Salurkan Infaq Anda untuk PEMBANGUNAN GEDUNG MADRASAH DINIYAH MUHAMMADIYAH SIDOMULYO KEC.ANGGANA KAB.KUKAR melalui: BRI UNIT ANGGANA No. Rek. 4565.01.003179.53.3 a.n. PIMPINAN CABANG MUHAMMADIYAH ANGGANA

AmirHady RadioOnline

Free Shoutcast HostingRadio Stream Hosting

lazada

Minggu, 25 Mei 2008

PEMILIHAN GUBERNUR KALIMANTAN TIMUR


Besok hari senin tanggal 26 Mei 2008, merupakan sejarah baru bagi propinsi Kalimantan Timur, dimana penentuan Gubernur yang akan memimpin propinsi ini akan ditentukan dengan cara Pemilihan Langsung, artinya rakyat Kalimantan Timur lah yang langsung memilih dari empat pasangan calon yang telah melakukan kampanye beberapa hari yang lalu. Kalau dulu yang menentukan dan memilih Gubernur adalah hanya para anggota DPRD yang jumlahnya tidak lebih dari 50 orang, sebagai perwakilan dari rakyat seluruh propinsi, maka sekarang seluruh rakyat atau masyarakat yang langsung memilih di tempat-tempat pemungutan suara.
Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kalimantan Timur menetapkan empat pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur untuk dipilih, yaitu :
Nomor Urut 1 adalah pasangan H.Awang Faroek Ishak dan H.Farid Wadjdy (AFI)
Nomor Urut 2 adalah pasangan H.Nusyirwan Ismail dan H.Heru Bambang (NUSA HEBAT)
Nomor Urut 3 adalah pasangan H.Ahmad Amin dan H.Hadi Mulyadi (AMPERA)
Nomor Urut 4 adalah pasangan H.Jusuf SK dan Luther Kombong (JULU)
Masyarakat Kalimantan Timur hanya berharap siapapun yang terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur untuk masa bakti 2008-2013 tidak ingkar terhadap janji-janji yang pernah diucapkan pada saat kampanye.
Kemudian, kepada seluruh pendukung dan tim sukses masing-masing pasangan, (ini yang paling penting) diharap untuk bisa menerima kekalahan dan setelah selesai pemilihan gubernur kembali lagi beraktifitas sebagai mana biasa dan tetap saling menjaga hubungan silaturahim antar sesama masyarakat, walaupun selama masa kampanye berbeda dukungan.
Sekali lagi, menjaga situasi dan kondisi Kalimantan Timur yang normal, aman, damai dan tentram, jauh lebih penting dari pada mendapatkan pasangan gubernur dan wakil gubernur tetapi masyarakat dalam keadaan suasana ketakutan, ketidak-amanan, kekacauan apalagi anarkis.(ay1)

Selasa, 20 Mei 2008

PW Muhammadiyah Kaltim selenggarakan RAPIMWIL

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur telah menyelenggarakan Rapat Pimpinan Tingkat Wilayah (RAPIMWIL) I Tahun 2008 selama dua hari yaitu tanggal 14-15 Jumadil Ula 1429 Hijrah bertepatan tanggal 19-20 Mei 2008 Miladiyah yang bertempat di Komplek Perguruan Tinggi Muhammadiyah Jalan Ir.Juanda Samarinda. Adapun thema yang diangkat adalah Memantapkan peran warga Muhammadiyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam pengajian singkat pada pembukaan yang disampaikan oleh Ustadz Samsi Sarman,S.Pd, Ketua PDM Tarakan menyampaikan perlunya sabar dalam beramal dan bergerak di persyarikatan Muhammadiyah. Bahwasanya hanya dengan sabar maka Muhammadiyah bisa berusia menjelang satu abad, bahwa hanya dengan kesabaran Muhammadiyah tidak “terikut arus” pada era awal-awal reformasi tahun 1997, sehingga tetap istiqomah dengan khittahnya tidak menjadi partai politik. Dan dengan sabar pula pengajian-pengajian yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah di kampung-kampung, dan ranting-ranting, masih berjalan walaupun dengan segala kekurangannya.
Rapimwil yang dihadiri oleh PD Muhammadiyah seluruh Kaltimantan Timur ini diagendakan untuk medengarkan Laporan PDM tentang Perkembangan Gerakan Pengajian dan Ranting Muhammadiyah selama dua tahun kepemimpinan. Dan disamping itu akan disampaikan kebijakan menghadapi Pemilu 2009 berupa peluang dan konsekwensi dalam peran politik Muhammadiyah. Kemudian acara dilanjutkan dengan memberikan restu kepada salah seorang kader Muhammadiyah untuk calon DPD pada pemilu tahun 2009 yaitu Bapak Drs.H.Suyatman,S.Pd,M.Pd, M.M.. Acara Rapimwil diakhiri dengan Laporan Pembangunan Masjid Ad Da’wah Muhammadiyah Kalimantan Timur. (ay1)

Senin, 19 Mei 2008

Abdurahman Wahid (Gus Dur) dan Duka Palestina


Illan Pape, sejarawan Israel, pernah memaparkan bagaimana cara yang dilakukan teroris Zionis-Yahudi untuk mengusir bangsa Palestina dari rumah dan kampung mereka di tahun 1948. Kala itu bangsa Palestina masih mendiami sebagian besar tanah airnya, di saat bersamaan, orang-orang Zionis-Yahudi dari segala penjuru dunia didatangkan oleh komplotan teroris Zionis Internasional ke tanah Palestina untuk mengusir orang-orang Palestina dan mendirikan negara Yahudi di sana.
“Salah satu cara orang-orang Yahudi untuk mengusir rakyat Palestina dari tanah dan kampungnya adalah dengan mengepung desa mereka dari tiga arah. Satu arah dibiarkan terbuka. Setelah dari tiga sisi dikepung, orang-orang Yahudi yang bersenjata itu menembaki orang-orang Palestina, siapa saja. Tujuannya adalah untuk menimbulkan ketakutan sehingga mereka, orang-orang Palestina itu, keluar dari rumah-rumah mereka dan meninggalkan kampung mereka. Cara-cara ini biasa dilakukan pada malam hari tatkala orang-orang Palestina tengah terlelap sehingga ketika mereka berlari meninggalkan rumahnya, mereka tidak membawa bekal apa pun.”
“Setelah desa berhasil dikosongkan, maka orang-orang Yahudi itu saat itu juga menduduki wilayah tersebut dan mengklaim tanah itu sebagai tanah milik orang Yahudi. The Homeland.”
“Selain cara mengepung dari tiga arah, orang-orang Yahudi juga menggunakan cara pengepungan empat arah. Jika cara ini yang dipakai maka yang terjadi adalah pembantaian terhadap seisi desa. Orang-orang Palestina, besar-kecil, tua-muda, dibantai dan dibunuh. Setelah semuanya menemui ajal, maka desa itu pun diduduki oleh orang-orang Yahudi dan diberi nama dengan bahasa Ibrani, ” ujar Pape yang atas kejujurannya ini menuai kecaman dari banyak tokoh Israel dan dianggap sebagai sangat berlebihan.
Di saat-saat itu, ada tiga organisasi teroris Israel yang terkenal yakni Stern, Haganah, dan Irgun. Dengan cara teror, pembantaian, pemerkosaan, kriminal, inilah “negara” Israel didirikan. Dan ironisnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa merestuinya. Padahal, apa yang dilakukan Israel adalah ilegal dan kriminal.
Dur Peringati Berdirinya “Negara” Israel
Sepanjang tahun, setiap Mei dirayakan oleh orang-orang Palestina dan juga orang-orang Israel. Bangsa Palestina memperingati sebagai momentum pengusiran mereka dari tanah airnya (Palestine Nakba), sebuah momentum yang sangat pedih dan pahit, yang harus dibayar dengan nyawa dan darah jutaan bangsa Palestina sampai sekarang.
Sedang orang-orang Zionis-Israel merayakannya dengan penuh sukacita dan menganggap momentum itu sebagai hari kemerdekaan bagi negara mereka.
Orang waras yang tidak pernah makan bangku sekolahan pun, asal masih punya nurani, akan berdiri di sisi bangsa Palestina dan mengecam orang-orang Israel. Tapi sayangnya, seorang Abdurahman Wahid malah memilih bersama orang-orang Israel. Bahkan Dur menyatakan akan menghadiri peringatan hari kemerdekaan “Negara” Israel.
Dur pun pergi ke Amerika Serikat memenuhi undangan organisasi Zionis Yahudi “Simon Wiesenthal Center” untuk menerima penghargaan The Jewish Medal of Varlor, sebuah medali penghargaan bagi orang-orang yang terbukti berani menjadi tameng bagi kepentingan Zionis-Yahudi di dunia.
Dalam wawancara dengan Hidayatullah, tokoh HAMAS Musa Abdul Marzuq mengomentari kelakuan Dur ini dengan mengatakan, “Sungguh memalukan! Ini sama saja dengan merayakan dan mensyukuri pembantaian yang menimpa rakyat Palestina yang dilakukan oleh kaum Zionis-Israel!” Namun apa pun yang terjadi, ya inilah sosok Dur. (rz)(www.eramuslim)

Minggu, 18 Mei 2008

20 Mei Bukan Hari Kebangkitan Nasional


Kelahiran organisasi Boedhi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 sesungguhnya amat tidak patut dan tidak pantas diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional, karena organisasi ini mendukung penjajahan Belanda, sama sekali tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka, a-nasionalis, anti agama, dan bahkan sejumlah tokohnya merupakan anggota Freemasonry Belanda (Vritmejselareen).
Dipilihnya tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, sesungguhnya merupakan suatu penghinaan terhadap esensi perjuangan merebut kemerdekaan yang diawali oleh tokoh-tokoh Islam yang dilakukan oleh para penguasa sekular. Karena organisasi Syarikat Islam (SI) yang lahir terlebih dahulu dari Boedhi Oetomo (BO), yakni pada tahun 1905, yang jelas-jelas bersifat nasionalis, menentang penjajah Belanda, dan mencita-citakan Indonesia merdeka, tidak dijadikan tonggak kebangkitan nasional.
Mengapa BO yang terang-terangan antek penjajah Belanda, mendukung penjajahan Belanda atas Indonesia, a-nasionalis, tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka, dan anti-agama malah dianggap sebagai tonggak kebangkitan bangsa? Ini jelas kesalahan yang teramat nyata.
Anehnya, hal ini sama sekali tidak dikritisi oleh tokoh-tokoh Islam kita. Bahkan secara menyedihkan ada sejumlah tokoh Islam dan para Ustadz selebritis yang ikut-ikutan merayakan peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei di berbagai event. Mereka ini sebenarnya telah melakukan sesuatu tanpa memahami esensi di balik hal yang dilakukannya. Rasulullah SAW telah mewajibkan umatnya untuk bersikap: “Ilmu qabla amal” (Ilmu sebelum mengamalkan), yang berarti umat Islam wajib mengetahui duduk-perkara sesuatu hal secara benar sebelum mengerjakannya.
Bahkan Sayyid Quthb di dalam karyanya “Tafsir Baru Atas Realitas” (1996) menyatakan orang-orang yang mengikuti sesuatu tanpa pengetahuan yang cukup adalah sama dengan orang-orang jahiliyah, walau orang itu mungkin seorang ustadz bahkan profesor. Jangan sampai kita “Fa Innahu Minhum” (kita menjadi golongan mereka) terhadap kejahiliyahan.
Agar kita tidak terperosok berkali-kali ke dalam lubang yang sama, sesuatu yang bahkan tidak pernah dilakukan seekor keledai sekali pun, ada baiknya kita memahami siapa sebenarnya Boedhi Oetomo itu.
Pendukung Penjajahan Belanda
Akhir Februari 2003, sebuah amplop besar pagi-pagi telah tergeletak di atas meja kerja penulis. Pengirimnya KH. Firdaus AN, mantan Ketua Majelis Syuro Syarikat Islam kelahiran Maninjau tahun 1924. Di dalam amplop coklat itu, tersembul sebuah buku berjudul “Syarikat Islam Bukan Budi Utomo: Meluruskan Sejarah Pergerakan Bangsa” karya si pengirim. Di halaman pertama, KH. Firdaus AN menulis: “Hadiah kenang-kenangan untuk Ananda Rizki Ridyasmara dari Penulis, Semoga Bermanfaat!” Di bawah tanda tangan beliau tercantum tanggal 20. 2. 2003.
KH. Firdaus AN telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Namun pertemuan-pertemuan dengan beliau, berbagai diskusi dan obrolan ringan antara penulis dengan beliau, masih terbayang jelas seolah baru kemarin terjadi. Selain topik pengkhianatan the founding-fathers bangsa ini yang berakibat dihilangkannya tujuh buah kata dalam Mukadimmah UUD 1945, topik diskusi lainnya yang sangat konsern beliau bahas adalah tentang Boedhi Oetomo.
“BO tidak memiliki andil sedikit pun untuk perjuangan kemerdekan, karena mereka para pegawai negeri yang digaji Belanda untuk mempertahankan penjajahan yang dilakukan tuannya atas Indonesia. Dan BO tidak pula turut serta mengantarkan bangsa ini ke pintu gerbang kemedekaan, karena telah bubar pada tahun 1935. BO adalah organisasi sempit, lokal dan etnis, di mana hanya orang Jawa dan Madura elit yang boleh menjadi anggotanya. Orang Betawi saja tidak boleh menjadi anggotanya, ” tegas KH. Firdaus AN.
BO didirikan di Jakarta tanggal 20 Mei 1908 atas prakarsa para mahasiswa kedokteran STOVIA, Soetomo dan kawan-kawan. Perkumpulan ini dipimpin oleh para ambtenaar, yakni para pegawai negeri yang setia terhadap pemerintah kolonial Belanda. BO pertama kali diketuai oleh Raden T. Tirtokusumo, Bupati Karanganyar kepercayaan Belanda, yang memimpin hingga tahun 1911. Kemudian dia diganti oleh Pangeran Aryo Notodirodjo dari Keraton Paku Alam Yogyakarta yang digaji oleh Belanda dan sangat setia dan patuh pada induk semangnya.
Di dalam rapat-rapat perkumpulan dan bahkan di dalam penyusunan anggaran dasar organisasi, BO menggunakan bahasa Belanda, bukan bahasa Indonesia. “Tidak pernah sekali pun rapat BO membahas tentang kesadaran berbangsa dan bernegara yang merdeka. Mereka ini hanya membahas bagaimana memperbaiki taraf hidup orang-orang Jawa dan Madura di bawah pemerintahan Ratu Belanda, memperbaiki nasib golongannya sendiri, dan menjelek-jelekkan Islam yang dianggapnya sebagai batu sandungan bagi upaya mereka, ” papar KH. Firdaus AN.
Di dalam Pasal 2 Anggaran Dasar BO tertulis “Tujuan organisasi untuk menggalang kerjasama guna memajukan tanah dan bangsa Jawa dan Madura secara harmonis. ” Inilah tujuan BO, bersifat Jawa-Madura sentris, sama sekali bukan kebangsaan.
Noto Soeroto, salah seorang tokoh BO, di dalam satu pidatonya tentang Gedachten van Kartini alsrichtsnoer voor de Indische Vereniging berkata: “Agama Islam merupakan batu karang yang sangat berbahaya... Sebab itu soal agama harus disingkirkan, agar perahu kita tidak karam dalam gelombang kesulitan. ”
Sebuah artikel di “Suara Umum”, sebuah media massa milik BO di bawah asuhan Dr. Soetomo terbitan Surabaya, dikutip oleh A. Hassan di dalam Majalah “Al-Lisan” terdapat tulisan yang antara lain berbunyi, “Digul lebih utama daripada Makkah”, “Buanglah Ka’bah dan jadikanlah Demak itu Kamu Punya Kiblat!” (M. S) Al-Lisan nomor 24, 1938.
Karena sifatnya yang tunduk pada pemerintahan kolonial Belanda, maka tidak ada satu pun anggota BO yang ditangkap dan dipenjarakan oleh Belanda. Arah perjuangan BO yang sama sekali tidak berasas kebangsaan, melainkan chauvinisme sempit sebatas memperjuangkan Jawa dan Madura saja telah mengecewakan dua tokoh besar BO sendiri, yakni Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo, sehingga keduanya hengkang dari BO.
Bukan itu saja, di belakang BO pun terdapat fakta yang mencengangkan. Ketua pertama BO yakni Raden Adipati Tirtokusumo, Bupati Karanganyar, ternyata adalah seorang anggota Freemasonry. Dia aktif di Loge Mataram sejak tahun 1895.
Sekretaris BO (1916), Boediardjo, juga seorang Mason yang mendirikan cabangnya sendiri yang dinamakan Mason Boediardjo. Hal ini dikemukakan dalam buku “Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962” (Dr. Th. Stevens), sebuah buku yang dicetak terbatas dan hanya diperuntukan bagi anggota Mason Indonesia.Dalam tulisan kedua akan dibahas mengenai organisasi kebangsaan pertama di Indonesia, Syarikat Islam, yang telah berdiri tiga tahun sebelum BO, dan perbandinganya dengan BO, sehingga kita dengan akal yang jernih bisa menilai bahwa Hari Kebangkitan Nasional seharusnya mengacu pada kelahiran SI pada tanggal 16 Oktober 1905, sama sekali bukan 20 Mei 1908.

Telah dipaparkan betapa organisasi Boedhi Oetomo (BO) sama sekali tidak pantas dijadikan tonggak kebangkitan nasional. Karena BO tidak pernah membahas kebangsaan dan nasionalisme, mendukung penjajahan Belanda atas Indonesia, anti agama, dan bahkan sejumlah tokohnya ternyata anggota Freemasonry. Ini semua mengecewakan dua pendiri BO sendiri yakni Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo, sehingga keduanya akhirnya hengkang dari BO.
Tiga tahun sebelum BO dibentuk, Haji Samanhudi dan kawan-kawan mendirikan Syarikat Islam (SI, awalnya Syarikat Dagang Islam, SDI) di Solo pada tanggal 16 Oktober 1905. “Ini merupakan organisasi Islam yang terpanjang dan tertua umurnya dari semua organisasi massa di tanah air Indonesia, ” tulis KH. Firdaus AN.
Berbeda dengan BO yang hanya memperjuangkan nasib orang Jawa dan Madura—juga hanya menerima keanggotaan orang Jawa dan Madura, sehingga para pengurusnya pun hanya terdiri dari orang-orang Jawa dan Madura—sifat SI lebih nasionalis. Keanggotaan SI terbuka bagi semua rakyat Indonesia yang mayoritas Islam. Sebab itu, susunan para pengurusnya pun terdiri dari berbagai macam suku seperti: Haji Samanhudi dan HOS. Tjokroaminoto berasal dari Jawa Tengah dan Timur, Agus Salim dan Abdoel Moeis dari Sumatera Barat, dan AM. Sangaji dari Maluku.
Guna mengetahui perbandingan antara kedua organisasi tersebut—SI dan BO—maka di bawah ini dipaparkan perbandingan antara keduanya:
Tujuan: - SI bertujuan Islam Raya dan Indonesia Raya, - BO bertujuan menggalang kerjasama guna memajukan Jawa-Madura (Anggaran Dasar BO Pasal 2).
Sifat: - SI bersifat nasional untuk seluruh bangsa Indonesia, - BO besifat kesukuan yang sempit, terbatas hanya Jawa-Madura,
Bahasa: - SI berbahasa Indonesia, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Indonesia, - BO berbahasa Belanda, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Belanda
Sikap Terhadap Belanda: - SI bersikap non-koperatif dan anti terhadap penjajahan kolonial Belanda, - BO bersikap menggalang kerjasama dengan penjajah Belanda karena sebagian besar tokoh-tokohnya terdiri dari kaum priyayi pegawai pemerintah kolonial Belanda,
Sikap Terhadap Agama: - SI membela Islam dan memperjuangkan kebenarannya, - BO bersikap anti Islam dan anti Arab (dibenarkna oleh sejarawan Hamid Algadrie dan Dr. Radjiman)
Perjuangan Kemerdekaan: - SI memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan mengantar bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan, - BO tidak pernah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan telah membubarkan diri tahun 1935, sebab itu tidak mengantarkan bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan,
Korban Perjuangan: - Anggota SI berdesak-desakan masuk penjara, ditembak mati oleh Belanda, dan banyak anggotanya yang dibuang ke Digul, Irian Barat, - Anggota BO tidak ada satu pun yang masuk penjara, apalagi ditembak dan dibuang ke Digul,
Kerakyatan: - SI bersifat kerakyatan dan kebangsaan, - BO bersifat feodal dan keningratan,
Melawan Arus: - SI berjuang melawan arus penjajahan, - BO menurutkan kemauan arus penjajahan,
Kelahiran: - SI (SDI) lahir 3 tahun sebelum BO yakni 16 Oktober 1905, - BO baru lahir pada 20 Mei 1908,
Seharusnya 16 Oktober Hari Kebangkitan Nasional yang sejak tahun 1948 kadung diperingati setiap tanggal 20 Mei sepanjang tahun, seharusnya dihapus dan digantikan dengan tanggal 16 Oktober, hari berdirinya Syarikat Islam. Hari Kebangkitan Nasional Indonesia seharusnya diperingati tiap tanggal 16 Oktober, bukan 20 Mei. Tidak ada alasan apa pun yang masuk akal dan logis untuk menolak hal ini.
Jika kesalahan tersebut masih saja dilakukan, bahkan dilestarikan, maka saya khawatir bahwa jangan-jangan kesalahan tersebut disengaja. Saya juga khawatir, jangan-jangan kesengajaan tersebut dilakukan oleh para pejabat bangsa ini yang sesungguhnya anti Islam dan a-historis.Jika keledai saja tidak terperosok ke lubang yang sama hingga dua kali, maka sebagai bangsa yang besar, bangsa Indonesia seharusnya mulai hari ini juga menghapus tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, dan melingkari besar-besar tanggal 16 Oktober dengan spidol merah dengan catatan “Hari Kebangkitan Nasional”. (Rizki Ridyasmara/www.era muslim.com)

Rabu, 14 Mei 2008

PROFESSOR TERMUDA

Nelson Tansu meraih gelar Profesor di bidang Electrical Engineering di
Amerika sebelum berusia 30 tahun. Karena last name-nya mirip nama
Jepang, banyak petinggi Jepang yang mengajaknya "pulang ke epang" untuk
membangun Jepang. Tapi Prof. Tansu mengatakan kalau dia adalah pemegang
paspor hijau berlogo Garuda Pancasila. Namun demikian, ia belum mau
pulang ke Indonesia . Kenapa?

Nelson Tansu lahir di Medan ,20 October 1977. Lulusan terbaik dari SMA
Sutomo 1 Medan. Pernah menjadi finalis team Indonesia di Olimpiade Fisika.
Meraih gelar Sarjana dari Wisconsin University pada bidang Applied
Mathematics, Electrical Engineering and Physics (AMEP) yang ditempuhnya
hanya dalam 2 tahun 9 bulan, dan dengan predikat Summa Cum Laude.
Kemudian meraih gelar Master pada bidang yang sama, dan meraih gelar Doktor
(Ph.D) di bidang Electrical Engineering pada usia 26 tahun. Ia mengaku orang
tuanya hanya membiayai-nya hingga sarjana saja. Selebihnya, ia dapat
dari beasiswa hingga meraih gelar Doktorat. Dia juga merupakan orang
Indonesia pertama yang menjadi Profesor di Lehigh University tempatnya bekerja
sekarang.

Thesis Doktorat-nya mendapat award sebagai "The 2003 Harold A. Peterson
Best ECE Research Paper Award" mengalahkan 300 thesis Doktorat lainnya.
Secara total, ia sudah menerima 11 scientific award di tingkat
internasional, sudah mempublikasikan lebih 80 karya di berbagai journal
internasional dan saat ini adalah visiting professor di 18 perguruan
tinggi dan institusi riset. Ia juga aktif diundang sebagai pembicara di
berbagai even internasional di Amerika, Kanada, Eropa dan Asia .
Karena namanya mirip dengan bekas Perdana Menteri Turki, Tansu Ciller,
dan juga mirip nama Jepang, Tansu, maka pihak Turki dan Jepang banyak yang
mencoba membajaknya untuk "pulang". Tapi dia selalu menjelaskan kalau
dia adalah orang Indonesia . Hingga kini ia tetap memegang paspor hijau
berlogo Garuda Pancasila dan tidak menjadi warga negara Amerika Serikat.
Ia cinta Indonesia katanya. Tetapi, melihat atmosfir riset yang sangat
mendukung di Amerika , ia menyatakan belum mau pulang dan bekerja di
Indonesia . Bukan apa-apa, harus kita akui bahwa Indonesia terlalu kecil
untuk ilmuwan sekaliber Prof. Nelson Tansu.

Ia juga menyatakan bahwa di Amerika, ilmuwan dan dosen adalah profesi
yang sangat dihormati di masyarakat. Ia tidak melihat hal demikian di
Indonesia. Ia menyatakan bahwa penghargaan bagi ilmuwan dan dosen di Indonesia
adalah rendah. Lihat saja penghasilan yang didapat dari kampus. Tidak
cukup untuk membiayai keluarga si peneliti/dosen. Akibatnya, seorang
dosen harus mengambil pekerjaan lain, sebagai konsultan di sektor swasta,
mengajar di banyak perguruan tinggi, dan sebagianya. Dengan demikian,
seorang dosen tidak punya waktu lagi untuk melakkukan riset dan membuat
publikasi ilmiah. Bagaimana perguruan tinggi Indonesia bisa dikenal di
luar negeri jika tidak pernah menghasilkan publikasi ilmiah secara
internasional?

Prof. Tansu juga menjelaskan kalau di US atau Singapore ,gaji seorang
profesor adalah 18-30 kali lipat lebih dari gaji professor di Indonesia.
Sementara, biaya hidup di Indonesia cuma lebih murah 3 kali saja. Maka
itu, ia mengatakan adalah sangat wajar jika seorang profesor lebih
memilih untuk tidak bekerja di Indonesia. Panggilan seorang profesor atau dosen
adalah untuk meneliti dan membuat publikasi ilmiah, tapi bagaimana
mungkin bisa ia lakukan jika ia sendiri sibuk "cari makan".(yoga_eb@ yahoo.com.)

Kamis, 08 Mei 2008

bisnis di internet, apa benar-benar ada?

Coba-coba belajar bisnis di internet, makanya kepada siapa saja yang merasa tertarik bisa mengunjungi
http://www.formulabisnis.com/?id=amirhady

Minggu, 23 Maret 2008

KUNJUNGAN SILATURAHIM PWM KALSEL KE PWM KALTIM


Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Selatan dalam rangka menjalin silaturahim, telah mengunjungi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur dari tanggal 20 s.d 24 Maret 2008.Rombongan PWM Kalsel terdiri dari empat orang yang dipimpin langsung oleh Bapak Drs.H.Abijani Alibiji,S.H selaku Ketua PWM Kalsel, dan disambut langsung oleh Bapak dr.H.Agus Sukaca,M.Kes. selaku Ketua PWM Kaltim.Adapun kegiatan selama kunjungan antara lain pertemuan dengan jajaran PWM Kaltim yang dilaksanakan pada hari Jum'at malam. Dalam pertemuan tersebut dihasilkan sebuah gagasan untuk mengadakan pertemuan regional PWM se Kalimantan, dalam rangka saling tukar informasi tentang gerakan dakwah di masing-masing wilayah.Pada hari sabtu (22-3-2008) rombongan PWM Kalsel diajak mengunjungi ranting-ranting Muhammadiyah dan beberapa amal usaha Muhammadiyah yang ada di Samarinda. Dan hari Ahad mengadakan kunjungan ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kutai Kartanegara, dan sorenya menuju Balikpapan.

Kamis, 13 Maret 2008

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun

Telah berpulang ke rahmatullah Bapak H.Iskadar Hutuali (68 th), pada hari selasa pukul 18.00 WITA, dan dikebumikan pada hari rabu di Samarinda.

Beliau adalah Ketua Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur tahun 1985-1990 dan 1990-1995.

Semoga Allah SWT mengampuni dosa beliau, merahmati beliau, dan melapangkan beliau di dalam kubur.

Allahummagfirlahu, warhamhu, wa'afihi, wa'fuanhu

Selasa, 04 Maret 2008

DIKLAT PENGELOLA DAKWAH PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH SAMARINDA

Diantara berbagai msalah yang dihadapi dunia tabligh adalah pertama, kenyataan riil bahwa masyarakat mengalami perubahan dan perkembangan secara terus menerus yang membawa dampak positif maupun negatif bagi kehidupan. Konstalasi masyarakat dewasa ini bahkan lebih jauh berkembang menjadi ultra materialistik dan ultra sekuler, yang tidak hanya berhenti pada dataran konsep cara pandang dabn sikap hidup, meliankan telah melahirkan berbagai nilai baru yang merasuk dalam kehidupan masyarakat muslim. Implikasi dari keadaan ini adalahmasyarakat dan umat telah mengalami patologi dalam berbagai aspek kehidupan. Nilai-nilai agama yang telah mapan, perlahan mengalami kemerosotan yang menyebabkan peningkatan kekacauan hidup secara multi dimensi.
Kedua, pada lingkup tabligh sendiri terdapat adanya berbagao keterbatasan (limitation), jika tidak mau disebut sebagai kelemahan (weakness), seputar dana, manajemen, bentuk,metode dan SDM Tabligh. Pada Kenyataannya tidak setiap pengelola, penggerak atau pelaku tabligh mampu mengantisipasi hal tersebut secara tepat dan proporsional. Untuk itu, Muhammadiyah sebagai Gerakan Dakwah Islam Amar Makruf Nahi Mungkar telah menempatkan atabligh sebagai salah satu gerakan utama persyarikatan. Tabligh diharapkan mampu menjaga faham,kepribadian dan cita-cita hidup Muhammadiyah serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika ini ditempatkan sebagai perspektif, maka segera tampak bahwa tabligh terlepas dari persoalan yang melingkupinya, dimasa mendatang tetap akan menjadi sibghoh dan tumpuan bagi gerak dinamis persyarikatan. Dari sekian persoalan di atas, nampaknya faktor Kualitas SDM (muballigh) menempati posisi sangat penting. Pandangan ini berangkat dari keyakinan bahwa muballigh merupakan subjek utama dalam tabligh, maka menjadi tumpuan bagi pencapaian keberhasilan fungsi-fungsi tabligh. Dari sini muncul asumsi bahwa kualitas profesional muballigh akan sangat menentuakan kualitas tabligh secara keseluruhan.
Dengan pemikiran di atas maka Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Samarinda menyelenggararan Pendidikan dan Latihan Pegelola Dakwah pada hari Ahad tanggal 24 Shafar 1429H atau 2 Maret 2008M di Gedung UPTD Pustekom Diknas Prop Kalimantan Timur, Jl.Biola Samarinda. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan teoritik dan praktik kepada kader di tingkat cabang sehingga memiliki kompetensi profesional dalam menyelenggarakan dan menangani pengajian, pendidikan dan pelatihan di tingkat msing-masing cabang Muhammadiyah.
Adapun materi yang diberikan adalah Metode pengambilan sumber-sumber rujukan oleh Ir.Ki Soeratman Hadiwijaya; Fiqhud Dakwah oleh Siswanto Soenandar; Gerakan Dakwah Muhammadiyah oleh dr.H.Agus Sukaca,M.Kes; Manajemen Pelatihan oleh Drs.H.M.Haiban; Komunikasi Efektif oleh Zaenal Ilmi,S.Ag,M.Si; dan Sistem Perkaderan Muhammadiyah oleh Amir Hady.

Sabtu, 23 Februari 2008

Din Syamsuddin resmikan Gedung Dakwah PDM Kutai Kartanegara


Dalam kesempatan ceramahnya pada Acara Peresmian Gedung Dakwah PD Muhammadiyah Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur di Tenggarong (21-2-2008), Din Syamsuddin menyampaikan, kenapa Muhammadiyah memiliki amal usaha yang sangat banyak? bahkan oleh pers barat disebut terbesar? Hal itu tidak lain, lanjut beliau di depan Plt.Bupati Kutai Kartanegara, Ketua DPRD Kutai Kartanegara dan Asisten IV Bidang Kesejahteraan Rakyat Setkab Kutai Kartanegara serta hadirin yang lain, adalah karena faham keagamaan warga Muhammadiyah yang mengamalkan “tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah”, demikianlah teologi dan idiologi beramal dalam Muhammadiyah. Artinya semangat memberi, berinfaq, bersedekah lebih diutamakan dan itu diamalkan langsung secara ikhlas oleh warga Muhammadiyah, ungkap beliau. Lebih lanjut menurut Din Syamsuddin, warga Muhammadiyah berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan iman ke dalam bentuk amal sosial yang nyata, oleh karena itu berdirilah amal usaha Muhammadiyah di mana-mana. Namun sebaliknya, bila Muhammadiyah dibantu oleh pihak lain, baik masyarakat atau pemerintah, baik itu berupa hibah, wakaf atau lainnya, maka dengan penuh amanah akan menjaga dan memelihara bantuan tersebut. Makanya lanjut beliau, semua amal usaha tersebut, bahkan semua aset yang dikelola oleh Muhammadiyah adalah milik persyarikatan, tidak ada milik perorangan.
Sehubungan dengan itu kata beliau, perlunya kita melakukan tahaddud bin ni’mah yaitu memberitakan atau menyampaikan keberadaan amal usaha tersebut kepada khalayak, bukan berarti riya atau sombong, tetapi agar orang lain ikut juga merasakan nikmat yang diterima Muhammadiyah. Dan tahaddud bin ni’mah juga memotivasi warga Muhammadiyah agar tidak berhenti beramal dan senantiasa meningkatkan kualitas amal tersebut.
Dibagian lain, Din Syamsuddin berpesan kepada warga Muhammadiyah khususnya dan Umat Islam pada umumnya untuk menjadi problem solver yang dihadapi oleh bangsa Indonesia, jangan malah menjadi part of the problem (bagian dari masalah), sebagai contoh beliau kemukakan bahwa sekarang ini negara sedang berusaha mengatasi masalah kemiskinan, karena yang miskin itu banyak umat Islam, maka umat Islam menjadi bagian dari masalah, belum menjadi problem solver. Demikin pula dalam masalah kebodohan, umat Islam masih menjadi part of the problem, lanjut beliau.
Pada kesempatan itu, Din Syamsuddin selaku Ketua Umum PP Muhammadiyah bersama Syamsuri Aspar selaku Plt.Bupati Kutai Kartanegara menandatangani Berita Acara Pinjam Pakai Gedung SD Muhammadiyah Tenggarong dari Pemkab Kutai Kartenagara kepada PD Muhammadiyah Kutai Kartanegara.

Sabtu, 15 Desember 2007

Sekarang, jangan nanti...

Saat sholat di masjid tadi, aku melihat seseorang yang sangat susah melakukan gerakan sholat dengan normal, karena menderita sakit strok, umur beliau aku perkirakan lebih kurang 50 tahun, demikian pula dengan sahabat aku yang sudah berumur 80 tahun, karena usia yang ujur, juga mengalami kesulitan sholat, karena lemah juga kadang-kadang sakit, sehingga sering absen sholat jum'at.


 

Catatan tentang hal ini yaitu :

  1. Kita harus dan wajib bersyukur karena masih bisa sholat dengan gerakan yang normal dan masih bisa rutin sholat jum'at
  2. Bahwa mumpung masih sehat dan kuat, manfaatkan setiap detik waktu yang ada untuk sebanyak-banyaknya melakukan amal ibadah (dalam arti yang seluas-luasnya) sebagai bekal menghadapi hari "esok".
  3. Jangan menyia-nyiakan waktu dengan aktifitas yang tidak bermanfaat dan tidak bernilai ibadah, apalagi malah melakukan perbuatan dosa.

Samarinda Kehabisan Bensin



Prihatin memang melihat kondisi sekarang ini, bayangkan saja kota Samarinda bisa kehabisan bensin, yang jadi korban pasti rakyat kecil, kasihan mereka.... sarana transportasi pasti terganggu, berdampak biaya operasional akan meningkat pula, akhirnya harga-harga akan naik lagi....


Beberapa catatan terhadap masalah ini antara lain :
1. Bahwa peningkatan jumlah kendaraan yang menggunakan bensin sangat tinggi, yang namanya kendaraan roda dua sepertinya hampir tiap rumah punya, produksinya meningkat terus tiap tahun, sementara persediaan minyak dunia (di dalam perut bumi) tidak bisa bertambah.
2. Bahwa sikap kita sebagai pengguna kendaraan sangat tidak hemat alias banyak mubajir, tidak efisien dan efektif.


Dari dua catatan di atas, dapat disimpulkan ternyata kita secara tidak sadar masuk perangkap iblis, yaitu berlaku TAKABUR dalam menjalani hidup ini.


(Gambar di atas menunjukkan antrian orang membeli bensin di sebuah spbu di Samarinda)

Selasa, 27 November 2007

Hukum mati efisien ?


Kasus roy marten, sekali lagi menunjukan bahwa hukum yang dibuat oleh manusia sangat tidak bisa dijadikan sebagai jaminan seseorang akan menjadi jera dan tidak akan lagi mengulangi perbuatannya yang salah, bahwa penjara tidak bisa membuat seseorang akan serta merta sadar dan memperbaiki kelakuan seseorang, itulah hukum manusia. Kalau saja perbuatan itu hanya merugikan diri pribadi seseorang, maka itu masih lumayan, akan tetapi bila perbuatan yang diulangi setelah keluar dari penjara itu merugikan orang atau pihak lain, maka hal itu merupakan perbuatan yang sangat melanggar HAM, apalagi seperti kasuh-kasus, pencurian, perampokan, pemerkosaan atau pembunuhan, kalau sampai diulangi setelah keluar dari penjara, maka itu merupakan perbuatan "biadab" yang tidak berprikemanusiaan.


Islam dalam menangani kasus-kasus hukum demikian, sangat tegas, yaitu yang disebut dengan hukum "qisas", artinya setelah melalui proses pengadilan, dan apabila vonis tersebut sudah berkekuatan hukum yang tetap, maka eksekusi "qisas" akan segera dilaksanakan, dan dijamin si terhukum tidak akan bisa lagi mengulangi perbuatan yang sama dikemudian hari. Memang sepertinya (pada pandangan manusia) hukuman tersebut tidak beradab atau melanggar HAM si terhukum, tapi sebenarnyalah, itu semua untuk menjamin ketentraman bagi masyarakat sekitar, karena sang "pembuat onar" sudah tidak mungkin lagi mengulangi perbuatannya kepada orang lain.


Salah satu keuntungan dengan hukuman qisas adalah, Negara tidak mengeluarkan biaya yang besar dengan memberi pelayanan bagi orang yang dipenjara, apalagi dipenjara 15 atau 20 tahun, artinya negara akan mengeluarkan biaya selama 15 atau 20 tahun bagi si terhukum. Coba kita hitung andaikata biaya makan satu orang terhukum satu hari misalnya Rp.5.000, maka selama dihukum 15 tahun, biaya yang dikeluarkan oleh negara sebesar Rp.5.000 x 30 hari x 12 bulan x 15 tahun = 27.000.000, itu baru biaya makan, belum biaya air untuk mandi, listrik, pegawai penjara dan lain-lain. Itu baru satu orang.






Senin, 26 November 2007

dakwah dengan keteladanan

keteladanan adalah merupakan metode dan cara dakwah yang paling utama yang pernah diperagakan oeh Baginda Rasulullah Nabi Muhammad SAW sehingga beliau tampil dengan gemilang membawa risalah Islamiyah di jazirah Arab empat belas abad yang lalu, sehingga generasi beliau di sebut Allah SWT sebagai "Sebaik-baik ummat yang pernah ada diantara manusia", tidak akan pernah ada lagi generasi yang seperti itu, walau bagaimanapun majunya ilmu pengetahuan dan teknologi, walau anggaran belanja dunia ini 10 atau 100 kali lipat dari anggaran belanja dunia sekarang....

Nah... setiap muslim adalah merupakan objek dan subjek dakwah, oleh karena itu berusahaah untuk menjadi tauladan yang utama, dalam bermasyarakat, dalam bertetangga, dalam keluarga, terutama untuk diri sendiri....

Rabu, 21 November 2007

orba lebih "damai"?

kalau menonton berita di tv, sepertinya di indonesia tiada hari tanpa unjuk rasa atau demontrasi atau penertiban yang ujung-ujungnya menimbulkan bentrok dan kekerasan yang ditampakkan. Apakah bangsa ini sudah kehilangan "kelembutannya"? kekerasan dan kekasaran itu diperlihatkan oleh kedua belah pihak, baik yang berunjuk rasa, maupun oleh yang "mengamankan" kegiatan unjuk rasa tersebut.

apakah ini buah dari reformasi?
kita jadi ingat bagaimana suasana dan situasi yang bisa "dikendalikan" pada jaman orde baru, rasanya pengen kembali ke jaman tersebut.....


Yahoo! Answers - Get better answers from someone who knows. Try it now.

Senin, 19 November 2007

Nasib sekolahku.......



Seorang teman menghubungi aku, bahwa seorang guru sma kami dulu mengundang untuk datang ke sekolah, katanya yang diundang sedikit saja, terutama yang bisa dihubungi, dan aku menyanggupi untuk datang bersama istri (sebab istriku juga alumnus sekolah yang sama). Dan malam hari juga aku telah menerima sms undangan tersebut dari teman yang lain.


Alhamdulillah pada hari yang ditentukan kami pun bisa berkumpul di sekolah, hanya sebanyak delapan orang yang bisa hadir, dan guru hanya dua, ditambah kepala sekolah.... singkat kata guru kami tersebut menyampaikan keprihatinan akan kelangsungan sekolah kami yang sudah menurun jumlah siswanya, tahun ini hanya menerima 20 siswa saja. Banyak kendala yang menyebabkan hal tersebut, oleh karena itu setelah diskusi yang berjalan sangat cair, kami bermaksud menyelenggarakan Sarasehan yang berthema Meningkatkan Kualitas Sekolah, pemateri dari pihak sekolah, dari pihak Pembina dan kalau ada dari pihak alumnus yang Insya Allah akan diselenggarakan pada bulan Januari 2008 yang akan datang. Peserta diharapkan dari alumnus sekalian penggalangan dana dan merencanakan pendirian yayasan sebagai wadah para alumnus yang mengusahakan pemberian beasiswa bagi siswa.


Hari berikutnya aku sempat jalan-jalan ke toko buku, terlihat buku Andrea Hirata yang berjudul Laskar Pelangi, sempat membaca bagian awal dari buku itu,,,, aku seperti tersadar, kayaknya nasib sekolahku itu kalau tidak dibenahi dengan benar dan sungguh-sungguh, bisa-bisa sama nasibnya dengan sekolah yang diceritakan dalam novel itu..........

Rabu, 14 November 2007

Melawak dengan mencela

Kalau diperhatikan bahwasanya hiburan di televisi yang berupa lawakan, sangat memprihatinka. Apa sebab? Itu tidak lain karena sangat dipaksakan untuk membuat orang tertawa dengan mencela fisik dan kekurangan orang. Mau bukti? Silahkan lihat bagaimana Tukul dalam acara Empat Mata dihina dan diejek untuk membuat orang ketawa. Namun anehnya itu semua sangat digemari, buktinya ratingnya tinggi, makanya ditayangkan setiap malam........ Begitu pula pada acara-acara hiburan yang dimaksudkan untuk membuat orang tertawa, hampir semua menyuguhkan ejekan dan hinaan kepada orang lain, jadi kita menganggap ejekan dan hinaan itu menjadi bahan tertawaan.....
Marilah kita renungkan firman Allah SWT dalam AL Qur’an pada Surat Al-Humajah (104) ayat 1 : “Kecelakaan besarlah bagi setiap pengumpat lagi pencela”

Sabtu, 10 November 2007

belum nyata.......


Barusan bisa sholat lima waktu sudah sudah merasa “banyak” pahala, barusan puasa penuh di bulan ramadhan sudah merasa “banyak” pahala, barusan mengeluarkan zakat, infaq atau sadaqah sudah merasa “banyak” pahala, barusan naik haji sudah merasa mabrur.... akhirnya “sudah merasa cukup” amal ibadah sebagai bekal menghadap Allah SWT. Itulah kebanyakan manusia, akan menganggap dirinya sebagai orang yang ahli ibadah dan yakin dihari akhirat kelak akan masuk surga apabila sudah melaksanakan sholat, puasa, zakat dan haji.
Padahal Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an Surat Ali Imran (3) ayat 142: “Apakah kamu mengira bahwa akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar”.
Dari firman Allah SWT tersebut, jelas ternyata untuk memperoleh karunia Allah SWT berupa surga di akhirat kelak, belum cukup hanya bisa sholat, belum cukup hanya bisa puasa, belum cukup hanya mengeluarkan zakat, infaq dan sadaqah, belum cukup hanya bisa pergi haji..... belum cukup! Apalagi cara sholat, cara puasa, cara zakat, infaq dan sadaqah, serta cara haji, masih belum sesuai dengan “sunnah”? Pasti tidak akan cukup untuk memperoleh surga.....
Nah, yang lebih kebablasan lagi yaitu manusia yang mengaku-ngaku sebagai nabi,... barusan bisa “ngimpi” sudah menganggap sebagai tanda “pengukuhan” sebagai nabi. Atau ketemu “sesosok makhluk”, sudah berani menyatakan telah ditemui malaikat yang memberikan “wahyu”....padahal yang “menemui” itu mungkin saja jin atau setan. Kemudian membuat aturan-aturan ibadah, mengamandemen ketentuan dalam beribadah, bahkan membuat tata cata baru dalam beribadah....
Makanya, belum cukup bagi kita (apalagi hidup di jaman sekarang ini) dalam segala hal, terutama dalam ibadah, apalagi kalau tidak ada semangat dan jiwa jihad fisabilillah pada diri kita untuk meraih ridha Allah SWT, ditambah tidak ada kesabaran. Oleh karena itu jangan pernah ada perasaan cukup dalam beribadah, cukup dalam berzakat, infaq dan sadaqah, cukup dalam menuntut ilmu/belajar, cukup dalam berjihad (jangan-jangan memang tidak jihad), akhirnya untuk menempuh semua itu harus dengan kesabaran. Itulah yang ingin disaksikan oleh Allah SWT dengan “nyata” pada diri kita, kalau sudah nyata, maka kebahagianlah yang akan kita di akhirat kelak yaitu berupa surga.

Selasa, 30 Oktober 2007

minta bantuan, ahli komputer....

alhamdulillah, internet bisa konek lagi di komputerku, sebab beberapa bulan tidak bisa konek dikeranakan rusak saat ada petir, ....... kemudian seminggu terakhir komputer lagi ngadat karena diganggu virus,...... karena bukan ahlinya... ya jadi bingung...... tapi dengan modal nekat, komputer di instal ulang, eh.... ternyata bisa juga baik, walaupun data tidak bisa dibuka...... nah,.... kalau ada teman/sobat yang faham tolong aku dibantu.... bagaimana carac membuka data yang ada di direktori "d".... catatan: kapasitas hardisk 40 gb, pada saat instal dibuat partisi "c" untuk program dan partisi "d" untuk data..... makanya pada saat aku lihat properti, di "d" tersebut masih tersisa 25 % ruang yang tersisa, artinya data ku masih ada kan?..... tapi koq tidak bisa dibuka folder-folder di "d" tersebut?.... please, help me....... thanks