gerombolan itu membawanya
keluar lapangan Inkuisisi. Akhirnya bocah tampan itu hidup bersama
mereka.

Roberto sedar dari renungannya yang panjang. Sang Jendral itu melompat
ke arah sang tahanan. Secepat kilat dirobeknya baju penjara yang melekat
pada tubuh sang ustadz. Ia mencari-cari sesuatu di pusar laki-laki itu.
Ketika ia menemukan sebuah 'tanda hitam' ia berteriak histeris,

" Abi...Abi...Abi..."

Ia pun menangis keras, tak ubahnya seperti Ahmad Izzah dulu. Fikirannya
terus bergelut dengan masa lalunya.Ia masih ingat betul, bahwa buku
kecil yang ada didalam genggamannya adalah Kitab Suci Al Qur'an milik
bapaknya,yang dulu sering dibawa dan dibaca ayahnya ketika hendak
menidurkannya.

Ia jua ingat betul ayahnya mempunyai 'tanda hitam' pada bahagian pusar.
Pemuda beringas itu terus meraung dan memeluk erat tubuh renta nan
lemah. Tampak sekali ada penyesalan yang amat dalam atas ulahnya selama
ini.Lidahnya yang sudah berpuluh-puluh tahun alpa akan Islam, saat itu
dengan spontan menyebut,

" Abi... aku masih ingat alif, ba, ta, tha..."

Hanya sebatas kata itu yang masih terekam dalam benaknya.

Sang ustadz segera membuka mata ketika merasakan ada tetesan hangat yang
membasahi wajahnya. Dengan tatapan samar dia masih dapat melihat
seseorang yang tadi menyiksanya habis-habisan kini tengah memeluknya.

" Tunjuki aku pada jalan yang telah engkau tempuhi Abi,tunjukkan aku
pada jalan itu..."

Terdengar suara Jendral Roberto memelas. Sang ustadz tengah mengatur
nafas untuk berkata-kata, ia lalu memejamkan matanya. Airmatanya pun
turut berlinang. Betapa tidak, jika sekian puluh tahun kemudian,
ternyata ia masih sempat berjumpa dengan buah hatinya, ditempat ini.
Sungguh tak masuk akal. Ini semata-mata bukti kebesaran ALlah.

Sang Abi dengan susah payah masih bisa berucap :

" Anakku, pergilah engkau ke Mesir. Di sana banyak saudaramu. Katakan
saja bahwa engkau kenal dengan Syaikh Abdullah Fattah Ismail
Al-Andalusy. Belajarlah engkau di negeri itu,"

Setelah selesai berpesan sang ustadz menghembuskan nafas terakhir dengan
berbekal kalimah indah

"Asyahaduanla Illaaha ilallah, wa asyahadu anna MuhammadRasullullah...'.

Beliau pergi dengan menemui Rabbnya dengan tersenyum, setelah sekian
lama berjuang dibumi yang fana ini.

Kini Ahmad Izzah telah menjadi seorang alim di Mesir. Seluruh hidupnya
dibaktikan untuk agamanya, 'Islam, sebagai ganti kekafiran yang di masa
muda sempat disandangnya.

Banyak pemuda Islam dari berbagai penjuru berguru dengannya... Al-Ustadz
Ahmad Izzah Al-Andalusy.

Benarlah firman Allah...

"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, tetaplah atas
fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut arahnya itu. Tidak
ada perubahan atas fitrah Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi
kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS>30:30) (Iip Syaiful Rahman,)

Selasa, 22 Juli 2008

Istimewanya seorang Wanita

Kaum feminis bilang susah jadi wanita, lihat saja peraturan dibawah ini:
1. Wanita auratnya lebih susah dijaga (lebih banyak) dibanding lelaki.
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah
tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung Dan melahirkan anak.
6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat
pada isterinya.
7. Talak terletak di tangan suami Dan bukan isteri.
8. Wanita kurang dalam beribadat karena adanya masalah haid Dan nifas
yang tak Ada pada lelaki.

Itu sebabnya mereka tidak henti-hentinya berpromosi untuk "MEMERDEKAKAN
WANITA".

Pernahkah Kita lihat sebaliknya (kenyataannya) ?
1. Benda yang Mahal harganya akan dijaga Dan dibelai serta disimpan
ditempat yang teraman Dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak
Akan dibiar terserak bukan? Itulah bandingannya dengan seorang wanita.

2. Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat
kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya?

3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi
tahukah harta itu menjadi milik pribadinya Dan tidak perlu diserahkan
kepada suaminya, sementara apabila lelaki menerima warisan,IA
perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri Dan anak-anak.

4. Wanita perlu bersusah payah mengandung Dan melahirkan anak,tetapi
tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat
Dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, Dan tahukah jika ia mati
karena melahirkan adalah syahid Dan surga menantinya.

5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan
terhadap! 4 wanita, yaitu : Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan
saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab
terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki,yaitu : suaminya, ayahnya,
anak lelakinya Dan saudara lelakinya.

6. Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang
mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja,
yaitu:sembahyang 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada
suaminya Dan menjaga kehormatannya.

7. Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita
jika taat akan suaminya, serta menunaikan tanggungjawabnya
kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala
orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Masya ALLAH ! Demikian sayangnya ALLAH pada wanita
Ingat firman Nya, bahwa mereka tidak akan berhenti melakukan segala
upaya, sampai Kita ikut / tunduk kepada cara-cara / peraturan
Buatan mereka. (emansipasi Ala western)

Yakinlah, bahwa sebagai dzat yang Maha Pencipta, yang menciptakan
Kita, maka sudah pasti Ia yang Maha Tahu akan manusia, sehingga segala
Hukumnya / peraturannya, adalah YANG TERBAIK bagi manusia dibandingkan
dengan segala peraturan/hukum buatan manusia.

Jagalah isterimu karena dia perhiasan, pakaian dan ladangmu,
sebagaimana Rasulullah pernah mengajarkan agar Kita (kaum lelaki)
Berbuat baik selalu (gently) terhadap isterimu.

Adalah sabda Rasulullah bahwa ketika kita memiliki dua atau lebih anak
perempuan, mampu menjaga Dan mengantarkannya menjadi muslimah Yang
baik, maka surga adalah jaminannya. (untuk anak laki2 berlaku kaidah
yang berbeda).
Berbahagialah wahai para muslimah. Jangan risau hanya untuk apresiasi
absurd Dan semu di dunia ini. Tunaikan Dan tegakkan kewajiban agamamu,
niscaya surga menantimu.(YULIA@yamaha-motor-elec.co.id)

Apa Khabar IMAN Kita?

Firman Allah Subhanahuwata’ala:

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasulnya kemudian mereka tidak ragu-ragu, dan mereka berjihad dengan harta benda dan jiwa raga mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang orang yang benar.”
- Al-Hujurat : ayat 15

Iman adalah membenarkan dengan hati, mengaku dengan aqal fikiran dan membuktikan dengan amalan-amalan.

Hati hendaklah benar-benar yakin dan percaya kepada Allah dan rasul-Nya. Tasdiq atau keyakinan yang tidak bercampur syak dan tidak ragu-ragu. Juga tidak ada rasa tidak puas hati, rasa tidak layak, rasa lapuk dan rasa was-was terhadap din sistem Allah Subhanahuwata’ala atau terhadap hukum-hukum Allah Subhanahuwata’ala. Keimanan yang penuh yakin dan tidak goncang lagi.


Keimanan seperti inilah yang akan melahirkan jihad dengan harta benda dan jiwa di jalan Allah Subhanahuwata’ala.


Hati yang telah memiliki iman akan berasa puas, tetap dan mantap. Hati ini akan mendesak tuannya untuk melaksanakan perintah-perintah Allah Subhanahuwata’ala. Hati ini mendesak supaya dia melak­sanakan Islam di dalam diri, masyarakat dan realiti hidup. Inilah tanda iman yang sudah bertakhta di hati. Iman itu tidak jumud. Apa yang dirasakan di dalam hati mesti disepadukan dengan amalan-amalan hidup. Jika bertentangan antara hati dan amalan maka itulah yang dinamakan nifaq.(alghazali1442@yahoo.com)

"Yesterday is a history, tomorrow is a mystery, and today is a gift"

Jika Anda sudah menonton film Kungfu Panda, pasti pernah mendengar
kalimat di atas. Guru Oogway –seekor kura-kura tua- dalam satu
kesempatan di tepi bukit mengucapkan kalimat penuh makna itu kepada
Po, Panda gemuk nan lucu yang baru saja dinobatkan sebagai pejuang
naga (dragon warriors).

Meski sempat dibuat terpingkal-pingkal selama menonton film ini,
tetapi saya tidak ingin bercerita lebih jauh tentang film Kungfu Panda
meski banyak sekali pelajaran yang bisa dipetik. Karena saya lebih
tertarik membahas kalimat bijak di atas yang sebenarnya mengandung
makna terdalam dari kehidupan ini.

Kita diajarkan untuk selalu berdoa sebelum dan sesudah tidur. Doa
sebelum tidur yang menyaratkan kepasrahan diri kepada Yang Maha
Menguasai Kehidupan, kepada satu-satunya yang memiliki hak mematikan
serta menghidupkan setiap insan. Hingga detik sebelum mata terpejam,
tak satu pun yang mampu menguak rahasia Allah, apakah esok hari kita
masih hidup atau berlanjut ke kehidupan berikutnya. Maka kemudian, di
pagi hari Allah berkendak mengembalikan ruh kepada jasad yang
tertidur, atau berkehendak pula menahan ruh dan membiarkan jasad itu
tertidur selamanya.

Bagi yang diberi kesempatan untuk bangun di pagi hari, maka doa pun
kembali terucap dengan melontarkan segenap pujian kepada Yang
Menghidupkan dari kematian sementara selama tertidur. Sepenuhnya kita
sadar, bukan kita yang membangunkan diri sendiri. Bukan karena alarm
yang kita setting sesuai waktu yang diinginkan, tapi benar-benar
karena Allah berkehendak memberi kesempatan kepada hamba-Nya.

Hari ini adalah anugerah terbesar dalam kehidupan setiap manusia.
Karena ia takkan pernah tahu apakah masih punya kesempatan di hari
esok. Hal yang patut dilakukannya pada hari ini adalah bersyukur dan
kemudian mengisi hari itu dengan segunung kebajikan, berupaya sekuat
hati mengurangi timbangan keburukan.

Belajar dari hari-hari yang sudah berlalu, tidak mengulangi kesalahan
dan kekeliruan di masa lalu, kemudian melakukan yang lebih baik di
hari ini seolah hari terakhir dalam hidup. Sebab kita memang
benar-benar tidak akan pernah tahu apa yang bakal terjadi sesudah hari
ini.

***

Semestinya belum berani kita memejamkan mata sebelum tahu persis
timbangan kebaikan di hari ini melebihi keburukan yang dilakukan.
Takutlah bila tak membawa cukup bekal saat menghadap Sang Penguasa
hari pembalasan.

Sayangnya, begitu ringan seolah tanpa beban diri ini memejamkan mata.
Seakan yakin esok masih bisa menatap mentari pagi. Ya Allah, ajari
lidah ini untuk tak pernah lupa memuji-Mu dan mensyukuri hari disaat
hamba masih bisa memohon ampunan-Mu.(bayugautama@yahoo.com)

Rabu, 25 Juni 2008

Syamsul : Ahli Falak Muhammadiyah Jangan Ketinggalan Kereta



Yogyakarta-Setelah tahun 2007 terselenggara Simposium Internasional tentang Penyatuan Kalender Islam se-Dunia, selasa (24/06/2008) ini ahli Hisab dan Fiqih Muhammadiyah mengkaji perkembangan pembuatan kalender Internasional yang memang hingga saat ini masih belum terwujud. Menurut Prof. Syamsul Anwar, ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah dalam pembukaan acara tersebut, Muhammadiyah sebagai pelopor penggunaan Hisab jangan sampai tertinggal wawasannya tentang perkembangan metode Hisab yang beberapa tahun terakhir berkembang pesat. “Jangan sampai ketinggalan kereta, apalagi kitalah pelopor penggunaan Hisab” tegas Syamsul. “Sebagai gerakan Modernis, kita bisa tidak modern lagi” ingat Syamsul.

Menurut Syamsul di Ruang Sidang Universita Muhammadiyah Yogyakarta tersebut, Dunia Islam mulai Abad 8 hingga abad 13 berkembang pesat pengkajian ilmu falak. Pada masa itu lahir Al Battani yang dikenal pembuat kalender yang kita kenal dengan nama Al Manak, yang sebenarnya merupakan kalender Urfi. Kalender Urfi ini tidak didasarkan pada gerak bulan, namun membagi hari dalam setahun, kemudian membagi jumlah hari pada bulan bulan secara berselang seling, 30 hari dan 29 hari. Kalender ini mengenal tahun Kabisat 11 hari dalam tempo 30 tahun pada bulan Zulqoidah. Namun kalender yang dibelakukan pada abad 10 oleh Al Hakim bin Amrillah, Khalifah Fatimiyah dan Mesir memiliki persoalan dimana bulan Ramadhannya 30 hari terus. “Padahal Rasulullah mengalam sembilan kali Ramadhan, dua kali 30 hari dan tujuh kali 29 hari, sedangkan kalender urfi, selamanya 30 hari” terang Syamsul. “ Inilah awal kalender dalam sejarah Islam, walaupun banyak kwelemahannya”.

Lebih lanjut Syamsul menyatakan bahwa Ilmu Falak itu mati di dunia sejak abad ke-13 sampai abad ke-20, hingga tahun 1910 ilmuan barat kembali membangkitkan pengkajian Ilmu Falak/Astronomi. Tahun 1981 lahir Ilmuan Islam yang ikut mengkaji Ilmu Falak benama Muhammad Ilyas dari Maalaysia, dan mulai saat itu perkembangan sangat cepat. Tahun 1998 menurut Syamsul titik perkembangan ilmu falak di dunia Islam cukup maju dengan didirikan ICOP (Islamic Crescents’ Observation Object) dengan website www.icoproject.org. “Mari ahli falak tarjih dan ahli fiqhnya harus sering membuka situsnya, karena memuat perkembangan ilmu falak umat Islam beberapa tahun terkahir ini, sehingga kita bisa mendapat informasi baru perkembangan Ilmu Falak Syar’i di kalangan Umat Islam beberapa tahun terakhir ini” pesan Syamsul.

Perkembangan Software

Syamsul juga mengingatkan kepada peserta yang terdiri dari utusan wilayah dan undangan-undangan khusus para ahli tersebut, bahwa saat ini teknologi software juga terus berkembang, seperti yang di kembangkan ketua ICOP Muhammad Audah. “Muhammadiyah juga tidak boleh ketinggalan, paling tidak kita mampu mengembangkan software yang praktis yang bisa digunakan untuk menentukan arah kiblat, waktu sholat, menghitung ketinggian bulan, dan matahari” harap Syamsul. “Karena kita harus mencari cara bagaimana kita berfikir ke arah itu” lanjutnya. “karena kalau kita diam terus, orang berkembang terus kita akan ketinggalan” pesan Syamsul lagi. ” Karena itu salah satu upayanya, saat ini Majelis Tarjih bekerjasama dengan UMY, sedang mengembangkan Pusat Studi Falak” terang Syamsul (arif).(www.muhammadiyah.or.id)

Minggu, 22 Juni 2008

Lebih 33.000 Orang Bunuh Diri di Jepang

Jumat, 20 Juni 2008 | 20:30 WIB
TOKYO, JUMAT - Lebih dari 33.000 orang melakukan aksi bunuh diri di Jepang tahun lalu. Angka bunuh diri melampaui 30.000 jiwa dalam sepuluh tahun berturut-turut meskipun pemerintah Jepang melakukan kampanye untuk mengurangi salah satu kasus bunuh diri tertinggi di dunia itu.

Laporan yang dikeluarkan Badan Kepolisian Nasional Jepang Kamis (19/6) menunjukkan 33.093 mengakhiri hidup mereka sendiri pada tahun 2007. Angka tersebut merupakan terbesar kedua dari rekor bunuh diri yang mencapai sebesar 34.427 jiwa pada tahun 2003.

Sebagian besar alasan dari kasus bunuh diri adalah terlilit hutang, masalah keluarga, depresi serta masalah kesehatan lainnya. Terdapat lonjakan juga jumlah kasus bunuh diri yang menggunakan pemakaian gas sulfida hidrogen toksik yang dibuat dari deterjen.

Metode bunuh diri dengan deterjen atau memproduksi racun dengan perlengkapan rumah tangga ini ternyata telah menyebar melalui pesan di Internet. Polisi telah mendesak provider pelayanan internet agar menghapus instruksi untuk memproduksi gas beracun tersebut dari sejumlah situs.

Jumlah kasus bunuh diri melonjak tajam di Jepang setelah gejolak ekonomi tahun 1980an yang mengakibatkan sebagian besar warga Jepang kehilangan pekerjaan dan terlilit utang. Angka bunuh diri di kalangan mereka yang berusia 60 tahun atau lebih meningkat 9 persen menjadi sekitar 12.100 kasus tahun lalu. Sementara kasus bunuh diri pada kalangan remaja sedikit mengalami penurunan.

Mulai Januari hingga Mei 2008, hampir 520 orang melakukan aksi bunuh diri dengan menggunakan gas sulfida hidrogen. Hanya terdapat 30 kasus yang mencakup penggunaan gas tersebut pada periode yang sama pada tahun 2007.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, tingkat bunuh diri di Jepang terbilang terbesar kedua di kelompok 8 negara industri maju G8 setelah Rusia. Pada bulan Juni 2007, pemerintah Jepang berjanji mengurangi tingkat bunuh diri lebih dari 20 persen menjelang tahun 2016.

Namun, para pekerja sosial Jepang menyebut masalah ini kompleks dan memerlukan waktu untuk mencari solusinya. Perfektur Akita di Jepang utara yang merupakan wilayah dengan angka kasus bunuh diri tertinggi di Jepang dalam 13 tahun terakhir telah menjalankan program pencegahan kasus bunuh diri sejak tahun 2000.

"Kami bersyukur pemerintah memikirkan cara untuk menekan angka kasus bunuh diri, namun mereka tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi," kata Yukiko Nishihara, pendiri Pusat Pencegahan Bunuh Diri Dunia Befrienders. Kasus bunuh diri tahunan di Akita yang terdiri dari sekitar 1 juta penduduk mencapai puncaknya pada tahun 2003 dengan sekitar 520 kasus sebelum turun menjadi 420 kasus pada tahun 2007.

"Tidak seperti penyakit, penyebab bunuh diri terletak pada sejumlah masalah sosial yang luas," kata Sato. "Jadi hal penting yang perlu diperhatikan adalah memahami perubahan dalam kehidupan sosial - misalnya lonjakan angka pengangguran serta pembengkakan utang," ujarnya.(kompas.com)

Catatan Pak Aming:
Penomena ini menunjukkan bahwa betapapun majunya ilmu pengetahuan dan teknolagi, apabila tidak diimbangi dengan kemajuan rohani berupa aqidah yang sesuai dengan ajaran Islam, maka kehancuranlah yang akan didapat.

Siswi SMA Sepakat Hamil Bareng

Sabtu, 21 Juni 2008 | 08:09 WIB
GLOUCESTER, SABTU - Ada kejadian mencengangkan di SMA Gloucester AS. Tak kurang dari 17 siswinya hamil bareng. Lebih mengejutkan, kehamilan itu disengaja. Mereka memang sepakat hamil.

Ada yang menganggap berita itu bohong. Namun, yang percaya menyalahkan film Juno dan Knock Up, karena dianggap memberi pengaruh buruk. Kedua film yang mengisahkan kehamilan di luar nikah itu tergolong laris.

Menurut kepala sekolah Gloucester, Joseph Sullivan, Jumat (20/6), beberapa guru melihat keanehan sejak Oktober tahun lalu. Banyak siswa putri mendaftar ke klinik sekolah untuk menjalani tes kehamilan.

Keanehan ini berlangsung sejak Mei. Beberapa siswa bolak-balik ke klinik untuk menjalani tes yang sama untuk minta hasilnya. "Beberapa siswi tampak jengkel karena hasilnya negatif. Sebaliknya yang dipastikan hamil terlihat senang," katanya.

Hampir separuh dari ke-17 siswi yang hamil itu akhirnya mengakui bahwa mereka sepakat hamil dan membesarkan anaknya bersama-sama. Yang menyedihkan, usia mereka belum genap 16 tahun.

Keprihatinan para guru kian mendalam ketika mengetahui jati diri para pria yang menghamili para siswi mereka. "Salah satunya berusia 24 tahun dan lontang-lantung," kata Sullivan dengan nada prihatin.

Gloucester merupakan kota nelayan di negara bagian Massachussetts dengan populasi sekitar 30.000 jiwa. Warga kota itu terguncang begitu mendengar kabar itu. Apalagi data menunjukkan bahwa ada peningkatan 3 persen kehamilan di kalangan remaja.(time/wbz/kis)(kompas.com)

Catatan Pak Aming :
Inilah kebobrokan moral dan akhlaq manusia jaman ini, hanya agama Islam saja yang bisa mengatasi permasalahan seperti ini, asal Islam difahami, dihayati dan diamalkan secara "kaffah" oleh umatnya.

Sabtu, 21 Juni 2008

ganti email

assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh,

kepada moderator yang saya hormati,

sehubungan saya baru tahu dan bisa menggunakan email client thunderbird yang ternyata bisa dibaca pada saat tidak conect internet dan hanya di email gmail.com, maka dengan ini saya mohon kiranya moderator berkenan mengganti ke email saya yang baru yaitu : amirhady@gmail.com

semoga bisa menghemat biaya pulsa saya, artinya menghemat pengeluaran bulanan saya, sebab saya menggunakan telkomnet instan

demikian, atas perkenan moderator saya ucapkan terima kasih, semoga Allah SWT meridhoi amal ibadah kita

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh.

amirhady

Sabtu, 07 Juni 2008

FUI Tuding AS Otaki Insiden Monas




Jakarta - Forum Umat Islam (FUI) mencurigai insiden monas didalangi pihak asing. Bahkan AKK-BB dituding telah menerima duit US$ 26 juta dolar sejak 1995 hingga 1997.

Kecurigaan FUI ini didasari kedatangan Kuasa Usaha Kedubes AS untuk Indonesia, John Heffrn menjenguk anggota AKK-BB yang menjadi korban insiden Monas 1 Juni.

"John Heffern datang membesuk para korban dari AKK-BB. Ini menimbulkan tanda tanya publik. Ada hubungan apa antara orang-orang yg dijenguk tadi dengan kedubes AS," ujar Ketua Gerakan Persaudaran Muslim Indonesia (GPMI) Ahmad Sumargono.

Hal itu disampaikan dia dalam jumpa pers yang digelar FUI di Hotel Sofyan Cikini, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat. Sekadar diketahui, GPMI adalah salah satu organisasi yang tergabung dalam FUI.

Selain itu, Sumargono mengungkapkan, AS telah menerbitkan rilis yang meminta pemerintah Indonesia untuk segera menyelesaikan insiden Monas. Penerbitan rilis ini dinilai sebagai bentuk campur tangan AS.

Sumargono juga membeberkan, Adnan Buyung Nasution, yang juga salah satu tokoh AKK-BB, telah menerima duit US$ 26 juta dari AS sejak tahun 1995 hingga 1997. "Melalui YLBHI, Adnan Buyung telah menerima dana dari USAID. Dana ini yang menyebabkan terjadinya gelombang reformasi yang membuat Indonesia amburadul di bawah eksploitasi kaum kapitalis liberal," tuturnya.

Data ini didapat Sumargono berdasarkan tulisan di New York Time. Sumargono mengatakan tulisan New York Time itu diperkuat dari Maruli Tobing dalam harian Kompas, 9 Februari 2001 yang menyebut 'Lewat bantuan itu pula tidak adapula salahnya mencurigai CIA ikut dalam peristiwa yang terjadi 13 hingga 15 Mei 1998 di Jakarta'.

Rencananya, FUI akan menyerahkan bukti-bukti keterlibatan pihak asing ini ke Mendagri sebagai bahan pertimbangan. "Syarat sebuah ormas dibubarkan salah satunya adalah mendapat bantuan dari asing. Bukti ini akan kami serahkan ke Mendagri sebagai pertimbangan saja," katanya. (Detik)(www.swaramuslim.com)

Insiden Monas, Upaya Pembunuhan Karakter Umat Islam


Tuntutan terhadap pembubaran Ahmadiyah dan counter terhadap isu yang mendiskreditkan kelompok Islam tidak harus dilakukan dengan turun ke jalan. Ba'da Sholat Jum'at, sekitar 200 orang menghadiri Tabligh Akbar bertajuk Membangun Ukhuwah dan Kesatuan Umat Menolak Adu Domba, yang diselenggarakan Forum Umat Islam.

Acara tersebut diisi dengan tausyiah dari tokoh-tokoh Islam, dalam menyikapi Insiden Monas yang di mana tampak indikasi upaya untuk memecahbelah umat Islam.

Ketua Majelis Syuro Front Pembela Islam Habib Muhsin Alatas mengatakan, ada skenario global di balik insiden Monas 1 Juni lalu, di mana agen-agen asing ikut bermain didalamnya.

Bahkan, menurutnya, ada upaya pembunuhan karakter terhadap Habib Rizieq dan FPI yang selalu dengan lantang menyuarakan pembubaran Ahmadiyah.

"Kita menuntut pada pemerintah untuk membubarkan Ahmadiyah dari bumi Indonesia. Kita juga meminta jangan hanya FPI yang diproses, AKKBB juga harus diproses termasuk tokoh intelektualnya seperti Gus Dur, Syafii Maarif dan lainnya juga harus diproses, " tegasnya yang disambut dengan gema takbir.

Sementara itu, Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia M. Ismail Yusanto menyatakan, apa yang sedang terjadi ini adalah bentuk ketidakadilan terhadap umat Islam yang merupakan penduduk muslim mayoritas. Ia menegaskan, ketidakadilan ini akan terus terjadi negara ini tidak dipimpin oleh pemimpin yang tidak amanah, dan pemipin yang tergantung pada pihak asing, bukan pada dzat yang maha adil (Allah SWT).

"Dalam situasi seperti ini, umat Islam harus dapat membalikan opini yang sudah berkembang, " ujarnya.

Ia menilai perhatian berlebihan yang diambil oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pasca Insiden Monas menjadi pertanyaan besar, padahal ketika peristiwa rusuh demo BBM pemerintah sama sekali enggan berkomentar, dan tidak mengeluarkan instruksi yang berlebihan terhadap aparat penegak hukum. Apakah ini skenario untuk menggagalkan terbitnya SKB Ahmadiyah, atau hanya sekedar mengalihkan dari isu BBM?(novel)(www.eramuslim)

Rabu, 28 Mei 2008

Polisi Belanda Minta Anggotanya Baca Terjemahan Al-Quran dan Buku Biografi Rasulullah



Kepolisian Belanda mendorong para anggotanya untuk membaca terjemahan al-Quran dan biografi Nabi Muhammad Saw untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang Islam. Para pimpinan di kepolisian bahkan menyatakan akan mengganti uang para staffnya-setengah dari harga buku-yang digunakan untuk membeli terjemahan al-Quran dan buku biografi tersebut

Juru bicara kepolisian Belanda Ebe van der Land mengatakan, "Dua buku ini akan memberikan pemahaman yang lebih baik serta tambahan pengetahuan tentang al-Quran dan kehidupan Nabi Muhammad Saw."

Seruan kepolisian Belanda ini terkait dengan diterbitkannya terjemahan al-Quran dan buku biografi Rasululllah berjudul "The Message" di Belanda, karya penulis asal Iran Hossein Sadjadi Ghaemmaghami yang menggunakan nama pena Kader Abdolah.

Terjeman al-Quran dan buku biografi Rasulullah itu diterbitkan pada bulan April kemarin, dan mendapat sambutan positif dari masyarakat Belanda. Penyusun terjemahan al-Quran dan penulis buku "The Message", Kader Abdolah tinggal di Belanda sejak tahun 1988 atas undangan PBB dan statusnya ketika itu adalah pengungsian politik.

Sejak masih menjadi mahasiswa jurusan fisika di perguruan tinggi Arak di Teheran, Abdolah dikenal aktif dalam gerakan bawah tanah sayak kiri yang menentang rejim Shah Iran. Namun ketika Shah Iran terguling, Abdolah juga menentang pemerintahan Khomeini.

Abdolah meninggalkan Iran pada tahun 1985 dan ia menggunakan Kader Abdolah sebagai nama penanya sebagai penghormatan terhadap sahabat-sahabatnya yang menjadi korban rejim di Iran. Sejauh ini, ia sudah menulis tiga novel, dua di antaranya berkisah tentang kehidupan di bawah rejim Khomeini. Selain novel, Abdolah juga menerbitkan kumpulan cerita pendeknya dan berbagai tulisan non-fiksi.

Sejak tinggal di Belanda, Abdolah dengan cepat menguasai bahasa Belanda. Karya-karyanya yang banyak menceritakan percampuran dua budaya, selalu masuk dalam daftar buku bestseller. Tahun 1997, Abdolah menerima penghargaan Dutch Media Prize untuk kumpulan kolom-kolomnya di harian de Volkskrant.

Terbitnya terjemahan al-Quran dan buku biografi Rasulullah di Belanda, diharapkan bisa meluruskan pandangan yang salah masyarakat Belanda tentang Islam, Muslim dan Nabi Muhammad Saw. Apalagi baru-baru ini Belanda menuai banyak kecaman akibat film "Fitna" yang dibuat oleh Geert Wilders, anggota parlemen Belanda yang anti-Islam.

Belum lama ini, polisi Belanda juga menangkap seorang kartunis Belanda bernama Gregorius Nekschott karena membuat gambar-gambar kartun yang menghina umat Islam.

Saat ini, ada sekitar satu juta dari 16 juta total penduduk Negeri Kincir Angin itu. Mayoritas Muslim Belanda berasal dari Turki dan Maroko. (ln/al-arby/iol)(eramuslim.com)

Djoko Sutrisno Manfaatkan Air, Motor Jadi Irit


Bagus Kurniawan - detikcom

Pak Djoko yang satu ini berbeda dengan Joko Suprapto, warga Nganjuk Jawa Timur yang menemukan blue energy, bahan bakar berbahan baku air. Pak Djoko yang satu ini bernama lengkap P. Djoko Sutrisno, warga Kelurahan Pakuncen Jl HOS Cokroaminoto No 76Yogyakarta.Antara Djoko Sutrisno dan Joko Suprapto, sama-sama mengembangkan air. Bila Joko Suprapto mengembangkan air menjadi bahan bakar, maka Djoko Sutrisno hanya memanfaatkan atau menambahkan air ke dalam BBM, sehingga motor atau mobil yang dikendarainya menjadi lebih irit dibanding bila menggunakan 100 persen BBM. Prinsipnya kendaraan masih menggunakan BBM, namun dengan ditambah dengan teknologi temuan Djoko Sutrisno pengunaan BBM bisa irit atau hemat dua kali lipat. "Setelah dipasangi teknologi ini, konsumsi BBM bisa hemat dua kali hingga tiga kali lipat. Untuk percobaan, dulu kita pakai motor dan mobil pribadi. Sekarang banyak warga yang ingin dipasangi alat itu," kata Djoko kepada detikcom dirumahnya, Senin (26/5/2008) kemarin.Menurut dia, peralatan yang dibutuhkan juga sangat sederhana, tidak rumit dan tidak dipatenkan, meski alat ini memang hasil temuannya. Djoko tidak pelit, malah dengan sukahati dan sukarela membagikan pengetahuan itu kepada orang yang berminat mempelajarinya."Kalau mau membuat sendiri ongkosnya sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 75 ribu. Mobil dan motor saya sudah saya pasangi sejak 2 tahun lalu," kata Djoko yang hanya jebolan kelas dua di SMP Pangudi Luhur itu.Secara prinsip, kata Djoko, hingga saat ini kendaraan hanya bisa menggunakan bensin atau solar. Namun, Djoko yakin pada suatu ketika, kendaraan itu bisa dijalankan dengan menggunakan air. Hanya saja teknologinya memang perlu banyak perubahan.Mengenai teknologi temuannya, Djoko menjelaskan, air yang akan menjadi sumber energi itu dicampur dengan zat kimia berupa Kalium Hidroksida (KOH). Gas hidrogen tersebut mampu menambah oktan di bensin atau solar, sehingga menjadi lebih hemat. "Prinsipnya air murni atau aquades ditambah KOH yang bisa dibeli di toko-toko bahan kimia dengan harga murah itu, motor bisa jalan," katanya.Air yang yang sudah dicampur bahan tersebut kemudian dihubungkan dengan elektroda agar unsur oksigen dan hidrogen dalam air tersebut terurai. Setelah itu unsur hidrogennya yang mudah terbakar dijebak dan diambil sebagai sumber tenaga."Sangat sederhana sekali, logis dan ilmiah sehingga semua orang bisa memanfaatkannya. Saya tak takut temuan saya ini ditiru orang lain. Tak perlu dipatenkan agar semua orang bisa memanfaatkannya," imbuh dia.Saat ini di kawasan tempat tinggalnya, sudah banyak mobil dan motor yang dimodifikasi dengan teknologi temuannya. Dua buah mobil VW Kodok dan KIA Carens milik temannya akan dipasangi alat itu. Sejak pagi pukul 08.00 WIB, dia dibantu 2-3 orang karyawan dan anggota keluarganya mengutak-atik motor milik orang lain yang minta dipasang alat tersebut.Tidak hanya itu, banyak pemilik bengkel, bahkan warga luar kota Yogyakarta seperti Bogor, Bandung atau Semarang sengaja datang ke rumah Djoko yang sekaligus menjadi bengkel untuk menimba ilmu. "Saya juga tak pelit ilmu kalau memang ada orang yang benar-benar ingin belajar ke sini," kata dia. ( bgs / asy )

Senin, 26 Mei 2008

masyarakat kecil itu hebat!

Naiknya harga BBM memang membuat masyarakat susah, sebab mempunyai efek yang berganda, seperti naiknya ongkos angkutan umum, maka hal tersebut juga akan membuat biaya operasional akan naik juga, dan wajar apabila harga-harga barang kebutuhan akan naik pula. Namun demikian, masyarakat kecil cuma bisa pasrah, sebab apa?.... Itulah, sebelum naiknya harga BBM pun masyarakat kecil sudah susah hidupnya, jadi sebenarnya naik atau tidak naik harga BBM tidak membuat masyarakat itu putus asa, sebab sepertinya "kesusahan" itu sudah menjadi bagian dari "cara hidup" dari masyarakat kecil, jadi mereka sudah biasa menghadapinya.

Oleh karena itu, sepertinya yang ribut dan sewot dengan kenaikan harga BBM ini adalah hanya "orang-orang besar" saja.

Makanya, hidup masyarakat kecil!...... anda hebat, bisa bertahan dengan situasi dan kondisi yang seperti ini, semoga hidup anda selalu "berkah", amin...... (ay1)

Minggu, 25 Mei 2008

PEMILIHAN GUBERNUR KALIMANTAN TIMUR


Besok hari senin tanggal 26 Mei 2008, merupakan sejarah baru bagi propinsi Kalimantan Timur, dimana penentuan Gubernur yang akan memimpin propinsi ini akan ditentukan dengan cara Pemilihan Langsung, artinya rakyat Kalimantan Timur lah yang langsung memilih dari empat pasangan calon yang telah melakukan kampanye beberapa hari yang lalu. Kalau dulu yang menentukan dan memilih Gubernur adalah hanya para anggota DPRD yang jumlahnya tidak lebih dari 50 orang, sebagai perwakilan dari rakyat seluruh propinsi, maka sekarang seluruh rakyat atau masyarakat yang langsung memilih di tempat-tempat pemungutan suara.
Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kalimantan Timur menetapkan empat pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur untuk dipilih, yaitu :
Nomor Urut 1 adalah pasangan H.Awang Faroek Ishak dan H.Farid Wadjdy (AFI)
Nomor Urut 2 adalah pasangan H.Nusyirwan Ismail dan H.Heru Bambang (NUSA HEBAT)
Nomor Urut 3 adalah pasangan H.Ahmad Amin dan H.Hadi Mulyadi (AMPERA)
Nomor Urut 4 adalah pasangan H.Jusuf SK dan Luther Kombong (JULU)
Masyarakat Kalimantan Timur hanya berharap siapapun yang terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur untuk masa bakti 2008-2013 tidak ingkar terhadap janji-janji yang pernah diucapkan pada saat kampanye.
Kemudian, kepada seluruh pendukung dan tim sukses masing-masing pasangan, (ini yang paling penting) diharap untuk bisa menerima kekalahan dan setelah selesai pemilihan gubernur kembali lagi beraktifitas sebagai mana biasa dan tetap saling menjaga hubungan silaturahim antar sesama masyarakat, walaupun selama masa kampanye berbeda dukungan.
Sekali lagi, menjaga situasi dan kondisi Kalimantan Timur yang normal, aman, damai dan tentram, jauh lebih penting dari pada mendapatkan pasangan gubernur dan wakil gubernur tetapi masyarakat dalam keadaan suasana ketakutan, ketidak-amanan, kekacauan apalagi anarkis.(ay1)

Selasa, 20 Mei 2008

PW Muhammadiyah Kaltim selenggarakan RAPIMWIL

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur telah menyelenggarakan Rapat Pimpinan Tingkat Wilayah (RAPIMWIL) I Tahun 2008 selama dua hari yaitu tanggal 14-15 Jumadil Ula 1429 Hijrah bertepatan tanggal 19-20 Mei 2008 Miladiyah yang bertempat di Komplek Perguruan Tinggi Muhammadiyah Jalan Ir.Juanda Samarinda. Adapun thema yang diangkat adalah Memantapkan peran warga Muhammadiyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam pengajian singkat pada pembukaan yang disampaikan oleh Ustadz Samsi Sarman,S.Pd, Ketua PDM Tarakan menyampaikan perlunya sabar dalam beramal dan bergerak di persyarikatan Muhammadiyah. Bahwasanya hanya dengan sabar maka Muhammadiyah bisa berusia menjelang satu abad, bahwa hanya dengan kesabaran Muhammadiyah tidak “terikut arus” pada era awal-awal reformasi tahun 1997, sehingga tetap istiqomah dengan khittahnya tidak menjadi partai politik. Dan dengan sabar pula pengajian-pengajian yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah di kampung-kampung, dan ranting-ranting, masih berjalan walaupun dengan segala kekurangannya.
Rapimwil yang dihadiri oleh PD Muhammadiyah seluruh Kaltimantan Timur ini diagendakan untuk medengarkan Laporan PDM tentang Perkembangan Gerakan Pengajian dan Ranting Muhammadiyah selama dua tahun kepemimpinan. Dan disamping itu akan disampaikan kebijakan menghadapi Pemilu 2009 berupa peluang dan konsekwensi dalam peran politik Muhammadiyah. Kemudian acara dilanjutkan dengan memberikan restu kepada salah seorang kader Muhammadiyah untuk calon DPD pada pemilu tahun 2009 yaitu Bapak Drs.H.Suyatman,S.Pd,M.Pd, M.M.. Acara Rapimwil diakhiri dengan Laporan Pembangunan Masjid Ad Da’wah Muhammadiyah Kalimantan Timur. (ay1)

Senin, 19 Mei 2008

Abdurahman Wahid (Gus Dur) dan Duka Palestina


Illan Pape, sejarawan Israel, pernah memaparkan bagaimana cara yang dilakukan teroris Zionis-Yahudi untuk mengusir bangsa Palestina dari rumah dan kampung mereka di tahun 1948. Kala itu bangsa Palestina masih mendiami sebagian besar tanah airnya, di saat bersamaan, orang-orang Zionis-Yahudi dari segala penjuru dunia didatangkan oleh komplotan teroris Zionis Internasional ke tanah Palestina untuk mengusir orang-orang Palestina dan mendirikan negara Yahudi di sana.
“Salah satu cara orang-orang Yahudi untuk mengusir rakyat Palestina dari tanah dan kampungnya adalah dengan mengepung desa mereka dari tiga arah. Satu arah dibiarkan terbuka. Setelah dari tiga sisi dikepung, orang-orang Yahudi yang bersenjata itu menembaki orang-orang Palestina, siapa saja. Tujuannya adalah untuk menimbulkan ketakutan sehingga mereka, orang-orang Palestina itu, keluar dari rumah-rumah mereka dan meninggalkan kampung mereka. Cara-cara ini biasa dilakukan pada malam hari tatkala orang-orang Palestina tengah terlelap sehingga ketika mereka berlari meninggalkan rumahnya, mereka tidak membawa bekal apa pun.”
“Setelah desa berhasil dikosongkan, maka orang-orang Yahudi itu saat itu juga menduduki wilayah tersebut dan mengklaim tanah itu sebagai tanah milik orang Yahudi. The Homeland.”
“Selain cara mengepung dari tiga arah, orang-orang Yahudi juga menggunakan cara pengepungan empat arah. Jika cara ini yang dipakai maka yang terjadi adalah pembantaian terhadap seisi desa. Orang-orang Palestina, besar-kecil, tua-muda, dibantai dan dibunuh. Setelah semuanya menemui ajal, maka desa itu pun diduduki oleh orang-orang Yahudi dan diberi nama dengan bahasa Ibrani, ” ujar Pape yang atas kejujurannya ini menuai kecaman dari banyak tokoh Israel dan dianggap sebagai sangat berlebihan.
Di saat-saat itu, ada tiga organisasi teroris Israel yang terkenal yakni Stern, Haganah, dan Irgun. Dengan cara teror, pembantaian, pemerkosaan, kriminal, inilah “negara” Israel didirikan. Dan ironisnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa merestuinya. Padahal, apa yang dilakukan Israel adalah ilegal dan kriminal.
Dur Peringati Berdirinya “Negara” Israel
Sepanjang tahun, setiap Mei dirayakan oleh orang-orang Palestina dan juga orang-orang Israel. Bangsa Palestina memperingati sebagai momentum pengusiran mereka dari tanah airnya (Palestine Nakba), sebuah momentum yang sangat pedih dan pahit, yang harus dibayar dengan nyawa dan darah jutaan bangsa Palestina sampai sekarang.
Sedang orang-orang Zionis-Israel merayakannya dengan penuh sukacita dan menganggap momentum itu sebagai hari kemerdekaan bagi negara mereka.
Orang waras yang tidak pernah makan bangku sekolahan pun, asal masih punya nurani, akan berdiri di sisi bangsa Palestina dan mengecam orang-orang Israel. Tapi sayangnya, seorang Abdurahman Wahid malah memilih bersama orang-orang Israel. Bahkan Dur menyatakan akan menghadiri peringatan hari kemerdekaan “Negara” Israel.
Dur pun pergi ke Amerika Serikat memenuhi undangan organisasi Zionis Yahudi “Simon Wiesenthal Center” untuk menerima penghargaan The Jewish Medal of Varlor, sebuah medali penghargaan bagi orang-orang yang terbukti berani menjadi tameng bagi kepentingan Zionis-Yahudi di dunia.
Dalam wawancara dengan Hidayatullah, tokoh HAMAS Musa Abdul Marzuq mengomentari kelakuan Dur ini dengan mengatakan, “Sungguh memalukan! Ini sama saja dengan merayakan dan mensyukuri pembantaian yang menimpa rakyat Palestina yang dilakukan oleh kaum Zionis-Israel!” Namun apa pun yang terjadi, ya inilah sosok Dur. (rz)(www.eramuslim)

Minggu, 18 Mei 2008

20 Mei Bukan Hari Kebangkitan Nasional


Kelahiran organisasi Boedhi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 sesungguhnya amat tidak patut dan tidak pantas diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional, karena organisasi ini mendukung penjajahan Belanda, sama sekali tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka, a-nasionalis, anti agama, dan bahkan sejumlah tokohnya merupakan anggota Freemasonry Belanda (Vritmejselareen).
Dipilihnya tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, sesungguhnya merupakan suatu penghinaan terhadap esensi perjuangan merebut kemerdekaan yang diawali oleh tokoh-tokoh Islam yang dilakukan oleh para penguasa sekular. Karena organisasi Syarikat Islam (SI) yang lahir terlebih dahulu dari Boedhi Oetomo (BO), yakni pada tahun 1905, yang jelas-jelas bersifat nasionalis, menentang penjajah Belanda, dan mencita-citakan Indonesia merdeka, tidak dijadikan tonggak kebangkitan nasional.
Mengapa BO yang terang-terangan antek penjajah Belanda, mendukung penjajahan Belanda atas Indonesia, a-nasionalis, tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka, dan anti-agama malah dianggap sebagai tonggak kebangkitan bangsa? Ini jelas kesalahan yang teramat nyata.
Anehnya, hal ini sama sekali tidak dikritisi oleh tokoh-tokoh Islam kita. Bahkan secara menyedihkan ada sejumlah tokoh Islam dan para Ustadz selebritis yang ikut-ikutan merayakan peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei di berbagai event. Mereka ini sebenarnya telah melakukan sesuatu tanpa memahami esensi di balik hal yang dilakukannya. Rasulullah SAW telah mewajibkan umatnya untuk bersikap: “Ilmu qabla amal” (Ilmu sebelum mengamalkan), yang berarti umat Islam wajib mengetahui duduk-perkara sesuatu hal secara benar sebelum mengerjakannya.
Bahkan Sayyid Quthb di dalam karyanya “Tafsir Baru Atas Realitas” (1996) menyatakan orang-orang yang mengikuti sesuatu tanpa pengetahuan yang cukup adalah sama dengan orang-orang jahiliyah, walau orang itu mungkin seorang ustadz bahkan profesor. Jangan sampai kita “Fa Innahu Minhum” (kita menjadi golongan mereka) terhadap kejahiliyahan.
Agar kita tidak terperosok berkali-kali ke dalam lubang yang sama, sesuatu yang bahkan tidak pernah dilakukan seekor keledai sekali pun, ada baiknya kita memahami siapa sebenarnya Boedhi Oetomo itu.
Pendukung Penjajahan Belanda
Akhir Februari 2003, sebuah amplop besar pagi-pagi telah tergeletak di atas meja kerja penulis. Pengirimnya KH. Firdaus AN, mantan Ketua Majelis Syuro Syarikat Islam kelahiran Maninjau tahun 1924. Di dalam amplop coklat itu, tersembul sebuah buku berjudul “Syarikat Islam Bukan Budi Utomo: Meluruskan Sejarah Pergerakan Bangsa” karya si pengirim. Di halaman pertama, KH. Firdaus AN menulis: “Hadiah kenang-kenangan untuk Ananda Rizki Ridyasmara dari Penulis, Semoga Bermanfaat!” Di bawah tanda tangan beliau tercantum tanggal 20. 2. 2003.
KH. Firdaus AN telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Namun pertemuan-pertemuan dengan beliau, berbagai diskusi dan obrolan ringan antara penulis dengan beliau, masih terbayang jelas seolah baru kemarin terjadi. Selain topik pengkhianatan the founding-fathers bangsa ini yang berakibat dihilangkannya tujuh buah kata dalam Mukadimmah UUD 1945, topik diskusi lainnya yang sangat konsern beliau bahas adalah tentang Boedhi Oetomo.
“BO tidak memiliki andil sedikit pun untuk perjuangan kemerdekan, karena mereka para pegawai negeri yang digaji Belanda untuk mempertahankan penjajahan yang dilakukan tuannya atas Indonesia. Dan BO tidak pula turut serta mengantarkan bangsa ini ke pintu gerbang kemedekaan, karena telah bubar pada tahun 1935. BO adalah organisasi sempit, lokal dan etnis, di mana hanya orang Jawa dan Madura elit yang boleh menjadi anggotanya. Orang Betawi saja tidak boleh menjadi anggotanya, ” tegas KH. Firdaus AN.
BO didirikan di Jakarta tanggal 20 Mei 1908 atas prakarsa para mahasiswa kedokteran STOVIA, Soetomo dan kawan-kawan. Perkumpulan ini dipimpin oleh para ambtenaar, yakni para pegawai negeri yang setia terhadap pemerintah kolonial Belanda. BO pertama kali diketuai oleh Raden T. Tirtokusumo, Bupati Karanganyar kepercayaan Belanda, yang memimpin hingga tahun 1911. Kemudian dia diganti oleh Pangeran Aryo Notodirodjo dari Keraton Paku Alam Yogyakarta yang digaji oleh Belanda dan sangat setia dan patuh pada induk semangnya.
Di dalam rapat-rapat perkumpulan dan bahkan di dalam penyusunan anggaran dasar organisasi, BO menggunakan bahasa Belanda, bukan bahasa Indonesia. “Tidak pernah sekali pun rapat BO membahas tentang kesadaran berbangsa dan bernegara yang merdeka. Mereka ini hanya membahas bagaimana memperbaiki taraf hidup orang-orang Jawa dan Madura di bawah pemerintahan Ratu Belanda, memperbaiki nasib golongannya sendiri, dan menjelek-jelekkan Islam yang dianggapnya sebagai batu sandungan bagi upaya mereka, ” papar KH. Firdaus AN.
Di dalam Pasal 2 Anggaran Dasar BO tertulis “Tujuan organisasi untuk menggalang kerjasama guna memajukan tanah dan bangsa Jawa dan Madura secara harmonis. ” Inilah tujuan BO, bersifat Jawa-Madura sentris, sama sekali bukan kebangsaan.
Noto Soeroto, salah seorang tokoh BO, di dalam satu pidatonya tentang Gedachten van Kartini alsrichtsnoer voor de Indische Vereniging berkata: “Agama Islam merupakan batu karang yang sangat berbahaya... Sebab itu soal agama harus disingkirkan, agar perahu kita tidak karam dalam gelombang kesulitan. ”
Sebuah artikel di “Suara Umum”, sebuah media massa milik BO di bawah asuhan Dr. Soetomo terbitan Surabaya, dikutip oleh A. Hassan di dalam Majalah “Al-Lisan” terdapat tulisan yang antara lain berbunyi, “Digul lebih utama daripada Makkah”, “Buanglah Ka’bah dan jadikanlah Demak itu Kamu Punya Kiblat!” (M. S) Al-Lisan nomor 24, 1938.
Karena sifatnya yang tunduk pada pemerintahan kolonial Belanda, maka tidak ada satu pun anggota BO yang ditangkap dan dipenjarakan oleh Belanda. Arah perjuangan BO yang sama sekali tidak berasas kebangsaan, melainkan chauvinisme sempit sebatas memperjuangkan Jawa dan Madura saja telah mengecewakan dua tokoh besar BO sendiri, yakni Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo, sehingga keduanya hengkang dari BO.
Bukan itu saja, di belakang BO pun terdapat fakta yang mencengangkan. Ketua pertama BO yakni Raden Adipati Tirtokusumo, Bupati Karanganyar, ternyata adalah seorang anggota Freemasonry. Dia aktif di Loge Mataram sejak tahun 1895.
Sekretaris BO (1916), Boediardjo, juga seorang Mason yang mendirikan cabangnya sendiri yang dinamakan Mason Boediardjo. Hal ini dikemukakan dalam buku “Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962” (Dr. Th. Stevens), sebuah buku yang dicetak terbatas dan hanya diperuntukan bagi anggota Mason Indonesia.Dalam tulisan kedua akan dibahas mengenai organisasi kebangsaan pertama di Indonesia, Syarikat Islam, yang telah berdiri tiga tahun sebelum BO, dan perbandinganya dengan BO, sehingga kita dengan akal yang jernih bisa menilai bahwa Hari Kebangkitan Nasional seharusnya mengacu pada kelahiran SI pada tanggal 16 Oktober 1905, sama sekali bukan 20 Mei 1908.

Telah dipaparkan betapa organisasi Boedhi Oetomo (BO) sama sekali tidak pantas dijadikan tonggak kebangkitan nasional. Karena BO tidak pernah membahas kebangsaan dan nasionalisme, mendukung penjajahan Belanda atas Indonesia, anti agama, dan bahkan sejumlah tokohnya ternyata anggota Freemasonry. Ini semua mengecewakan dua pendiri BO sendiri yakni Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo, sehingga keduanya akhirnya hengkang dari BO.
Tiga tahun sebelum BO dibentuk, Haji Samanhudi dan kawan-kawan mendirikan Syarikat Islam (SI, awalnya Syarikat Dagang Islam, SDI) di Solo pada tanggal 16 Oktober 1905. “Ini merupakan organisasi Islam yang terpanjang dan tertua umurnya dari semua organisasi massa di tanah air Indonesia, ” tulis KH. Firdaus AN.
Berbeda dengan BO yang hanya memperjuangkan nasib orang Jawa dan Madura—juga hanya menerima keanggotaan orang Jawa dan Madura, sehingga para pengurusnya pun hanya terdiri dari orang-orang Jawa dan Madura—sifat SI lebih nasionalis. Keanggotaan SI terbuka bagi semua rakyat Indonesia yang mayoritas Islam. Sebab itu, susunan para pengurusnya pun terdiri dari berbagai macam suku seperti: Haji Samanhudi dan HOS. Tjokroaminoto berasal dari Jawa Tengah dan Timur, Agus Salim dan Abdoel Moeis dari Sumatera Barat, dan AM. Sangaji dari Maluku.
Guna mengetahui perbandingan antara kedua organisasi tersebut—SI dan BO—maka di bawah ini dipaparkan perbandingan antara keduanya:
Tujuan: - SI bertujuan Islam Raya dan Indonesia Raya, - BO bertujuan menggalang kerjasama guna memajukan Jawa-Madura (Anggaran Dasar BO Pasal 2).
Sifat: - SI bersifat nasional untuk seluruh bangsa Indonesia, - BO besifat kesukuan yang sempit, terbatas hanya Jawa-Madura,
Bahasa: - SI berbahasa Indonesia, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Indonesia, - BO berbahasa Belanda, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Belanda
Sikap Terhadap Belanda: - SI bersikap non-koperatif dan anti terhadap penjajahan kolonial Belanda, - BO bersikap menggalang kerjasama dengan penjajah Belanda karena sebagian besar tokoh-tokohnya terdiri dari kaum priyayi pegawai pemerintah kolonial Belanda,
Sikap Terhadap Agama: - SI membela Islam dan memperjuangkan kebenarannya, - BO bersikap anti Islam dan anti Arab (dibenarkna oleh sejarawan Hamid Algadrie dan Dr. Radjiman)
Perjuangan Kemerdekaan: - SI memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan mengantar bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan, - BO tidak pernah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan telah membubarkan diri tahun 1935, sebab itu tidak mengantarkan bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan,
Korban Perjuangan: - Anggota SI berdesak-desakan masuk penjara, ditembak mati oleh Belanda, dan banyak anggotanya yang dibuang ke Digul, Irian Barat, - Anggota BO tidak ada satu pun yang masuk penjara, apalagi ditembak dan dibuang ke Digul,
Kerakyatan: - SI bersifat kerakyatan dan kebangsaan, - BO bersifat feodal dan keningratan,
Melawan Arus: - SI berjuang melawan arus penjajahan, - BO menurutkan kemauan arus penjajahan,
Kelahiran: - SI (SDI) lahir 3 tahun sebelum BO yakni 16 Oktober 1905, - BO baru lahir pada 20 Mei 1908,
Seharusnya 16 Oktober Hari Kebangkitan Nasional yang sejak tahun 1948 kadung diperingati setiap tanggal 20 Mei sepanjang tahun, seharusnya dihapus dan digantikan dengan tanggal 16 Oktober, hari berdirinya Syarikat Islam. Hari Kebangkitan Nasional Indonesia seharusnya diperingati tiap tanggal 16 Oktober, bukan 20 Mei. Tidak ada alasan apa pun yang masuk akal dan logis untuk menolak hal ini.
Jika kesalahan tersebut masih saja dilakukan, bahkan dilestarikan, maka saya khawatir bahwa jangan-jangan kesalahan tersebut disengaja. Saya juga khawatir, jangan-jangan kesengajaan tersebut dilakukan oleh para pejabat bangsa ini yang sesungguhnya anti Islam dan a-historis.Jika keledai saja tidak terperosok ke lubang yang sama hingga dua kali, maka sebagai bangsa yang besar, bangsa Indonesia seharusnya mulai hari ini juga menghapus tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, dan melingkari besar-besar tanggal 16 Oktober dengan spidol merah dengan catatan “Hari Kebangkitan Nasional”. (Rizki Ridyasmara/www.era muslim.com)

Rabu, 14 Mei 2008

PROFESSOR TERMUDA

Nelson Tansu meraih gelar Profesor di bidang Electrical Engineering di
Amerika sebelum berusia 30 tahun. Karena last name-nya mirip nama
Jepang, banyak petinggi Jepang yang mengajaknya "pulang ke epang" untuk
membangun Jepang. Tapi Prof. Tansu mengatakan kalau dia adalah pemegang
paspor hijau berlogo Garuda Pancasila. Namun demikian, ia belum mau
pulang ke Indonesia . Kenapa?

Nelson Tansu lahir di Medan ,20 October 1977. Lulusan terbaik dari SMA
Sutomo 1 Medan. Pernah menjadi finalis team Indonesia di Olimpiade Fisika.
Meraih gelar Sarjana dari Wisconsin University pada bidang Applied
Mathematics, Electrical Engineering and Physics (AMEP) yang ditempuhnya
hanya dalam 2 tahun 9 bulan, dan dengan predikat Summa Cum Laude.
Kemudian meraih gelar Master pada bidang yang sama, dan meraih gelar Doktor
(Ph.D) di bidang Electrical Engineering pada usia 26 tahun. Ia mengaku orang
tuanya hanya membiayai-nya hingga sarjana saja. Selebihnya, ia dapat
dari beasiswa hingga meraih gelar Doktorat. Dia juga merupakan orang
Indonesia pertama yang menjadi Profesor di Lehigh University tempatnya bekerja
sekarang.

Thesis Doktorat-nya mendapat award sebagai "The 2003 Harold A. Peterson
Best ECE Research Paper Award" mengalahkan 300 thesis Doktorat lainnya.
Secara total, ia sudah menerima 11 scientific award di tingkat
internasional, sudah mempublikasikan lebih 80 karya di berbagai journal
internasional dan saat ini adalah visiting professor di 18 perguruan
tinggi dan institusi riset. Ia juga aktif diundang sebagai pembicara di
berbagai even internasional di Amerika, Kanada, Eropa dan Asia .
Karena namanya mirip dengan bekas Perdana Menteri Turki, Tansu Ciller,
dan juga mirip nama Jepang, Tansu, maka pihak Turki dan Jepang banyak yang
mencoba membajaknya untuk "pulang". Tapi dia selalu menjelaskan kalau
dia adalah orang Indonesia . Hingga kini ia tetap memegang paspor hijau
berlogo Garuda Pancasila dan tidak menjadi warga negara Amerika Serikat.
Ia cinta Indonesia katanya. Tetapi, melihat atmosfir riset yang sangat
mendukung di Amerika , ia menyatakan belum mau pulang dan bekerja di
Indonesia . Bukan apa-apa, harus kita akui bahwa Indonesia terlalu kecil
untuk ilmuwan sekaliber Prof. Nelson Tansu.

Ia juga menyatakan bahwa di Amerika, ilmuwan dan dosen adalah profesi
yang sangat dihormati di masyarakat. Ia tidak melihat hal demikian di
Indonesia. Ia menyatakan bahwa penghargaan bagi ilmuwan dan dosen di Indonesia
adalah rendah. Lihat saja penghasilan yang didapat dari kampus. Tidak
cukup untuk membiayai keluarga si peneliti/dosen. Akibatnya, seorang
dosen harus mengambil pekerjaan lain, sebagai konsultan di sektor swasta,
mengajar di banyak perguruan tinggi, dan sebagianya. Dengan demikian,
seorang dosen tidak punya waktu lagi untuk melakkukan riset dan membuat
publikasi ilmiah. Bagaimana perguruan tinggi Indonesia bisa dikenal di
luar negeri jika tidak pernah menghasilkan publikasi ilmiah secara
internasional?

Prof. Tansu juga menjelaskan kalau di US atau Singapore ,gaji seorang
profesor adalah 18-30 kali lipat lebih dari gaji professor di Indonesia.
Sementara, biaya hidup di Indonesia cuma lebih murah 3 kali saja. Maka
itu, ia mengatakan adalah sangat wajar jika seorang profesor lebih
memilih untuk tidak bekerja di Indonesia. Panggilan seorang profesor atau dosen
adalah untuk meneliti dan membuat publikasi ilmiah, tapi bagaimana
mungkin bisa ia lakukan jika ia sendiri sibuk "cari makan".(yoga_eb@ yahoo.com.)

Kamis, 08 Mei 2008

bisnis di internet, apa benar-benar ada?

Coba-coba belajar bisnis di internet, makanya kepada siapa saja yang merasa tertarik bisa mengunjungi
http://www.formulabisnis.com/?id=amirhady