Salurkan Infaq Anda untuk PEMBANGUNAN GEDUNG MADRASAH DINIYAH MUHAMMADIYAH SIDOMULYO KEC.ANGGANA KAB.KUKAR melalui: BRI UNIT ANGGANA No. Rek. 4565.01.003179.53.3 a.n. PIMPINAN CABANG MUHAMMADIYAH ANGGANA

AmirHady RadioOnline

Free Shoutcast HostingRadio Stream Hosting

lazada

Rabu, 28 Mei 2008

Djoko Sutrisno Manfaatkan Air, Motor Jadi Irit


Bagus Kurniawan - detikcom

Pak Djoko yang satu ini berbeda dengan Joko Suprapto, warga Nganjuk Jawa Timur yang menemukan blue energy, bahan bakar berbahan baku air. Pak Djoko yang satu ini bernama lengkap P. Djoko Sutrisno, warga Kelurahan Pakuncen Jl HOS Cokroaminoto No 76Yogyakarta.Antara Djoko Sutrisno dan Joko Suprapto, sama-sama mengembangkan air. Bila Joko Suprapto mengembangkan air menjadi bahan bakar, maka Djoko Sutrisno hanya memanfaatkan atau menambahkan air ke dalam BBM, sehingga motor atau mobil yang dikendarainya menjadi lebih irit dibanding bila menggunakan 100 persen BBM. Prinsipnya kendaraan masih menggunakan BBM, namun dengan ditambah dengan teknologi temuan Djoko Sutrisno pengunaan BBM bisa irit atau hemat dua kali lipat. "Setelah dipasangi teknologi ini, konsumsi BBM bisa hemat dua kali hingga tiga kali lipat. Untuk percobaan, dulu kita pakai motor dan mobil pribadi. Sekarang banyak warga yang ingin dipasangi alat itu," kata Djoko kepada detikcom dirumahnya, Senin (26/5/2008) kemarin.Menurut dia, peralatan yang dibutuhkan juga sangat sederhana, tidak rumit dan tidak dipatenkan, meski alat ini memang hasil temuannya. Djoko tidak pelit, malah dengan sukahati dan sukarela membagikan pengetahuan itu kepada orang yang berminat mempelajarinya."Kalau mau membuat sendiri ongkosnya sekitar Rp 50 ribu hingga Rp 75 ribu. Mobil dan motor saya sudah saya pasangi sejak 2 tahun lalu," kata Djoko yang hanya jebolan kelas dua di SMP Pangudi Luhur itu.Secara prinsip, kata Djoko, hingga saat ini kendaraan hanya bisa menggunakan bensin atau solar. Namun, Djoko yakin pada suatu ketika, kendaraan itu bisa dijalankan dengan menggunakan air. Hanya saja teknologinya memang perlu banyak perubahan.Mengenai teknologi temuannya, Djoko menjelaskan, air yang akan menjadi sumber energi itu dicampur dengan zat kimia berupa Kalium Hidroksida (KOH). Gas hidrogen tersebut mampu menambah oktan di bensin atau solar, sehingga menjadi lebih hemat. "Prinsipnya air murni atau aquades ditambah KOH yang bisa dibeli di toko-toko bahan kimia dengan harga murah itu, motor bisa jalan," katanya.Air yang yang sudah dicampur bahan tersebut kemudian dihubungkan dengan elektroda agar unsur oksigen dan hidrogen dalam air tersebut terurai. Setelah itu unsur hidrogennya yang mudah terbakar dijebak dan diambil sebagai sumber tenaga."Sangat sederhana sekali, logis dan ilmiah sehingga semua orang bisa memanfaatkannya. Saya tak takut temuan saya ini ditiru orang lain. Tak perlu dipatenkan agar semua orang bisa memanfaatkannya," imbuh dia.Saat ini di kawasan tempat tinggalnya, sudah banyak mobil dan motor yang dimodifikasi dengan teknologi temuannya. Dua buah mobil VW Kodok dan KIA Carens milik temannya akan dipasangi alat itu. Sejak pagi pukul 08.00 WIB, dia dibantu 2-3 orang karyawan dan anggota keluarganya mengutak-atik motor milik orang lain yang minta dipasang alat tersebut.Tidak hanya itu, banyak pemilik bengkel, bahkan warga luar kota Yogyakarta seperti Bogor, Bandung atau Semarang sengaja datang ke rumah Djoko yang sekaligus menjadi bengkel untuk menimba ilmu. "Saya juga tak pelit ilmu kalau memang ada orang yang benar-benar ingin belajar ke sini," kata dia. ( bgs / asy )

Senin, 26 Mei 2008

masyarakat kecil itu hebat!

Naiknya harga BBM memang membuat masyarakat susah, sebab mempunyai efek yang berganda, seperti naiknya ongkos angkutan umum, maka hal tersebut juga akan membuat biaya operasional akan naik juga, dan wajar apabila harga-harga barang kebutuhan akan naik pula. Namun demikian, masyarakat kecil cuma bisa pasrah, sebab apa?.... Itulah, sebelum naiknya harga BBM pun masyarakat kecil sudah susah hidupnya, jadi sebenarnya naik atau tidak naik harga BBM tidak membuat masyarakat itu putus asa, sebab sepertinya "kesusahan" itu sudah menjadi bagian dari "cara hidup" dari masyarakat kecil, jadi mereka sudah biasa menghadapinya.

Oleh karena itu, sepertinya yang ribut dan sewot dengan kenaikan harga BBM ini adalah hanya "orang-orang besar" saja.

Makanya, hidup masyarakat kecil!...... anda hebat, bisa bertahan dengan situasi dan kondisi yang seperti ini, semoga hidup anda selalu "berkah", amin...... (ay1)

Minggu, 25 Mei 2008

PEMILIHAN GUBERNUR KALIMANTAN TIMUR


Besok hari senin tanggal 26 Mei 2008, merupakan sejarah baru bagi propinsi Kalimantan Timur, dimana penentuan Gubernur yang akan memimpin propinsi ini akan ditentukan dengan cara Pemilihan Langsung, artinya rakyat Kalimantan Timur lah yang langsung memilih dari empat pasangan calon yang telah melakukan kampanye beberapa hari yang lalu. Kalau dulu yang menentukan dan memilih Gubernur adalah hanya para anggota DPRD yang jumlahnya tidak lebih dari 50 orang, sebagai perwakilan dari rakyat seluruh propinsi, maka sekarang seluruh rakyat atau masyarakat yang langsung memilih di tempat-tempat pemungutan suara.
Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kalimantan Timur menetapkan empat pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur untuk dipilih, yaitu :
Nomor Urut 1 adalah pasangan H.Awang Faroek Ishak dan H.Farid Wadjdy (AFI)
Nomor Urut 2 adalah pasangan H.Nusyirwan Ismail dan H.Heru Bambang (NUSA HEBAT)
Nomor Urut 3 adalah pasangan H.Ahmad Amin dan H.Hadi Mulyadi (AMPERA)
Nomor Urut 4 adalah pasangan H.Jusuf SK dan Luther Kombong (JULU)
Masyarakat Kalimantan Timur hanya berharap siapapun yang terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur untuk masa bakti 2008-2013 tidak ingkar terhadap janji-janji yang pernah diucapkan pada saat kampanye.
Kemudian, kepada seluruh pendukung dan tim sukses masing-masing pasangan, (ini yang paling penting) diharap untuk bisa menerima kekalahan dan setelah selesai pemilihan gubernur kembali lagi beraktifitas sebagai mana biasa dan tetap saling menjaga hubungan silaturahim antar sesama masyarakat, walaupun selama masa kampanye berbeda dukungan.
Sekali lagi, menjaga situasi dan kondisi Kalimantan Timur yang normal, aman, damai dan tentram, jauh lebih penting dari pada mendapatkan pasangan gubernur dan wakil gubernur tetapi masyarakat dalam keadaan suasana ketakutan, ketidak-amanan, kekacauan apalagi anarkis.(ay1)

Selasa, 20 Mei 2008

PW Muhammadiyah Kaltim selenggarakan RAPIMWIL

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur telah menyelenggarakan Rapat Pimpinan Tingkat Wilayah (RAPIMWIL) I Tahun 2008 selama dua hari yaitu tanggal 14-15 Jumadil Ula 1429 Hijrah bertepatan tanggal 19-20 Mei 2008 Miladiyah yang bertempat di Komplek Perguruan Tinggi Muhammadiyah Jalan Ir.Juanda Samarinda. Adapun thema yang diangkat adalah Memantapkan peran warga Muhammadiyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam pengajian singkat pada pembukaan yang disampaikan oleh Ustadz Samsi Sarman,S.Pd, Ketua PDM Tarakan menyampaikan perlunya sabar dalam beramal dan bergerak di persyarikatan Muhammadiyah. Bahwasanya hanya dengan sabar maka Muhammadiyah bisa berusia menjelang satu abad, bahwa hanya dengan kesabaran Muhammadiyah tidak “terikut arus” pada era awal-awal reformasi tahun 1997, sehingga tetap istiqomah dengan khittahnya tidak menjadi partai politik. Dan dengan sabar pula pengajian-pengajian yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah di kampung-kampung, dan ranting-ranting, masih berjalan walaupun dengan segala kekurangannya.
Rapimwil yang dihadiri oleh PD Muhammadiyah seluruh Kaltimantan Timur ini diagendakan untuk medengarkan Laporan PDM tentang Perkembangan Gerakan Pengajian dan Ranting Muhammadiyah selama dua tahun kepemimpinan. Dan disamping itu akan disampaikan kebijakan menghadapi Pemilu 2009 berupa peluang dan konsekwensi dalam peran politik Muhammadiyah. Kemudian acara dilanjutkan dengan memberikan restu kepada salah seorang kader Muhammadiyah untuk calon DPD pada pemilu tahun 2009 yaitu Bapak Drs.H.Suyatman,S.Pd,M.Pd, M.M.. Acara Rapimwil diakhiri dengan Laporan Pembangunan Masjid Ad Da’wah Muhammadiyah Kalimantan Timur. (ay1)

Senin, 19 Mei 2008

Abdurahman Wahid (Gus Dur) dan Duka Palestina


Illan Pape, sejarawan Israel, pernah memaparkan bagaimana cara yang dilakukan teroris Zionis-Yahudi untuk mengusir bangsa Palestina dari rumah dan kampung mereka di tahun 1948. Kala itu bangsa Palestina masih mendiami sebagian besar tanah airnya, di saat bersamaan, orang-orang Zionis-Yahudi dari segala penjuru dunia didatangkan oleh komplotan teroris Zionis Internasional ke tanah Palestina untuk mengusir orang-orang Palestina dan mendirikan negara Yahudi di sana.
“Salah satu cara orang-orang Yahudi untuk mengusir rakyat Palestina dari tanah dan kampungnya adalah dengan mengepung desa mereka dari tiga arah. Satu arah dibiarkan terbuka. Setelah dari tiga sisi dikepung, orang-orang Yahudi yang bersenjata itu menembaki orang-orang Palestina, siapa saja. Tujuannya adalah untuk menimbulkan ketakutan sehingga mereka, orang-orang Palestina itu, keluar dari rumah-rumah mereka dan meninggalkan kampung mereka. Cara-cara ini biasa dilakukan pada malam hari tatkala orang-orang Palestina tengah terlelap sehingga ketika mereka berlari meninggalkan rumahnya, mereka tidak membawa bekal apa pun.”
“Setelah desa berhasil dikosongkan, maka orang-orang Yahudi itu saat itu juga menduduki wilayah tersebut dan mengklaim tanah itu sebagai tanah milik orang Yahudi. The Homeland.”
“Selain cara mengepung dari tiga arah, orang-orang Yahudi juga menggunakan cara pengepungan empat arah. Jika cara ini yang dipakai maka yang terjadi adalah pembantaian terhadap seisi desa. Orang-orang Palestina, besar-kecil, tua-muda, dibantai dan dibunuh. Setelah semuanya menemui ajal, maka desa itu pun diduduki oleh orang-orang Yahudi dan diberi nama dengan bahasa Ibrani, ” ujar Pape yang atas kejujurannya ini menuai kecaman dari banyak tokoh Israel dan dianggap sebagai sangat berlebihan.
Di saat-saat itu, ada tiga organisasi teroris Israel yang terkenal yakni Stern, Haganah, dan Irgun. Dengan cara teror, pembantaian, pemerkosaan, kriminal, inilah “negara” Israel didirikan. Dan ironisnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa merestuinya. Padahal, apa yang dilakukan Israel adalah ilegal dan kriminal.
Dur Peringati Berdirinya “Negara” Israel
Sepanjang tahun, setiap Mei dirayakan oleh orang-orang Palestina dan juga orang-orang Israel. Bangsa Palestina memperingati sebagai momentum pengusiran mereka dari tanah airnya (Palestine Nakba), sebuah momentum yang sangat pedih dan pahit, yang harus dibayar dengan nyawa dan darah jutaan bangsa Palestina sampai sekarang.
Sedang orang-orang Zionis-Israel merayakannya dengan penuh sukacita dan menganggap momentum itu sebagai hari kemerdekaan bagi negara mereka.
Orang waras yang tidak pernah makan bangku sekolahan pun, asal masih punya nurani, akan berdiri di sisi bangsa Palestina dan mengecam orang-orang Israel. Tapi sayangnya, seorang Abdurahman Wahid malah memilih bersama orang-orang Israel. Bahkan Dur menyatakan akan menghadiri peringatan hari kemerdekaan “Negara” Israel.
Dur pun pergi ke Amerika Serikat memenuhi undangan organisasi Zionis Yahudi “Simon Wiesenthal Center” untuk menerima penghargaan The Jewish Medal of Varlor, sebuah medali penghargaan bagi orang-orang yang terbukti berani menjadi tameng bagi kepentingan Zionis-Yahudi di dunia.
Dalam wawancara dengan Hidayatullah, tokoh HAMAS Musa Abdul Marzuq mengomentari kelakuan Dur ini dengan mengatakan, “Sungguh memalukan! Ini sama saja dengan merayakan dan mensyukuri pembantaian yang menimpa rakyat Palestina yang dilakukan oleh kaum Zionis-Israel!” Namun apa pun yang terjadi, ya inilah sosok Dur. (rz)(www.eramuslim)

Minggu, 18 Mei 2008

20 Mei Bukan Hari Kebangkitan Nasional


Kelahiran organisasi Boedhi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908 sesungguhnya amat tidak patut dan tidak pantas diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional, karena organisasi ini mendukung penjajahan Belanda, sama sekali tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka, a-nasionalis, anti agama, dan bahkan sejumlah tokohnya merupakan anggota Freemasonry Belanda (Vritmejselareen).
Dipilihnya tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, sesungguhnya merupakan suatu penghinaan terhadap esensi perjuangan merebut kemerdekaan yang diawali oleh tokoh-tokoh Islam yang dilakukan oleh para penguasa sekular. Karena organisasi Syarikat Islam (SI) yang lahir terlebih dahulu dari Boedhi Oetomo (BO), yakni pada tahun 1905, yang jelas-jelas bersifat nasionalis, menentang penjajah Belanda, dan mencita-citakan Indonesia merdeka, tidak dijadikan tonggak kebangkitan nasional.
Mengapa BO yang terang-terangan antek penjajah Belanda, mendukung penjajahan Belanda atas Indonesia, a-nasionalis, tidak pernah mencita-citakan Indonesia merdeka, dan anti-agama malah dianggap sebagai tonggak kebangkitan bangsa? Ini jelas kesalahan yang teramat nyata.
Anehnya, hal ini sama sekali tidak dikritisi oleh tokoh-tokoh Islam kita. Bahkan secara menyedihkan ada sejumlah tokoh Islam dan para Ustadz selebritis yang ikut-ikutan merayakan peringatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei di berbagai event. Mereka ini sebenarnya telah melakukan sesuatu tanpa memahami esensi di balik hal yang dilakukannya. Rasulullah SAW telah mewajibkan umatnya untuk bersikap: “Ilmu qabla amal” (Ilmu sebelum mengamalkan), yang berarti umat Islam wajib mengetahui duduk-perkara sesuatu hal secara benar sebelum mengerjakannya.
Bahkan Sayyid Quthb di dalam karyanya “Tafsir Baru Atas Realitas” (1996) menyatakan orang-orang yang mengikuti sesuatu tanpa pengetahuan yang cukup adalah sama dengan orang-orang jahiliyah, walau orang itu mungkin seorang ustadz bahkan profesor. Jangan sampai kita “Fa Innahu Minhum” (kita menjadi golongan mereka) terhadap kejahiliyahan.
Agar kita tidak terperosok berkali-kali ke dalam lubang yang sama, sesuatu yang bahkan tidak pernah dilakukan seekor keledai sekali pun, ada baiknya kita memahami siapa sebenarnya Boedhi Oetomo itu.
Pendukung Penjajahan Belanda
Akhir Februari 2003, sebuah amplop besar pagi-pagi telah tergeletak di atas meja kerja penulis. Pengirimnya KH. Firdaus AN, mantan Ketua Majelis Syuro Syarikat Islam kelahiran Maninjau tahun 1924. Di dalam amplop coklat itu, tersembul sebuah buku berjudul “Syarikat Islam Bukan Budi Utomo: Meluruskan Sejarah Pergerakan Bangsa” karya si pengirim. Di halaman pertama, KH. Firdaus AN menulis: “Hadiah kenang-kenangan untuk Ananda Rizki Ridyasmara dari Penulis, Semoga Bermanfaat!” Di bawah tanda tangan beliau tercantum tanggal 20. 2. 2003.
KH. Firdaus AN telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Namun pertemuan-pertemuan dengan beliau, berbagai diskusi dan obrolan ringan antara penulis dengan beliau, masih terbayang jelas seolah baru kemarin terjadi. Selain topik pengkhianatan the founding-fathers bangsa ini yang berakibat dihilangkannya tujuh buah kata dalam Mukadimmah UUD 1945, topik diskusi lainnya yang sangat konsern beliau bahas adalah tentang Boedhi Oetomo.
“BO tidak memiliki andil sedikit pun untuk perjuangan kemerdekan, karena mereka para pegawai negeri yang digaji Belanda untuk mempertahankan penjajahan yang dilakukan tuannya atas Indonesia. Dan BO tidak pula turut serta mengantarkan bangsa ini ke pintu gerbang kemedekaan, karena telah bubar pada tahun 1935. BO adalah organisasi sempit, lokal dan etnis, di mana hanya orang Jawa dan Madura elit yang boleh menjadi anggotanya. Orang Betawi saja tidak boleh menjadi anggotanya, ” tegas KH. Firdaus AN.
BO didirikan di Jakarta tanggal 20 Mei 1908 atas prakarsa para mahasiswa kedokteran STOVIA, Soetomo dan kawan-kawan. Perkumpulan ini dipimpin oleh para ambtenaar, yakni para pegawai negeri yang setia terhadap pemerintah kolonial Belanda. BO pertama kali diketuai oleh Raden T. Tirtokusumo, Bupati Karanganyar kepercayaan Belanda, yang memimpin hingga tahun 1911. Kemudian dia diganti oleh Pangeran Aryo Notodirodjo dari Keraton Paku Alam Yogyakarta yang digaji oleh Belanda dan sangat setia dan patuh pada induk semangnya.
Di dalam rapat-rapat perkumpulan dan bahkan di dalam penyusunan anggaran dasar organisasi, BO menggunakan bahasa Belanda, bukan bahasa Indonesia. “Tidak pernah sekali pun rapat BO membahas tentang kesadaran berbangsa dan bernegara yang merdeka. Mereka ini hanya membahas bagaimana memperbaiki taraf hidup orang-orang Jawa dan Madura di bawah pemerintahan Ratu Belanda, memperbaiki nasib golongannya sendiri, dan menjelek-jelekkan Islam yang dianggapnya sebagai batu sandungan bagi upaya mereka, ” papar KH. Firdaus AN.
Di dalam Pasal 2 Anggaran Dasar BO tertulis “Tujuan organisasi untuk menggalang kerjasama guna memajukan tanah dan bangsa Jawa dan Madura secara harmonis. ” Inilah tujuan BO, bersifat Jawa-Madura sentris, sama sekali bukan kebangsaan.
Noto Soeroto, salah seorang tokoh BO, di dalam satu pidatonya tentang Gedachten van Kartini alsrichtsnoer voor de Indische Vereniging berkata: “Agama Islam merupakan batu karang yang sangat berbahaya... Sebab itu soal agama harus disingkirkan, agar perahu kita tidak karam dalam gelombang kesulitan. ”
Sebuah artikel di “Suara Umum”, sebuah media massa milik BO di bawah asuhan Dr. Soetomo terbitan Surabaya, dikutip oleh A. Hassan di dalam Majalah “Al-Lisan” terdapat tulisan yang antara lain berbunyi, “Digul lebih utama daripada Makkah”, “Buanglah Ka’bah dan jadikanlah Demak itu Kamu Punya Kiblat!” (M. S) Al-Lisan nomor 24, 1938.
Karena sifatnya yang tunduk pada pemerintahan kolonial Belanda, maka tidak ada satu pun anggota BO yang ditangkap dan dipenjarakan oleh Belanda. Arah perjuangan BO yang sama sekali tidak berasas kebangsaan, melainkan chauvinisme sempit sebatas memperjuangkan Jawa dan Madura saja telah mengecewakan dua tokoh besar BO sendiri, yakni Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo, sehingga keduanya hengkang dari BO.
Bukan itu saja, di belakang BO pun terdapat fakta yang mencengangkan. Ketua pertama BO yakni Raden Adipati Tirtokusumo, Bupati Karanganyar, ternyata adalah seorang anggota Freemasonry. Dia aktif di Loge Mataram sejak tahun 1895.
Sekretaris BO (1916), Boediardjo, juga seorang Mason yang mendirikan cabangnya sendiri yang dinamakan Mason Boediardjo. Hal ini dikemukakan dalam buku “Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962” (Dr. Th. Stevens), sebuah buku yang dicetak terbatas dan hanya diperuntukan bagi anggota Mason Indonesia.Dalam tulisan kedua akan dibahas mengenai organisasi kebangsaan pertama di Indonesia, Syarikat Islam, yang telah berdiri tiga tahun sebelum BO, dan perbandinganya dengan BO, sehingga kita dengan akal yang jernih bisa menilai bahwa Hari Kebangkitan Nasional seharusnya mengacu pada kelahiran SI pada tanggal 16 Oktober 1905, sama sekali bukan 20 Mei 1908.

Telah dipaparkan betapa organisasi Boedhi Oetomo (BO) sama sekali tidak pantas dijadikan tonggak kebangkitan nasional. Karena BO tidak pernah membahas kebangsaan dan nasionalisme, mendukung penjajahan Belanda atas Indonesia, anti agama, dan bahkan sejumlah tokohnya ternyata anggota Freemasonry. Ini semua mengecewakan dua pendiri BO sendiri yakni Dr. Soetomo dan Dr. Cipto Mangunkusumo, sehingga keduanya akhirnya hengkang dari BO.
Tiga tahun sebelum BO dibentuk, Haji Samanhudi dan kawan-kawan mendirikan Syarikat Islam (SI, awalnya Syarikat Dagang Islam, SDI) di Solo pada tanggal 16 Oktober 1905. “Ini merupakan organisasi Islam yang terpanjang dan tertua umurnya dari semua organisasi massa di tanah air Indonesia, ” tulis KH. Firdaus AN.
Berbeda dengan BO yang hanya memperjuangkan nasib orang Jawa dan Madura—juga hanya menerima keanggotaan orang Jawa dan Madura, sehingga para pengurusnya pun hanya terdiri dari orang-orang Jawa dan Madura—sifat SI lebih nasionalis. Keanggotaan SI terbuka bagi semua rakyat Indonesia yang mayoritas Islam. Sebab itu, susunan para pengurusnya pun terdiri dari berbagai macam suku seperti: Haji Samanhudi dan HOS. Tjokroaminoto berasal dari Jawa Tengah dan Timur, Agus Salim dan Abdoel Moeis dari Sumatera Barat, dan AM. Sangaji dari Maluku.
Guna mengetahui perbandingan antara kedua organisasi tersebut—SI dan BO—maka di bawah ini dipaparkan perbandingan antara keduanya:
Tujuan: - SI bertujuan Islam Raya dan Indonesia Raya, - BO bertujuan menggalang kerjasama guna memajukan Jawa-Madura (Anggaran Dasar BO Pasal 2).
Sifat: - SI bersifat nasional untuk seluruh bangsa Indonesia, - BO besifat kesukuan yang sempit, terbatas hanya Jawa-Madura,
Bahasa: - SI berbahasa Indonesia, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Indonesia, - BO berbahasa Belanda, anggaran dasarnya ditulis dalam bahasa Belanda
Sikap Terhadap Belanda: - SI bersikap non-koperatif dan anti terhadap penjajahan kolonial Belanda, - BO bersikap menggalang kerjasama dengan penjajah Belanda karena sebagian besar tokoh-tokohnya terdiri dari kaum priyayi pegawai pemerintah kolonial Belanda,
Sikap Terhadap Agama: - SI membela Islam dan memperjuangkan kebenarannya, - BO bersikap anti Islam dan anti Arab (dibenarkna oleh sejarawan Hamid Algadrie dan Dr. Radjiman)
Perjuangan Kemerdekaan: - SI memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan mengantar bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan, - BO tidak pernah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dan telah membubarkan diri tahun 1935, sebab itu tidak mengantarkan bangsa ini melewati pintu gerbang kemerdekaan,
Korban Perjuangan: - Anggota SI berdesak-desakan masuk penjara, ditembak mati oleh Belanda, dan banyak anggotanya yang dibuang ke Digul, Irian Barat, - Anggota BO tidak ada satu pun yang masuk penjara, apalagi ditembak dan dibuang ke Digul,
Kerakyatan: - SI bersifat kerakyatan dan kebangsaan, - BO bersifat feodal dan keningratan,
Melawan Arus: - SI berjuang melawan arus penjajahan, - BO menurutkan kemauan arus penjajahan,
Kelahiran: - SI (SDI) lahir 3 tahun sebelum BO yakni 16 Oktober 1905, - BO baru lahir pada 20 Mei 1908,
Seharusnya 16 Oktober Hari Kebangkitan Nasional yang sejak tahun 1948 kadung diperingati setiap tanggal 20 Mei sepanjang tahun, seharusnya dihapus dan digantikan dengan tanggal 16 Oktober, hari berdirinya Syarikat Islam. Hari Kebangkitan Nasional Indonesia seharusnya diperingati tiap tanggal 16 Oktober, bukan 20 Mei. Tidak ada alasan apa pun yang masuk akal dan logis untuk menolak hal ini.
Jika kesalahan tersebut masih saja dilakukan, bahkan dilestarikan, maka saya khawatir bahwa jangan-jangan kesalahan tersebut disengaja. Saya juga khawatir, jangan-jangan kesengajaan tersebut dilakukan oleh para pejabat bangsa ini yang sesungguhnya anti Islam dan a-historis.Jika keledai saja tidak terperosok ke lubang yang sama hingga dua kali, maka sebagai bangsa yang besar, bangsa Indonesia seharusnya mulai hari ini juga menghapus tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, dan melingkari besar-besar tanggal 16 Oktober dengan spidol merah dengan catatan “Hari Kebangkitan Nasional”. (Rizki Ridyasmara/www.era muslim.com)

Rabu, 14 Mei 2008

PROFESSOR TERMUDA

Nelson Tansu meraih gelar Profesor di bidang Electrical Engineering di
Amerika sebelum berusia 30 tahun. Karena last name-nya mirip nama
Jepang, banyak petinggi Jepang yang mengajaknya "pulang ke epang" untuk
membangun Jepang. Tapi Prof. Tansu mengatakan kalau dia adalah pemegang
paspor hijau berlogo Garuda Pancasila. Namun demikian, ia belum mau
pulang ke Indonesia . Kenapa?

Nelson Tansu lahir di Medan ,20 October 1977. Lulusan terbaik dari SMA
Sutomo 1 Medan. Pernah menjadi finalis team Indonesia di Olimpiade Fisika.
Meraih gelar Sarjana dari Wisconsin University pada bidang Applied
Mathematics, Electrical Engineering and Physics (AMEP) yang ditempuhnya
hanya dalam 2 tahun 9 bulan, dan dengan predikat Summa Cum Laude.
Kemudian meraih gelar Master pada bidang yang sama, dan meraih gelar Doktor
(Ph.D) di bidang Electrical Engineering pada usia 26 tahun. Ia mengaku orang
tuanya hanya membiayai-nya hingga sarjana saja. Selebihnya, ia dapat
dari beasiswa hingga meraih gelar Doktorat. Dia juga merupakan orang
Indonesia pertama yang menjadi Profesor di Lehigh University tempatnya bekerja
sekarang.

Thesis Doktorat-nya mendapat award sebagai "The 2003 Harold A. Peterson
Best ECE Research Paper Award" mengalahkan 300 thesis Doktorat lainnya.
Secara total, ia sudah menerima 11 scientific award di tingkat
internasional, sudah mempublikasikan lebih 80 karya di berbagai journal
internasional dan saat ini adalah visiting professor di 18 perguruan
tinggi dan institusi riset. Ia juga aktif diundang sebagai pembicara di
berbagai even internasional di Amerika, Kanada, Eropa dan Asia .
Karena namanya mirip dengan bekas Perdana Menteri Turki, Tansu Ciller,
dan juga mirip nama Jepang, Tansu, maka pihak Turki dan Jepang banyak yang
mencoba membajaknya untuk "pulang". Tapi dia selalu menjelaskan kalau
dia adalah orang Indonesia . Hingga kini ia tetap memegang paspor hijau
berlogo Garuda Pancasila dan tidak menjadi warga negara Amerika Serikat.
Ia cinta Indonesia katanya. Tetapi, melihat atmosfir riset yang sangat
mendukung di Amerika , ia menyatakan belum mau pulang dan bekerja di
Indonesia . Bukan apa-apa, harus kita akui bahwa Indonesia terlalu kecil
untuk ilmuwan sekaliber Prof. Nelson Tansu.

Ia juga menyatakan bahwa di Amerika, ilmuwan dan dosen adalah profesi
yang sangat dihormati di masyarakat. Ia tidak melihat hal demikian di
Indonesia. Ia menyatakan bahwa penghargaan bagi ilmuwan dan dosen di Indonesia
adalah rendah. Lihat saja penghasilan yang didapat dari kampus. Tidak
cukup untuk membiayai keluarga si peneliti/dosen. Akibatnya, seorang
dosen harus mengambil pekerjaan lain, sebagai konsultan di sektor swasta,
mengajar di banyak perguruan tinggi, dan sebagianya. Dengan demikian,
seorang dosen tidak punya waktu lagi untuk melakkukan riset dan membuat
publikasi ilmiah. Bagaimana perguruan tinggi Indonesia bisa dikenal di
luar negeri jika tidak pernah menghasilkan publikasi ilmiah secara
internasional?

Prof. Tansu juga menjelaskan kalau di US atau Singapore ,gaji seorang
profesor adalah 18-30 kali lipat lebih dari gaji professor di Indonesia.
Sementara, biaya hidup di Indonesia cuma lebih murah 3 kali saja. Maka
itu, ia mengatakan adalah sangat wajar jika seorang profesor lebih
memilih untuk tidak bekerja di Indonesia. Panggilan seorang profesor atau dosen
adalah untuk meneliti dan membuat publikasi ilmiah, tapi bagaimana
mungkin bisa ia lakukan jika ia sendiri sibuk "cari makan".(yoga_eb@ yahoo.com.)

Kamis, 08 Mei 2008

bisnis di internet, apa benar-benar ada?

Coba-coba belajar bisnis di internet, makanya kepada siapa saja yang merasa tertarik bisa mengunjungi
http://www.formulabisnis.com/?id=amirhady

Minggu, 23 Maret 2008

KUNJUNGAN SILATURAHIM PWM KALSEL KE PWM KALTIM


Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Selatan dalam rangka menjalin silaturahim, telah mengunjungi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur dari tanggal 20 s.d 24 Maret 2008.Rombongan PWM Kalsel terdiri dari empat orang yang dipimpin langsung oleh Bapak Drs.H.Abijani Alibiji,S.H selaku Ketua PWM Kalsel, dan disambut langsung oleh Bapak dr.H.Agus Sukaca,M.Kes. selaku Ketua PWM Kaltim.Adapun kegiatan selama kunjungan antara lain pertemuan dengan jajaran PWM Kaltim yang dilaksanakan pada hari Jum'at malam. Dalam pertemuan tersebut dihasilkan sebuah gagasan untuk mengadakan pertemuan regional PWM se Kalimantan, dalam rangka saling tukar informasi tentang gerakan dakwah di masing-masing wilayah.Pada hari sabtu (22-3-2008) rombongan PWM Kalsel diajak mengunjungi ranting-ranting Muhammadiyah dan beberapa amal usaha Muhammadiyah yang ada di Samarinda. Dan hari Ahad mengadakan kunjungan ke Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kutai Kartanegara, dan sorenya menuju Balikpapan.

Kamis, 13 Maret 2008

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun

Telah berpulang ke rahmatullah Bapak H.Iskadar Hutuali (68 th), pada hari selasa pukul 18.00 WITA, dan dikebumikan pada hari rabu di Samarinda.

Beliau adalah Ketua Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur tahun 1985-1990 dan 1990-1995.

Semoga Allah SWT mengampuni dosa beliau, merahmati beliau, dan melapangkan beliau di dalam kubur.

Allahummagfirlahu, warhamhu, wa'afihi, wa'fuanhu

Selasa, 04 Maret 2008

DIKLAT PENGELOLA DAKWAH PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH SAMARINDA

Diantara berbagai msalah yang dihadapi dunia tabligh adalah pertama, kenyataan riil bahwa masyarakat mengalami perubahan dan perkembangan secara terus menerus yang membawa dampak positif maupun negatif bagi kehidupan. Konstalasi masyarakat dewasa ini bahkan lebih jauh berkembang menjadi ultra materialistik dan ultra sekuler, yang tidak hanya berhenti pada dataran konsep cara pandang dabn sikap hidup, meliankan telah melahirkan berbagai nilai baru yang merasuk dalam kehidupan masyarakat muslim. Implikasi dari keadaan ini adalahmasyarakat dan umat telah mengalami patologi dalam berbagai aspek kehidupan. Nilai-nilai agama yang telah mapan, perlahan mengalami kemerosotan yang menyebabkan peningkatan kekacauan hidup secara multi dimensi.
Kedua, pada lingkup tabligh sendiri terdapat adanya berbagao keterbatasan (limitation), jika tidak mau disebut sebagai kelemahan (weakness), seputar dana, manajemen, bentuk,metode dan SDM Tabligh. Pada Kenyataannya tidak setiap pengelola, penggerak atau pelaku tabligh mampu mengantisipasi hal tersebut secara tepat dan proporsional. Untuk itu, Muhammadiyah sebagai Gerakan Dakwah Islam Amar Makruf Nahi Mungkar telah menempatkan atabligh sebagai salah satu gerakan utama persyarikatan. Tabligh diharapkan mampu menjaga faham,kepribadian dan cita-cita hidup Muhammadiyah serta mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika ini ditempatkan sebagai perspektif, maka segera tampak bahwa tabligh terlepas dari persoalan yang melingkupinya, dimasa mendatang tetap akan menjadi sibghoh dan tumpuan bagi gerak dinamis persyarikatan. Dari sekian persoalan di atas, nampaknya faktor Kualitas SDM (muballigh) menempati posisi sangat penting. Pandangan ini berangkat dari keyakinan bahwa muballigh merupakan subjek utama dalam tabligh, maka menjadi tumpuan bagi pencapaian keberhasilan fungsi-fungsi tabligh. Dari sini muncul asumsi bahwa kualitas profesional muballigh akan sangat menentuakan kualitas tabligh secara keseluruhan.
Dengan pemikiran di atas maka Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Samarinda menyelenggararan Pendidikan dan Latihan Pegelola Dakwah pada hari Ahad tanggal 24 Shafar 1429H atau 2 Maret 2008M di Gedung UPTD Pustekom Diknas Prop Kalimantan Timur, Jl.Biola Samarinda. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan teoritik dan praktik kepada kader di tingkat cabang sehingga memiliki kompetensi profesional dalam menyelenggarakan dan menangani pengajian, pendidikan dan pelatihan di tingkat msing-masing cabang Muhammadiyah.
Adapun materi yang diberikan adalah Metode pengambilan sumber-sumber rujukan oleh Ir.Ki Soeratman Hadiwijaya; Fiqhud Dakwah oleh Siswanto Soenandar; Gerakan Dakwah Muhammadiyah oleh dr.H.Agus Sukaca,M.Kes; Manajemen Pelatihan oleh Drs.H.M.Haiban; Komunikasi Efektif oleh Zaenal Ilmi,S.Ag,M.Si; dan Sistem Perkaderan Muhammadiyah oleh Amir Hady.

Sabtu, 23 Februari 2008

Din Syamsuddin resmikan Gedung Dakwah PDM Kutai Kartanegara


Dalam kesempatan ceramahnya pada Acara Peresmian Gedung Dakwah PD Muhammadiyah Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur di Tenggarong (21-2-2008), Din Syamsuddin menyampaikan, kenapa Muhammadiyah memiliki amal usaha yang sangat banyak? bahkan oleh pers barat disebut terbesar? Hal itu tidak lain, lanjut beliau di depan Plt.Bupati Kutai Kartanegara, Ketua DPRD Kutai Kartanegara dan Asisten IV Bidang Kesejahteraan Rakyat Setkab Kutai Kartanegara serta hadirin yang lain, adalah karena faham keagamaan warga Muhammadiyah yang mengamalkan “tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah”, demikianlah teologi dan idiologi beramal dalam Muhammadiyah. Artinya semangat memberi, berinfaq, bersedekah lebih diutamakan dan itu diamalkan langsung secara ikhlas oleh warga Muhammadiyah, ungkap beliau. Lebih lanjut menurut Din Syamsuddin, warga Muhammadiyah berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkan iman ke dalam bentuk amal sosial yang nyata, oleh karena itu berdirilah amal usaha Muhammadiyah di mana-mana. Namun sebaliknya, bila Muhammadiyah dibantu oleh pihak lain, baik masyarakat atau pemerintah, baik itu berupa hibah, wakaf atau lainnya, maka dengan penuh amanah akan menjaga dan memelihara bantuan tersebut. Makanya lanjut beliau, semua amal usaha tersebut, bahkan semua aset yang dikelola oleh Muhammadiyah adalah milik persyarikatan, tidak ada milik perorangan.
Sehubungan dengan itu kata beliau, perlunya kita melakukan tahaddud bin ni’mah yaitu memberitakan atau menyampaikan keberadaan amal usaha tersebut kepada khalayak, bukan berarti riya atau sombong, tetapi agar orang lain ikut juga merasakan nikmat yang diterima Muhammadiyah. Dan tahaddud bin ni’mah juga memotivasi warga Muhammadiyah agar tidak berhenti beramal dan senantiasa meningkatkan kualitas amal tersebut.
Dibagian lain, Din Syamsuddin berpesan kepada warga Muhammadiyah khususnya dan Umat Islam pada umumnya untuk menjadi problem solver yang dihadapi oleh bangsa Indonesia, jangan malah menjadi part of the problem (bagian dari masalah), sebagai contoh beliau kemukakan bahwa sekarang ini negara sedang berusaha mengatasi masalah kemiskinan, karena yang miskin itu banyak umat Islam, maka umat Islam menjadi bagian dari masalah, belum menjadi problem solver. Demikin pula dalam masalah kebodohan, umat Islam masih menjadi part of the problem, lanjut beliau.
Pada kesempatan itu, Din Syamsuddin selaku Ketua Umum PP Muhammadiyah bersama Syamsuri Aspar selaku Plt.Bupati Kutai Kartanegara menandatangani Berita Acara Pinjam Pakai Gedung SD Muhammadiyah Tenggarong dari Pemkab Kutai Kartenagara kepada PD Muhammadiyah Kutai Kartanegara.

Sabtu, 15 Desember 2007

Sekarang, jangan nanti...

Saat sholat di masjid tadi, aku melihat seseorang yang sangat susah melakukan gerakan sholat dengan normal, karena menderita sakit strok, umur beliau aku perkirakan lebih kurang 50 tahun, demikian pula dengan sahabat aku yang sudah berumur 80 tahun, karena usia yang ujur, juga mengalami kesulitan sholat, karena lemah juga kadang-kadang sakit, sehingga sering absen sholat jum'at.


 

Catatan tentang hal ini yaitu :

  1. Kita harus dan wajib bersyukur karena masih bisa sholat dengan gerakan yang normal dan masih bisa rutin sholat jum'at
  2. Bahwa mumpung masih sehat dan kuat, manfaatkan setiap detik waktu yang ada untuk sebanyak-banyaknya melakukan amal ibadah (dalam arti yang seluas-luasnya) sebagai bekal menghadapi hari "esok".
  3. Jangan menyia-nyiakan waktu dengan aktifitas yang tidak bermanfaat dan tidak bernilai ibadah, apalagi malah melakukan perbuatan dosa.

Samarinda Kehabisan Bensin



Prihatin memang melihat kondisi sekarang ini, bayangkan saja kota Samarinda bisa kehabisan bensin, yang jadi korban pasti rakyat kecil, kasihan mereka.... sarana transportasi pasti terganggu, berdampak biaya operasional akan meningkat pula, akhirnya harga-harga akan naik lagi....


Beberapa catatan terhadap masalah ini antara lain :
1. Bahwa peningkatan jumlah kendaraan yang menggunakan bensin sangat tinggi, yang namanya kendaraan roda dua sepertinya hampir tiap rumah punya, produksinya meningkat terus tiap tahun, sementara persediaan minyak dunia (di dalam perut bumi) tidak bisa bertambah.
2. Bahwa sikap kita sebagai pengguna kendaraan sangat tidak hemat alias banyak mubajir, tidak efisien dan efektif.


Dari dua catatan di atas, dapat disimpulkan ternyata kita secara tidak sadar masuk perangkap iblis, yaitu berlaku TAKABUR dalam menjalani hidup ini.


(Gambar di atas menunjukkan antrian orang membeli bensin di sebuah spbu di Samarinda)

Selasa, 27 November 2007

Hukum mati efisien ?


Kasus roy marten, sekali lagi menunjukan bahwa hukum yang dibuat oleh manusia sangat tidak bisa dijadikan sebagai jaminan seseorang akan menjadi jera dan tidak akan lagi mengulangi perbuatannya yang salah, bahwa penjara tidak bisa membuat seseorang akan serta merta sadar dan memperbaiki kelakuan seseorang, itulah hukum manusia. Kalau saja perbuatan itu hanya merugikan diri pribadi seseorang, maka itu masih lumayan, akan tetapi bila perbuatan yang diulangi setelah keluar dari penjara itu merugikan orang atau pihak lain, maka hal itu merupakan perbuatan yang sangat melanggar HAM, apalagi seperti kasuh-kasus, pencurian, perampokan, pemerkosaan atau pembunuhan, kalau sampai diulangi setelah keluar dari penjara, maka itu merupakan perbuatan "biadab" yang tidak berprikemanusiaan.


Islam dalam menangani kasus-kasus hukum demikian, sangat tegas, yaitu yang disebut dengan hukum "qisas", artinya setelah melalui proses pengadilan, dan apabila vonis tersebut sudah berkekuatan hukum yang tetap, maka eksekusi "qisas" akan segera dilaksanakan, dan dijamin si terhukum tidak akan bisa lagi mengulangi perbuatan yang sama dikemudian hari. Memang sepertinya (pada pandangan manusia) hukuman tersebut tidak beradab atau melanggar HAM si terhukum, tapi sebenarnyalah, itu semua untuk menjamin ketentraman bagi masyarakat sekitar, karena sang "pembuat onar" sudah tidak mungkin lagi mengulangi perbuatannya kepada orang lain.


Salah satu keuntungan dengan hukuman qisas adalah, Negara tidak mengeluarkan biaya yang besar dengan memberi pelayanan bagi orang yang dipenjara, apalagi dipenjara 15 atau 20 tahun, artinya negara akan mengeluarkan biaya selama 15 atau 20 tahun bagi si terhukum. Coba kita hitung andaikata biaya makan satu orang terhukum satu hari misalnya Rp.5.000, maka selama dihukum 15 tahun, biaya yang dikeluarkan oleh negara sebesar Rp.5.000 x 30 hari x 12 bulan x 15 tahun = 27.000.000, itu baru biaya makan, belum biaya air untuk mandi, listrik, pegawai penjara dan lain-lain. Itu baru satu orang.






Senin, 26 November 2007

dakwah dengan keteladanan

keteladanan adalah merupakan metode dan cara dakwah yang paling utama yang pernah diperagakan oeh Baginda Rasulullah Nabi Muhammad SAW sehingga beliau tampil dengan gemilang membawa risalah Islamiyah di jazirah Arab empat belas abad yang lalu, sehingga generasi beliau di sebut Allah SWT sebagai "Sebaik-baik ummat yang pernah ada diantara manusia", tidak akan pernah ada lagi generasi yang seperti itu, walau bagaimanapun majunya ilmu pengetahuan dan teknologi, walau anggaran belanja dunia ini 10 atau 100 kali lipat dari anggaran belanja dunia sekarang....

Nah... setiap muslim adalah merupakan objek dan subjek dakwah, oleh karena itu berusahaah untuk menjadi tauladan yang utama, dalam bermasyarakat, dalam bertetangga, dalam keluarga, terutama untuk diri sendiri....

Rabu, 21 November 2007

orba lebih "damai"?

kalau menonton berita di tv, sepertinya di indonesia tiada hari tanpa unjuk rasa atau demontrasi atau penertiban yang ujung-ujungnya menimbulkan bentrok dan kekerasan yang ditampakkan. Apakah bangsa ini sudah kehilangan "kelembutannya"? kekerasan dan kekasaran itu diperlihatkan oleh kedua belah pihak, baik yang berunjuk rasa, maupun oleh yang "mengamankan" kegiatan unjuk rasa tersebut.

apakah ini buah dari reformasi?
kita jadi ingat bagaimana suasana dan situasi yang bisa "dikendalikan" pada jaman orde baru, rasanya pengen kembali ke jaman tersebut.....


Yahoo! Answers - Get better answers from someone who knows. Try it now.

Senin, 19 November 2007

Nasib sekolahku.......



Seorang teman menghubungi aku, bahwa seorang guru sma kami dulu mengundang untuk datang ke sekolah, katanya yang diundang sedikit saja, terutama yang bisa dihubungi, dan aku menyanggupi untuk datang bersama istri (sebab istriku juga alumnus sekolah yang sama). Dan malam hari juga aku telah menerima sms undangan tersebut dari teman yang lain.


Alhamdulillah pada hari yang ditentukan kami pun bisa berkumpul di sekolah, hanya sebanyak delapan orang yang bisa hadir, dan guru hanya dua, ditambah kepala sekolah.... singkat kata guru kami tersebut menyampaikan keprihatinan akan kelangsungan sekolah kami yang sudah menurun jumlah siswanya, tahun ini hanya menerima 20 siswa saja. Banyak kendala yang menyebabkan hal tersebut, oleh karena itu setelah diskusi yang berjalan sangat cair, kami bermaksud menyelenggarakan Sarasehan yang berthema Meningkatkan Kualitas Sekolah, pemateri dari pihak sekolah, dari pihak Pembina dan kalau ada dari pihak alumnus yang Insya Allah akan diselenggarakan pada bulan Januari 2008 yang akan datang. Peserta diharapkan dari alumnus sekalian penggalangan dana dan merencanakan pendirian yayasan sebagai wadah para alumnus yang mengusahakan pemberian beasiswa bagi siswa.


Hari berikutnya aku sempat jalan-jalan ke toko buku, terlihat buku Andrea Hirata yang berjudul Laskar Pelangi, sempat membaca bagian awal dari buku itu,,,, aku seperti tersadar, kayaknya nasib sekolahku itu kalau tidak dibenahi dengan benar dan sungguh-sungguh, bisa-bisa sama nasibnya dengan sekolah yang diceritakan dalam novel itu..........

Rabu, 14 November 2007

Melawak dengan mencela

Kalau diperhatikan bahwasanya hiburan di televisi yang berupa lawakan, sangat memprihatinka. Apa sebab? Itu tidak lain karena sangat dipaksakan untuk membuat orang tertawa dengan mencela fisik dan kekurangan orang. Mau bukti? Silahkan lihat bagaimana Tukul dalam acara Empat Mata dihina dan diejek untuk membuat orang ketawa. Namun anehnya itu semua sangat digemari, buktinya ratingnya tinggi, makanya ditayangkan setiap malam........ Begitu pula pada acara-acara hiburan yang dimaksudkan untuk membuat orang tertawa, hampir semua menyuguhkan ejekan dan hinaan kepada orang lain, jadi kita menganggap ejekan dan hinaan itu menjadi bahan tertawaan.....
Marilah kita renungkan firman Allah SWT dalam AL Qur’an pada Surat Al-Humajah (104) ayat 1 : “Kecelakaan besarlah bagi setiap pengumpat lagi pencela

Sabtu, 10 November 2007

belum nyata.......


Barusan bisa sholat lima waktu sudah sudah merasa “banyak” pahala, barusan puasa penuh di bulan ramadhan sudah merasa “banyak” pahala, barusan mengeluarkan zakat, infaq atau sadaqah sudah merasa “banyak” pahala, barusan naik haji sudah merasa mabrur.... akhirnya “sudah merasa cukup” amal ibadah sebagai bekal menghadap Allah SWT. Itulah kebanyakan manusia, akan menganggap dirinya sebagai orang yang ahli ibadah dan yakin dihari akhirat kelak akan masuk surga apabila sudah melaksanakan sholat, puasa, zakat dan haji.
Padahal Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an Surat Ali Imran (3) ayat 142: “Apakah kamu mengira bahwa akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar”.
Dari firman Allah SWT tersebut, jelas ternyata untuk memperoleh karunia Allah SWT berupa surga di akhirat kelak, belum cukup hanya bisa sholat, belum cukup hanya bisa puasa, belum cukup hanya mengeluarkan zakat, infaq dan sadaqah, belum cukup hanya bisa pergi haji..... belum cukup! Apalagi cara sholat, cara puasa, cara zakat, infaq dan sadaqah, serta cara haji, masih belum sesuai dengan “sunnah”? Pasti tidak akan cukup untuk memperoleh surga.....
Nah, yang lebih kebablasan lagi yaitu manusia yang mengaku-ngaku sebagai nabi,... barusan bisa “ngimpi” sudah menganggap sebagai tanda “pengukuhan” sebagai nabi. Atau ketemu “sesosok makhluk”, sudah berani menyatakan telah ditemui malaikat yang memberikan “wahyu”....padahal yang “menemui” itu mungkin saja jin atau setan. Kemudian membuat aturan-aturan ibadah, mengamandemen ketentuan dalam beribadah, bahkan membuat tata cata baru dalam beribadah....
Makanya, belum cukup bagi kita (apalagi hidup di jaman sekarang ini) dalam segala hal, terutama dalam ibadah, apalagi kalau tidak ada semangat dan jiwa jihad fisabilillah pada diri kita untuk meraih ridha Allah SWT, ditambah tidak ada kesabaran. Oleh karena itu jangan pernah ada perasaan cukup dalam beribadah, cukup dalam berzakat, infaq dan sadaqah, cukup dalam menuntut ilmu/belajar, cukup dalam berjihad (jangan-jangan memang tidak jihad), akhirnya untuk menempuh semua itu harus dengan kesabaran. Itulah yang ingin disaksikan oleh Allah SWT dengan “nyata” pada diri kita, kalau sudah nyata, maka kebahagianlah yang akan kita di akhirat kelak yaitu berupa surga.

Selasa, 30 Oktober 2007

minta bantuan, ahli komputer....

alhamdulillah, internet bisa konek lagi di komputerku, sebab beberapa bulan tidak bisa konek dikeranakan rusak saat ada petir, ....... kemudian seminggu terakhir komputer lagi ngadat karena diganggu virus,...... karena bukan ahlinya... ya jadi bingung...... tapi dengan modal nekat, komputer di instal ulang, eh.... ternyata bisa juga baik, walaupun data tidak bisa dibuka...... nah,.... kalau ada teman/sobat yang faham tolong aku dibantu.... bagaimana carac membuka data yang ada di direktori "d".... catatan: kapasitas hardisk 40 gb, pada saat instal dibuat partisi "c" untuk program dan partisi "d" untuk data..... makanya pada saat aku lihat properti, di "d" tersebut masih tersisa 25 % ruang yang tersisa, artinya data ku masih ada kan?..... tapi koq tidak bisa dibuka folder-folder di "d" tersebut?.... please, help me....... thanks

Jumat, 04 Mei 2007

DAFTAR KERUSAKAN AKHLAQ MANUSIA

Kehidupan manusia di dunia sekarang ini sudah “sempurna” kebejatannya, kebobrokannya. Akhlaq manusia sudah banyak yang “rusak”. Beberapa kasus berita telah kita baca dikoran atau saksikan di televisi, terakhir berita seorang ibu yang membakar anak dan dirinya sendiri yang terjadi di Yoqyakarta.
Daftar kezaliman dan kerusakan akhlaq manusia :
1. Hubungan suami isteri sebelum nikah
2. Hidup berumah tangga tanpa nikah
3. Aborsi tanpa alasan syar’i
4. Ibu membunuh bayi yang baru dilahirkannya, karena hamil tanpa nikah
5. Ayah memperkosa anak kandung
6. Anak kandung memperkosa ibu
7. Kakek memperkosa cucu
8. Cucu memperkosa nenek
9. Ibu membunuh anak-anaknya
10. Bunuh diri
11. Membunuh orang tanpa haq
12. Majikan menyiksa pembantu rumah tangga
13. Anak kecil membunuh temannya
14. Perzinahan
15. Dan seterusnya.......
Di samping itu, dalam hidup bergaul dan bermasyarakat juga dapat ditemui orang-orang yang sudah gelap hatinya, dan ini adalah kerusakan akhlaq yang sangat parah, yaitu orang yang sudah tidak bisa lagi membedakan mana yang benar dan mana yang salah, orang yang sudah berbuat baik saja mereka salahkan apalagi orang yang khilap berbuat kesalahan, semakin menjadi-jadi mereka caci-maki. Mereka itu beranggapan bahwa hanya mereka saja yang selalu dan pasti benar, orang lain selalu dan pasti salah. Baik itu dalam berbicara, dalam menyampaikan fikiran maupun dalam bertingkah laku. Contoh yang nyata yaitu, mereka berani meninggalkan sholat, dan mereka merasa enteng saja, menganggap tidak berdosa dan merasa benar dengan tidak sholat tersebut. Sementara temannya yang sholat dianggap mencari perhatian orang dan disebut sok alim. Dalam hubungan sosial memang sering saja kita berdialog, terutama masalah umum dan kerjaan, akan tetapi bila kita mulai mengarahan pembicaraan kepada topik agama, mereka mulai berkelit dengan menyampaikan bahwa hal itu bukan jurusan mereka, bahkan mereka dengan berani menyebutkan bahwa jurusan mereka adalah “jurusan neraka”, walaupun disampaikan sambil guyon dan tertawa.
Menyedihkan dan memprihatinkan.......

Senin, 29 Januari 2007

PELATIHAN PENINGKATAN KUALITAS MUBALIGH MUHAMMADIYAH


Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam amar makruf nahy mungkar, sudah barang tentu memerlukan mubaligh-mubaligh yang selain banyak juga berkualitas dalam rangka menjawab tantangan dakwah masa kini. Untuk mengatasi hal tersebut maka Muhammadiyah perlu melakuan upaya untuk memperbanyak pencetakan mubaligh dan meningkatkan kualitas mubaligh yang ada.

Sehubungan dengan itu, maka diselenggarakanlah Pelatihan Regional Peningkatan Kualitas Mubaligh Muhammadiyah Kalimantan dan Sulawesi di Samarinda, Kalimantan Timur, dengan tujuan pertama untuk meningkatnya mutu dan kompetensi Mubaligh Muhammadiyah dan kedua untuk meningkatnya kuantitas dan kualitas dakwah dalam segala dimensi kehidupan sesuai dengan prinsip gerakan Muhammadiyah

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada hari Jum’at s.d Sabtu tanggal 26 – 27 Januari 2007, bertempat di Balai Pelatihan Teknis Pertanian (BPTP), Sempaja Samarinda ini seyogyanya diikuti juga oleh mubaligh/mubalighot utusan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah seluruh Kalimantan kecuali Kalimantan Barat serta seluruh Sulawesi, tapi karena sesuatu hal, utusan dari PWM dari luar Kalimantan Timur sampai acara penutupan tidak bisa hadir. Kegiatan yang langsung dibina oleh Majlis Tabligh dan Dakwah Khusus PP Muhammadiyah diikuti oleh 40 mubaligh Muhammadiyah dan mubalighot Aiyiyah Kalimantan Timur.

Narasumber dari MTDK PP Muhammadiyah adalah Bapak Sukriyanto AR; Bapak Syamsul Hidayat; Bapak Yusron Asrofie; Bapak Ismail TS dan Bapak Syakir Jamaluddin dengan materi Metode Pengambilan Sumber Rujukan; Kepekaan Mubaligh Muhammadiyah; Strategi Penyampaian Materi; Komunikasi Efektif; Kemampuan mengorganisir, membentuk jamaah dan jaringan; dan diadakan juga workshop.(ay.1)

Sabtu, 30 Desember 2006

apakah sudah berqurban

tadi aku menerima beberapa sms tentang ucapan selamat merayakan idul qurban 1427 hijriyah, sambil menyelipkan do'a "semoga semua pengorbanan" mendapat balasan dari Allah SWT. setelah menerima sms-sms tersebut, aku jagi merenung dan mempertanyakan, sebenarnya apasih yang telah aku korbankan selama ini? apa memang ada pengorbanan tersebut? apa betul yang kita lakukan selama ini bisa disebut sebuah pengorbanan? apa sudah ada pengorbanan untuk negara dan bangsa ? .... apalagi pengorbanan untuk memperjuangkan agama Allah, apa memang ada?.......

Senin, 11 Desember 2006

POLIGAMI HANYA BAGI ORANG YANG BERIMAN

Bagi orang yang beriman (benar-benar iman), tidak ada sedikitpun keraguan untuk menerima dengan sepenuh ketaatan dan keikhlasan atas segala ketentuan yang diberlakukan oleh Allah swt dan Rasulullah saw, terutama ketentuan yang terdapat dalam As Sunnah Maqbullah, apalagi yang terdapat di dalam Al Qur’an.
Begitu pula halnya dengan ketentuan terhadap bolehnya poligami di dalam ajaran Islam, karena sudah dihalalkan oleh Allah swt, maka suka atau tidak suka, kita harus ikhlas menerima apa adanya ketentuan tersebut, kita harus yakin seyakin-yakinnya itu merupakan suatu syariat yang akan membawa kita kepada kebaikan di dunia maupun di akhirat kelak, karena ketentuan itu dibuat oleh Allah swt yang menciptakan manusia, oleh Allah swt yang faham betul tentang sifat dan tabiat manusia yang diciptakannya. Jadi, penerimaan dengan sepenuh hati dan keikhlasan terhadap ketentuan ini atau syariat ini merupakan salah satu tolak ukur keimanan kita terhadap Allah swt.
Namun demikian, untuk mengakomodir “perasaan” (terutama kaum perempuan) yang katakanlah belum bisa pas dengan ketentuan tersebut terdapat beberapa hal yang perlu dikembangkan yaitu;
1. Jangan menyalahkan orang yang melakukan poligami, sebab Allah swt telah menghalalkannya, dan Rasulullah saw dan beberapa sahabat beliau yang dijamin masuk surga juga ada yang melakukannya. Apalagi menyalahkan syariat poligami bahkan menganggap orang yang berpoligami sebagai pelaku kriminal. Bagi kita orang Islam yang mengaku beriman, maka menerima dengan ikhlas ketentuan yang telah dihalalkan oleh Allah swt adalah suatu hal yang sangat mutlak.
2. Bahwasanya praktek poligami yang kita lihat dan saksikan kurang pas dimata kita, bukan berarti bahwa syariat poligami itu menjadi hal yang tidak baik, sebab praktek poligami itu tergantung pada diri pribadi orang yang melakukannya. Kalau orang yang melakukannya adalah suami dan istri-istri, orang-orang yang beriman dan bertaqwa, Insya Allah, praktek poligami di rumah tangga dan keluarga tersebut akan sakinah mawadah warahmah, namun sebaliknya, kalau yang melakukan praktek poligami itu suami dan istri-istri, orang-orang yang lemah iman dan taqwanya, biar tidak poligami pun, rumah tangga dan keluarga tersebut susah dan sulit mendapatkan suasana yang sakinah mawadah warahmah. Oleh karena itu apabila sang suami melakukan tindakan kekerasan kepada istrinya, tidak ada hubungannya dengan poligami, karena banyak juga yang tidak poligami, sang suami melakukan kekerasan terhadap isteri, untuk itu bagi istri yang diperlakukan demikian bisa melaporkan ke polisi, karena hal itu adalah tindakan pidana. Di Negara kita ada KUHP yang mengaturnya.
3. Andaikata hal tersebut terjadi pada diri atau keluarga kita, yakinlah bahwa hal itu merupakan ujian dan cobaan dari Allah swt terhadap kita, yakinlah Allah swt akan menaikan derajat kita dengan ujian dan cobaan itu, kalau kita sabar, kalau kita lulus dengan ujian itu. Sebab hidup di dunia ini hanya sementara dan main-main saja, hanya senda gurau saja, hidup yang kekal abadi adalah yang di akhirat nanti, itu yang sangat perlu kita persiapkan bekalnya dengan sebaik-baiknya, dan sebaik-baik bekal adalah taqwa. 4. Kita tidak boleh menambah-nambah syarat atau ketentuan sebagai mana yang telah ditetapkan oleh Allah swt dan dicontohkan oleh Rasulullah saw, terhadap masalah ini, seperti syarat harus ada ijin dari istri, karena Rasulullah saw tidak pernah minta ijin kepada istri beliau kalau beliau mau nikah lagi, sebab menambah ketentuan seperti itu bisa termasuk bid’ah, bid’ah adalah sesat, sesat itu neraka tempatnya.
Kehidupan keluarga yang bahagia mawadah warahmah tidak ditentukan oleh keluarga yang melakukan monogami atau poligami, tapi oleh kemampuan orang dalam “dzikir” kepada Allah SWT. (QS.Ar Rad (13) ayat 28), ikhlas dan ridha dengan ketentuan agama serta yang mendapat ridha Allah SWT. (QS. Al Bayinah (98) ayat 5 dan 8). Wallahu ‘alam bishawab.

Sabtu, 02 Desember 2006

LARANGAN BAGI YANG AKAN BERQURBAN




Sejak awal bulan Dzulhijjah, orang yang akan berqurban agar tidak memotong kuku dan tidak memotong rambut. Hal ini berdasar hadist nabi : Dari Ummu Salamah, bahwasanya nabi saw bersabda : Jika kamu telah melihat hilal (bulan sabit yang menandakan tanggal 1 bulan (qomariah) bulan Dzulhijjah dan salah seorang diantaramu ingin berqurban, maka hendaklah ia menahan untuk tidak memotong rambut dan kukunya. (HR. Muslim (Shahih, al-Adhahiy:3655,3653,3656), al-Tirmidzi (Sunan, al-Adhahiy:1443), an-Nasaiy (Sunan, al-dhahaya:4285,4286,4288), Abu Dawud(Sunan, al-Dhahaya:2409), Ibn Majah (Sunan, al-Adhahiy:3140,3141), Ahmad ibn Hanbal (Musnad Ahmad, Baqiy Musnad al-Anshar:25269, 25359, 25435), al-Darimiy (Sunan, al-Adhahiy:1865,1866).

Selasa, 28 November 2006

Ustadz Abu Bakar Ba'asyir

Sedang memberikan ceramah

















Mendengarkan ceramah Ustadz Abu Bakar Ba'asyir














Mengherankan......, orang George W.Bush begitu "takut" dengan beliau........

Minggu, 12 November 2006

IDUL FITRI MENYATUKAN HATI, BERGEMBIRA UNTUK RIDHA ALLAH

Pada hari raya Idul Fitri, kaum muslimin bersama-sama bertakbir dan bertahlil untuk mengagungkan dan meng-Esakan Allah SWT, seru sekalian alam. Takbir dan tahlil yang menggema diseluruh penjuru dunia itu diringi dengan kebahagiaan dan kegembiraan bagi kaum muslimin, karena telah menyelesaikan kewajiban berpuasa yang merupakan salah satu dari rukun Islam.
Ada empat hal yang perlu kita renungkan pada suasana Idul fitri ini. Pertama,kita telah melakukan kewajiban berpuasa selama bulan ramadhan. Kedua, dibulan ramadhan, kita sama-sama telah menmperingati turunnya Kita Suci Al Qur,an, yang menjadi pedoman hidup kita. Ketiga, sebelum kita pergi shalat ‘Ied, kita telah menyerahkan zakat fitrah kepada kaum fakir miskin. Ke empat, biasanya setelah itu kita akan mengadakan silaturahim kepada sesame keluarga kerabat, para tetangga dan kepada kaum muslimin lainnya.

Yang pertama kita telah sebulan puasa. Tujuan puasa tidak lain adalah seperti termaktub pada surat Al Baqarah ayat 183 : “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kalian berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang terdahulu, agar kalian meningkatkan ketaqwaan kalian”

Allah SWT telah memerintahkan kepada kita agar supaya kita benar-benar bertaqwa kepada-Nya. Artinya ketaqwaan kita agar kita jalani dan kita mantapkan dengan sungguh-sungguh. Tidak mempermudah dan tidak menganggap enteng dalam bertaqwa kepada Allah SWT.

“Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa” (QS.Ali Imran ayat 102). Ini menunjukkan bahwa ada diantara orang-orang yang walaupun sudah beriman masih juga ditemui taqwanya tidak sebenar-benarnya. Apalagi orang yang tidak beriman, mengaku-ngaku bertaqwa, pasti dusta.

Mengapa Allah SWT memerintahkan kepada orang yang beriman untuk bertaqwa dengan benar-benar? Karena Allah menjamin bahwa orang yang beriman dan benar taqwanya akan memiliki modal yang kuat dalam hidupnya di dunia maupun di akhirat kelak. Hanya orang-orang yang berakal jernih sajalah yang mengerti bahwa modal dan bekal yang paling baik dalam mengarungi hidup ini adalah taqwa kepada Allah SWT.

“Berbekallah kalian semasa hidup kalian, dan sesungguhnya bekal yang paling baik (sempurna) adalah sikap dan perilaku taqwa. Bertaqwalah kepada-Ku, hai orang-orang yang berakal dan berhati jernih. (QS.Al Baqarah ayat 197).

Marilah kita adakan evaluasi terhadap puasa kita, apakah taqwa kita telah meningkat atau belum, terutama pada sikap dan perilaku kita dihari-hari mendatang.

Yang kedua, dalam bulan ramadhan kita memperingati turunnya Al Qur’an. Al Qur’an sudah tidak diragukan lagi menjadi petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. “Inilah kitab (Al Qur’an) yang tidak ada keraguan atasnya, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang taaqwa”. (QS.Al Baqara ayat 2).

Ayat ini menunjukkan bahwa Al Qur’an adalah kitab yang paling benar, yang paling haq, sehingga tidak pantas bila seseorang yang mengaku Islam meragukan kebenarannya, sehingga ada upaya untuk mereduksi apalagi mengamandemen ayat-ayat Al Qur’an, dengan alas an sudah tidak sesuai lagi dengan situasi dan kondisi jaman sekarang. Al Qur’an itu datangnya dari Allah SWT. Tuhan yang tahu betul tentang kelakuan dan tabiat manusia ciptaannya, sehingga dibuatkanlah pedoman yang pasti pas dan cocok untuk manusia itu. Makanya kita pertanyakan keimanan seseorang yang meragukan kemutlakan ayat-ayat Al Qur’an tersebut, bahkan berani mengatakan sudah tidak sesuai lagi dengan Hak Asasi Manusia (HAM), pluralisme dan Gender. Al Qur’an menjadi petunjuk yang paling baik, di antara pedoman hidup yang ada, bagi manusi terutama bagi orang-orang yang taqwa.

Dalam berbagai ayat disebutkan akan kebenaran Al Qur’an, bukti-bukti akan kebenarannya masuk akal dan dapat diterima dengan rasio, dan bahkan meniadakan keraguan, kebimbangan dan syak wasangka. Mari kita perhatikan ayat 88 surat Al Isra : “Katakanlah Muhammad, seandainya jika seluruh manusia dan jin bekerja sama untuk membuat yang serupa dengan (kitab) Al Qur’an, niscaya tidak akan dapat dan tidak akan mampu, sekalipun mereka bekerja sama satu dengan yang lain.”

Masihkan kita meragukan Al Qur’an sebagai petunjuk bagi kita orang-orang yang beriman, yang bertaqwa? Oleh karena itu, jika benar-benar ingin meningkatkan ketaqwaan, maka jadikanlah Al Qur’an sebagai bacaan utama dan pertama bagi kita, tiada hari tanpa membaca Al Qur’an,

Yang ketiga, kita menyerahkan zakat kepada fakir miskin yang ada di sekitar kita atau kepada Badan/Lembaga Amil Zakat. Hal ini merupakan symbol dari salah satu hikmah puasa, yaitu kepedulian kepada nasib kaum dhua’fa. Kepedulian ini hendaknya tidak hanya terjadi sekali saja selama setahun, tetapi seterusnya. Allah SWT mnengancam orang yang menyimpan harta kekayaan dan bersifat bakhil. Surat At Taubah ayat 34: “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak (kekayaan), tetapi tidak mau menafkahkan kepada fakir miskin pada jalan Allah, maka beritahukan kepada mereka bahwa mereka akan mendapatkan siksa yang sangat menyakitkan.

Yang kempat yaitu silaturahim, menyambung tali persaudaraan mengikat kasih saying, dan sekaligus saling berma’afan. Dalam hidup bermasyarakat, memang kita harus rukun antar sesame. Menghindari perbuatan yang menyebabkan perselisihan dan permusuhan serta saling membenci dan dendam. Lebih-lebih persaudaraan antara umat Islam sendiri. Ukhuwah Islamiyah harus semakin erat terjalin.

Rasulullah saw bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan tali persaudaraan”. (HR.Muslim).

Sebagai penutup, marilah kita menyatukan hati, berjuang menegakkan agama Islam dengan gembira dalam rangka meraih ridha Allah SWT. Akhirnya terwujud baldatun thoyibatun wa rabbun ghofur.

Senin, 06 November 2006

Pembangunan Gedung TK ABA 1


“Mari luruskan niat, Ikhlaskan niat, kemudian jangan pernah ada dihati kita, bahwa “karena saya, TK ini berdiri, karena saya bangunan ini bisa terwujud,” karena itu semua bisa membuat kita menjadi musyrik. Demikian pesan-pesan Ustadz Abdul Syukur dalam kultum yang disampaikan pada acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung TK Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA 1) Sidomulyo yang dilaksanakan pada hari ahad tanggal 14 Syawal 1427 H bertepatan dengan tanggal 5 Nopember 2006 M di Desa Sidomulyo Kecamatan Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara.
Peletakan Batu Pertama dilakukan oleh Camat Anggana diikuti oleh Kepala Dinas Cabang Pendidikan Kec.Anggana, Kepala Desa Sidomulyo dan Ketua MUI Kec.Anggana yang didampingi oleh Ketua PD Muhammadiyah Kutai Kartanegara, Ketua PD Aisyiyah Kutai Kartanegara dan Ketua PC Muhammadiyah Kec.Anggana serta Ketua PC Aisyiyah Kec.Anggana.
Pembiayaan pembangunan gedung TK yang terdiri dari dua ruang belajar, satu ruang kantor, satu ruang perlengkaan dan dua buah WC/KM dengan luas bangunan 7,5 M x 20 M ini mendapatkan bantuan dari Pemkab Kutai Kartanegara melalui Program Gerbang Dayaku dan rencananya seluruh pengerjaannya dilakukan dengan gotong royong swadaya warga Muhammadiyah dan masyarakat, demikian disampaikan Munawar selaku Sekretaris PC Muhammadiyah Kec.Anggana.
Ketua PC Aisyiyah Kec.Anggana dalam sambutannya mengharapkan pembangunan gedung ini bisa dipergunakan sebelum tahun ajaran baru 2007 yang akan datang dimulai, sebab TK ABA 1 yang telah memulai proses pembelajaran tahun 2006 ini, tepatnya tanggal 17 Juli 2006, sementara ini menggunakan bangunan yang sudah tua terbuat dari kayu yang terletak satu komplek dengan Masjid Mujahiddin Jl.K.H.A.Dahlan RT.8 Desa Sidomulyo Kec.Anggana Kab.Kutai Kartanegara.
Dalam acara tersebut, berkesempatan pula memberikan sambutan Kepala Desa Sidomulyo, Ketua PD Aisyiyah Kab.Kutai Kartanegara dan diakhiri sambutan Camat Anggana yang mengharapkan agar masyarakat khususnya warga Muhammadiyah senantiasa meningkatkan semangat fastabiqul khairat. Acara yang dihadiri oleh warga Muhammadiyah dan tokoh-tokoh masyarakat tersebut diakhiri dengan acara silaturahim para undangan yang hadir sehubungan masih dalam suasana Idul Fitri.(ay1).

Senin, 23 Oktober 2006

kemenangan atau kekalahan ?


Sejatinya merayakan sebuah kemenangan itu akan menjadi bermakna dan nyata, manakala kita tahu turnamen apa yang diikuti, supaya kita bisa tahu apakah jenisnya perlombaan, pertandingan, atau kontes.... siapa yang dihadapi, ini supaya kita mengukur-ngukur kekuatan dan strategi..... bagaimana peraturannya, ini supaya jalannya turnamen dengan jujur dan adil...... Nah... kalau semua itu sudah difahami, maka kalau kita kalah, kita bisa evaluasi dan introspeksi, sebaliknya bila menang, maka kemenangan itu terasa betul-betul menggembirakan.....

Sehubungan dengan idul fitri ini, mari kita merenung..... betulkah kegembiraan yang kita rayakan ini dalam rangka sebuah kemenangan..... renungkan....kemenangan apa?..... betulkah kita yang bertanding..... jangan-jangan kita hanya penonton belaka..... kalau begitu kita ikut-ikutan aja merayakan kemenangan orang..... kemudian, kalaupun kita yang bertanding,... betulkah kita yang menang?.... jangan-jangan malahan kita yang kalah...... ????

Selamat Idul Fitri 1427 H, taqobbalahu waminna waminkum, maaf lahir bathin....

Sabtu, 16 September 2006

tamu tak diundang

akhir-akhir ini, saya dibuat kesal.... sebab lagi asyik baca artikeldll,.... tahu-tahu dikunjungi oleh "tamu tak diundang".... kalau dulutamunya adalah iklan screen waver,.... kamudian iklan ngajak judi.....yang terkhir "mengerikan" yaitu iklan X file..... mungkin ada teman-teman yang bisa mengatasi "tamu tak diundang" itu supaya tidak datanglagi,... kalau ada tolong diinformasikan caranya, terima kasih.

Sabtu, 09 September 2006

hut anakku qyqy


hari ini tepat anakku yang bernama qyqy berusia tiga tahun menurut perhitungan kalender miladiyah. kemarin dia dibelikan rukuh (mukena),.... waduh.... senang sekali....... lengsung dicoba kenakan...... lucu..... dan cantik..... (jelas aja cantik, khan perempuan,.... kalo pria... pasti gak cantik)..... selain itu qyqy juga mendapat hadiah berupa crayon dan buku gambar.... dan tadi sore dibelikan kue lengkap dengan lilin angka 3.... senang betul..... tapi itu semua dirayakan hanya berempat saja dan di rumah aja..... abah do'akan semoga anakku qyqy menjadi anak yang solehah, bakti kepada orang tua,.... semoga menjadi orang yang cerdas, terampil dan taqwa.... robbana hablana min ajwajina wa jurriyatina qurrota a'yun, waj alna lil muttaqina imama..... amin ya robbal alamin

Minggu, 27 Agustus 2006

Akibat ilmu fiqih dan ilmu akhlaq yang tidak seimbang

Andai saja perkembangan ilmu akhlaq sama pesatnya dengan perkembangan ilmu fiqih, rasanya umat Islam akan berada dalam suasana yang lebih baik dewasa ini. Akibat dari ketidak seimbangan perkembangan tersebut menyebabkan kita umat Islam saat ini sangat sulit bersatu dan maju, oleh karena itu umat Islam senantiasa menjadi “bulan-bulanan” dari kelompok lain, terutama peradaban bangsa barat.

Sebagaimana kita ketahui bahwa di dalam dunia Islam, pesatnya perkembangan ilmu fiqih ditandai dengan banyaknya mahzab yang terbentuk. Bahkan dalam suatu wilayah atau daerah saja kadang-kadang terdapat dua atau lebih mahzab fiqih yang dianut oleh umat Islam. Nah, kalau saja pengetahuan tentang akhlaq yang mengajarkan tentang perlunya rasa toleransi yang tinggi untuk menghargai perbedaan tersebut tidak dimiliki oleh umat Islam maka akan selalu terjadi pertentangan-pertentangan karena perbedaan tersebut.

Ketidak seimbangan tersebut membuat orang selalu merasa paling benar sendiri, untuk itu terjadilah pemaksaan kehendak agar orang lain menyetujui pendapatnya. Kalau orang lain tidak mau menyetujui pendapat kelompoknya, maka terjadilah pemaksaan kehendak, apalagi kelompoknya mayoritas. Disamping itu, kesabaran, keikhlasan, dan rendah hati berada pada posisi yang paling rendah. Sebaliknya kesombongan, keangkuhan, riya, kasar, bahkan sifat zolim berada pada posisi yang sangat tinggi.

Itulah yang kita saksikan dewasa ini, umat Islam sangat mudah terbakar emosinya, marahnya meledak-ledak, apalagi kalau ada yang memprovokasi, akhirnya anarkis dimana-mana......... kemana akal sehat?

Sabtu, 12 Agustus 2006

MENSYUKURI NIKMAT KEMERDEKAAN

Dahulu secara jujur the founding father negeri ini telah menyatakan bahwa kemerdekaan yang diperoleh adalah merupakan “rakhmat Allah SWT”, mereka amat sangat yakin bahwa proklamasi kemerdekaan yang dibacakan oleh proklamator Bung Karno dan Bung Hatta itu terjadi karena anugerah dari Allah SWT. Oleh karena itulah dalam pembukaan Undang Undang Dasar 1945 pada alinea ketiga disebutkan :”Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.”

Namun ternyata, dalam perjalannya selama mengisi kemerdekaan sampai usia yang ke 61 tahun ini, kita bangsa Indonesia rupanyan telah lupa dengan rakhmat Allah SWT tersebut, sehingga kita bangsa Indonesia tidak pandai dan tidak bisa mensyukuri anugerah kemerdekaan tersebut dengan benar dan betul. Oleh karena itu, karena kita tidak pandai bersyukur, tidak betul dalam bersyukur serta tidak benar dalam bersyukur, maka sampai saat ini pula kehidupan berbangsa dan bernegara masih berada dalam keadaan krisis dan terpuruk.

Mari kita evaluasi secara jujur kondisi bangsa kita ini, dimulai di bidang politik, memang sudah ada jaminan kebebasan dalam hal berpolitik, tapi kita kebablasan menyikapi makna kebebasan tersebut, akhirnya hampir sebagian besar proses pemilihan kepala daerah langsung (PILKADA) terlaksana dengan tidak sebagaimana mestinya, terutama tidak adil dan tidak jujur. Kalau proses politik sudah tidak adil dan tidak jujur, maka hasilnya tidak akan berkah lagi.

Di bidang ekonomi, kondisi negara ini lebih sangat menyedihkan lagi, mari kita bayangkan, negeri ini mempunyai sumber daya alam yang sangat melimpah, tapi untuk mengelolanya tergantung dari bangsa lain, bahkan oleh bangsa atau Negara yang dulu di bawah kita atau Negara yang belajar dari kita. Kita penghasil minyak, tapi malah kekurangan minyak. Daratan dan lautan kita luas, tapi tidak bisa dijadikan sebagai tempat untuk bekerja, malah mengirim tenaga kerja (TKI atau TKW) ke luar negeri, yang luas wilayahnya jauh lebih kecil dari Negara kita, karena Negara tidak mampu membuka lapangan kerja.

Secara ekonomi kita sepertinya masih belum merdeka, 61 tahun sudah usia republik ini, tapi kita belum mempunyai sepeda motor merk sendiri, apalagi mobil. Lihat saja di jalan-jalan kendaraan yang lalu-lalang itu merk luar negeri semua, itu menunjukkan bahwa sektor transportasi kita dikuasi oleh Negara lain. Padahal konon kita sudah bisa membuat pesawat terbang, dan itupun perusahaannya bangkrut.

Dibidang sosial budaya lebih memprihatinkan lagi, dimana kita ternyata tidak mampu mempertahankan jatidiri sebagai bangsa yang mempunyai karakter. Semangat kebersamaan dan gotong royong sepertinya sudah berubah menjadi individualis meterialis. Cara hidup orang barat diadopsi tanpa filter sama sekali, terutama cara bergaul dan berbusana. Sementara cara disiplin dan etos kerja mereka tidak dicontoh.

Semangat musyawarah mufakat hampir hilang, yang berkembang adalah sistim voting dan banyak-banyakan dukungan. Padahal sistim voting itu sangat berbahaya, sebab kalau yang banyak mendukung itu adalah para setan, maka yang menang adalah setan.

Dibidang hukum juga menyedihkan, konon kita masih menggunakan produk hukum peninggalan Belanda! Ditambah lagi pelaksanaan hukum itu sendiri belum bisa dikatakan berjakan dengan benar. Berapa banyak pejabat/anak pejabat yang tersangkut kasus narkoba atau kasus hukum lainnya yang tidak bisa diadili.

Dibidang pendidikan para pelajar dan mahasiswa orientasinya hanya mengejar ijazah dan gelar saja, tanpa mempedulikan bagaimana cara memperoleh ijazah atau gelar tersebut. Bahkan ada yang tidak pernah belajar diperguruan tinggi tapi tahu-tahu sudah punya ijazah dan gelar sarjana. Oleh karena itu jangan heran, sekarang ini banyak orang yang mempunyai gelar sarjana s-1 dan s-2.

Dibidang kesehatan, penyakit gizi kurang menunjukkan kelemahan kita, apalagi penyakit rutin yang menimpa bayi dan anak-anak seperti muntaber dan demam berdarah, sepertinya tidak bisa diantisipasi dengan benar.

Dibidang pertahanan dan keamanan kita malu dengan para pahlawan yang telah merebut dan mempertahankan kemerdekaan di awal-awal kemerdekaan dulu. Kenapa malu? Sebab kita tidak bisa menjaga keutuhan NKRI, karena Timor-Timor lepas dari ibu pertiwi, ditambah lagi Sipadan dan Ligitan yang dicaplok Malaysia. Apakah Ambalat akan menyusul lepas juga?

Itulah beberapa evaluasi yang bisa penulis buat, sebenarnya penulis ingin adil dengan menampilkan sisi keberhasilan selama 61 tahun kemerdekaan Republik ini, seperti banyaknya pembangunan jalan, jembatan dan gedung-gedung serta infra struktur lainnya. Tapi pernah dibantah oleh seorang rekan yang mengatakan bahwa : “Siapa saja bisa membangun jalan, jembatan, dan gedung-gedung megah, kalau uangnya banyak, apalagi hasil utang luar negeri yang dibayar 10 tahun mendatang, karena saat itu bukan dia lagi yang memimpin.”

Setelah melihat hasil evaluasi di atas, penulis menyimpulkan bahwa telah terjadi banyak kesalahan dalam mengisi kemerdekaan selama 61 tahun ini. Oleh karena itu, ke depan marilah kita merenungkan kembali makna alinia 3 pada Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 yang berbunyi : ”Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.”

Kesimpulannya, bahwa kemerdekaan yang kita nikmati selama 60 tahun ini adalah atas berkat Allah SWT, yang harus kita syukuri dengan betul dan benar. Sekali lagi, disyukuri dengan betul dan benar. Allah SWT telah berfirman : “Dan ingatlah tatkala Tuhan-Mu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS.Ibrahim(14):7). Kemudian untuk mengisi kemerdekaannya adalah dengan pembangunan yang didorongkan oleh keinginan luhur, yang berorientasi untuk memperoleh dan mempertahankan berkat Allah SWT tersebut, bukan keinginan yang berorientasi pada politik sesaat, apalagi untuk kepentingan pribadi atau kelompok saja.
Dirgahayu 61 tahun Kemerdekaan Indonesia!

Selasa, 25 Juli 2006

AYO, BURUAN………!

Bersegeralah atau cepat-cepatlah, “buruan” demikianlah Allah SWT mengawali firman-Nya sebagaimana tersebut dalam Al Qur’an surat ke 3 ayat 133. Allah SWT yang sangat faham dan mengerti dengan keadaan manusia ingin menunjukkan betapa “sempitnya” keadaan kita manusia, betapa “mendesaknya” situasi, betapa sudah “daruratnya” kehidupan manusia, sehingga kita perlu melakukan tindakan yang segera, tindakan yang cepat atau “buruan”.
Tapi, apa yang harus disegerakan itu ? apa sebenarnya yang diburu itu ?
Di dalam ayat itu juga kita telah diberi informasi oleh Allah SWT untuk segera-sesegera mungkin mencapai ampunan Allah SWT, untuk cepat-cepat mengejar ampunan Allah SWT, untuk buru-buru memperoleh dan mendapatkan ampunan Allah SWT. Apa sebab ? Karena hanya dengan ampuan Allah SWT. kita akan selamat di akhirat kelak, karena hanya dengan ampunan Allah SWT. sajalah kita bisa terhindar dari siksa api neraka jahanam.
Sebagai bahan perbandingan, kita perlu mengetahui dan mengingat bahwasanya Rasulullah Nabi Muhammad saw, seorang manusia yang sempurna dan sebagai makhluk yang paling mulia dijagat raya ini, sebuah insan yang terjaga dari dosa, setiap harinya senantiasa masih saja memohon ampunan kepada Allah SWT, dan menurut riwayat disebutkan bahwa Nabi saw tidak kurang beristighfar sebanyak 70 kali dalam setiap harinya. Dalam riwayat lain, disebutkan bahwa kaki sang Nabi saw sampai bengkak karena terlalu lama melakukan sholat malam. Semua itu dilakukan oleh Rasulullah saw dalam rangka ingin memperoleh dan mendapatkan ampunan dari Allah SWT. Padahal, kita tahu bahwa beliau tidak berdosa, tapi masih saja minta ampun kepada Allah SWT. Subhanallah.
Kata kunci berikutnya dalam firman Allah SWT tersebut adalah surga. Selain kita disuruh untuk mengejar dan mendapatkan ampunan, kita juga disuruh untuk mengejar surga. Hanya saja, kalau kita mau jujur melihat dan berkaca pada diri kita, apakah pantas kita memperoleh surga tersebut? Sudah patutkah kita mengharap surga? Sebab orang yang akan menerima surga-Nya hanyalah orang yang yang taqwa. Sudah bisakah kita disebut orang yang bertaqwa?
Taqwa dapat diartikan sebagai “memelihara atau menjaga”, maksudnya adalah bahwa pada saat manusia dilahirkan, dia dalam keadaan fitrah/suci, maka seharusnyalah pada saat kita kembali kepada Allah SWT juga harus dalam keadaan fitrah atau suci. Jadi kalau kita bisa dan mampu menjaga ke-fitrahan tersebut, berarti barulah kita dikatakan orang yang bertaqwa. Kita ibaratkan, kita meminjam sebuah pisau yang tajam, maka setelah kita gunakan untuk keperluan dan pekerjaan kita dalam waktu tertentu, kita harus mengembalikan kepada orang yang punya pisau tersebut dalam keadaan sebagaimana kita meminjam dahulu itu, dan kita harus bertanggung jawab atas kondisi sebagaimana kita meminjam pisau tersebut yaitu tetap tajam, tetap bersih dan tidak rusak. Demikian juga jiwa kita, sebagaimana kita dilahirkan dalam keadaan fitrah dan suci dari dosa, maka pada saat kembali kelak kepada Allah SWT, jiwa kita harus dalam keadaan fitrah dan suci pula. Nah, kemampuan kita untuk menjaga dan memelihara sikap dan sifat yang fitrah dan suci itulah yang disebut taqwa.
Kenapa harus terburu-buru? Kenapa harus cepat-cepat? Kenapa harus sesegera mungkin kita mencari ampunan dan surga tersebut? Apakah surga dan ampunan itu akan habis tidak tersisa? Apakah kita tidak akan kebagian? Tidak, sekali-kali tidak. Bagi orang yang taqwa, ampunan dan surga Allah SWT itu luasnya seluas-luasnya, ampunan dan surga disediakan seluas langit dan bumi. Ketahuilah bahwa sifat buru-buru dan keadaan yang sangat mendesak tersebut karena kesempatan dan waktu yang kita miliki sangat terbatas, artinya umur atau usia hidup kita ini sangat sempit. Kita tidak tahu kapan kita mati, kita tidak tahu kapan kita akan kembali kepada Allah SWT.
“ Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhan-mu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa “ (QS.Ali Imran (3) ayat 133).

Minggu, 23 Juli 2006

kejutan dari anakku..........

Pada hari ini, aku mendapat kejutan dari anakku yang kecil, umurnya dua buloan lagi tiga tahun, namanya Rezqy Amiria Suryadiena, panggilannya Qyqy. Ceritanya begini…..Sewaktu sore tadi dia mandi di kamar mandi, biasa memang dia ngoceh atau menyanyi-nyanyi, seperti lagu anak-anak seperti cicak-cicak di dinding dan lagu lain yang sejenis,…. Aku biasa saja,…. Tapi menjadi kaget karena setelah selesai nyanyi dia membaca surat Al fatihah….. senang dia bisa menghafal surat tersebut, tapi kaget juga kenapa membacanya di kamar mandi….. tapi biarlah dulu,…. Karena dia lagi senang –senangnya bermain…. Nanti pelan-pelan dikasih tahu, supaya jangan lagi membaca ayat-ayat suci Al Qur’an di kamar mandi….. Alhamdulilah, Qyqy…. Abah mengucapkan selamat hari anak….. …..ya Allah, tolong jaga dan bimbing anak-anak keturunanku, agar senantiasa berada pada jalan-MU,…. Amin ya robbal alamin….

Selasa, 18 Juli 2006

miss universe 2006, dari indonesia?

menurut perhitungan saya, nadine bisa dinobatkan menjadi miss universe tahun 2006, karena untuk "mengolok-olok" masyarakat indonesia yang mayoritas beragama islam. "mereka" mempunyai banyak cara untuk membuat opini yang menyesatkan menjadi sepertinya tidak menyesatkan, nilai-nilai akhlaq dibenturkan dengan seni dan budaya (katanya), bahkan aqidah diadu dengan pariwisata. katanya pula supaya indonesia lebih dikenal di dunia internasional, melalui miss universe, padahal indonesia tanpa itupun sudah dikenal dunia, karena masuk 10 besar negara paling korupsi, 10 besar negara produsen ekstasi/narkoba, 10 besar sebagai negara tujuan produk pornografi, negara terbesar yang paling banyak memusnahkan minuman keras, negara yang hutannya paling banyak rusak, negara pengekspor asap paling banyak, dan terakhir negara paling banyak menghadapi bencana alam.... makanya, "selamat" untuk nadine, kelihatannya anda berpeluang besar menjadi miss universe 2006......

Sabtu, 08 Juli 2006

mengikuti nabi

Setiap orang yang beriman akan sangat mendambakan cinta dari Allah SWT. Setiap orang yang beriman akan sangat merindukan ampunan dari Allah SWT atas dosa-dosanya. Mengapa kedua hal tersebut sangat didambakan dan dirindukan oleh setiap orang yang mengaku beriman? Hal itu tidak lain dikarenakan hanya dengan cinta Allah SWT dan ampunan Allah SWT hidup manusia akan selamat dunia dan akhirat. Hanya dengan cinta dan ampunan Allah SWT hidup manusia akan berada dalam ketentraman dan kebahagiaan lahir dan bathin yang hakiki.
Orang yang dicintai dan diampuni oleh Allah SWT adalah orang yang selalu ingat kepada Allah SWT. Logikanya, bagaimana bisa dicintai oleh Allah SWT kalau dia tidak ingat dengan Allah SWT? Bagaimana dia bisa diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT kalau dia tidak ingat kepada Allah SWT? Sekali lagi, bahwa orang tidak akan bisa hidup dengan tenteram, bahagia dan sejahtera lahir bathin kalau tidak ingat kepada Allah SWT. Hanya dengan ingat kepada Allah SWT “satu-satunya” jalan supaya hidup bisa tenang-tentram. “Alaa bi dzikrillahi tathmainul quluub” (QS Ar Rad (13):28).
Supaya bisa selalu ingat kepada Allah SWT maka kita harus mencintai Allah SWT. Cinta yang sebenar-benarnya. Inilah masalahnya, yaitu apakah selama ini kita sudah benar-benar mencintai Allah SWT? Apakah tingkah laku kita selama ini sudah mencerminkan tanda cinta kepada Allah SWT? Apakah selama ini cara bekerja dalam rangka mencari nafkah untuk hidup ini sudah memperlihatkan tanda cinta kepada Allah SWT? Apakah cara beribadah kita selama ini sudah sesuai dengan tanda cinta kepada Allah SWT?
Kalau kita sudah bisa dengan jujur mempertanyakan itu semua kepada diri kita sendiri, maka Allah SWT memberikan informasi tentang bagaimana cara mencintai Allah SWT. Mari kita renungkan firman Allah SWT dalam surat Ali Imran (3) ayat 31, Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai (mengasihi) dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Dari firman Allah SWT tersebut dapat diperoleh bahwa seseorang baru bisa dikatakan mencintai Allah SWT bila mengikuti (ittiba) kepada Nabi Muhammad saw. Apa yang diikuti dari Nabi Muhammad saw? Yaitu cara bertingkah laku, cara bekerja, cara beribadah Rasulullah saw yang harus kita ikuti dan kita contoh, supaya kita dikatakan mencintai Allah SWT dengan sebenar-benarnya. Silahkan baca informasi Allah SWT dalam Al Qur’an Surat Al Ahzab (16) ayat 21 : Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu contoh yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari akhirat dan dia banyak mengingat Allah.
Dari ayat di atas lebih jelas lagi bahwa contoh perilaku hidup yang baik itu hanya ada pada diri Nabi Muhammad saw. Makanya mengikuti (ittiba) kepada beliau akan menjadi tanda bahwa kita benar-benar mencintai Allah SWT. Oleh karena itu bagi orang Islam, kalau ingin dicintai oleh Allah SWT maka dia harus benar-benar mencintai Allah SWT, tanda bahwa dia benar-benar mencintai Allah SWT dia harus mengikuti (ittiba) kepada Rasulullah, untuk itu dia harus beraqidah, berakhlaq, beribadah dan bermuamalat duniawiyah dengan mencontoh kepada Nabi Muhammad saw dalam aqidah, akhlaq, ibadah dan muamalah duniawiyah.

Sabtu, 24 Juni 2006

penyimpangan dalam beragama

Terdapat beberapa hal yang menyebabkan seseorang menjadi menyimpang dalam beragama, yaitu :
1. Memperturutkan Hawa Nafsu
Allah SWT, Tuhan yang tahu betul tentang sifat dan tabiat kita sebagai manusia, telah menginformasikan kepada kita bahwasanya akan ada orang yang akan menjadikan hawa nafsu sebagai tuhan. Akan ada orang yang saat hidupnya hanya digunakan untuk mengejar kesenangan saja. Akan ada orang yang dalam mengisi hidup, hanya memperturutkan hawa nafsu.

Orangnya giat bekerja untuk mencari uang, oleh karena itu mempunyai penghasilan yang relatif cukup tinggi, tapi semuanya digunakan untuk bersenang-senang saja, seperti makan-minum sepuasnya, beli pakaian setiap bulan sekali, belanja di mall atau toko swalayan setiap minggu. Bersenang-senang dan menyanyi di café atau karaoke setiap malam. Pendek kata setiap hari setelah bekerja, sisa waktu sebelum tertidur malam dipergunakan untuk mencari kepuasan. Orang-orang seperti ini mempunyai prinsif yang penting happy yang penting enjoy.
Pola dan gaya hidup yang hanya mengejar kesenangan demikian disebut dengan gaya hidup hedonistik. Dalam Islam bisa kita sebut dengan pola atau gaya hidup hanya memperturutkan hawa nafsu saja.

Untuk itu mari kita perhatikan firman Allah SWT dalam Al Qur’an surah Al-Jatsiyah ayat 23:

“Maka pernahkan kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?.”

Dari ayat tersebut, bagi orang-orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan alias bagi orang yang selalu memperturutkan hawa nafsu akan menjadi orang yang sesat, pendengaran dan hatinya akan dikunci mati oleh Allh SWT, makanya akan sulit untuk diingatkan atau dinasehati, penglihatannya ditutup, sehingga sulit untuk melihat dan membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana halal mana yang haram.
Kalau hari jum’at, kadang orang tersebut ikut juga sholat jum’at berjamaah, tapi nasehat atau tausiah dari khatib yang sedang berkhutbah, hanya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Dalam acara peringatan hari besar agama seperti peringatan Isra Mi’raj, atau peringatan Maulid, atau peringatan tahun baru Islam, orang-orang ini juga hadir, karena diundang oleh panitia, tapi sekali lagi, tausiah dan nasehat dari para penceramah yang menguraikan hikmah peringatan tersebut hanya menjadi angin lalu saja, tidak membekas di hati sanubari mereka, karena pendengaran, hati dan penglihatan mereka telah ditutup dan kunci mati oleh Allah SWT.

2. Terlalu Berlebihan Mencintai Harta
Sikap manusia yang terlalu berlebihan dalam mencintai harta sangat dikecam oleh Allah SWT dan Rasulullah saw. Sikap yang sering disebut sebagai materialistic ini adalah hidupnya selalu diukur dengan berapa banyak orang mempunyai harta. Semua aktifitasnya selalu ditakar apakah menghasilkan uang atau tidak. Semua kegiatannya diukur apakah bisa menambah harta atau tidak.

Silahkan buka Al Qur’an Al Karim, dan mari kita perhatikan Surah Ali Imran ayat 14-15 :

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan (kendaraan) binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). Katakanlah: Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?. Untuk orang-orang yang bertaqwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan, serta keridhoan Allah: Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya”.

Memang Allah SWT menjadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, seperti wanita, anak-anak, harta yang banyak, emas permata, kendaraan, bisnis yang berhasil, sebab itulah kesenangan hidup di dunia, tetapi Allah SWT telah mengabarkan juga ada yang lebih baik dari itu, yaitu surga, dan surga itu hanya disediakan bagi orang-orang yang taqwa dan diridhoi Allah SWT.

3. Terlalu Berlebihan Mencitai Dunia
Mencintai kehidupan dunia melebihi akhirat.membuat manusia menjadi celaka dan akan mendapat siksa yang sangat pedih, mari kita perhatikan Al Qur’an Surah Ibrahim ayat 2-3:

“Allah yang memiliki segala apa yang di langit dan di bumi. Dan celakalah bagi orang-orang kafir karena siksaan yang sangat pedih. Yaitu orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia dari pada kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.”
Dari ayat di atas sudah jelas bahwa, manusia akan berada dalam kesesatan yang jauh.

4. Segala macam bentuk kemusyrikan. Al Qur’an surah An-Nissa ayat 48

“ Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa besar.”

5. Segala macam bentuk bid’ah. Sabda Rasulullah saw :

“Aisyah berkata bahwa Rasulullah saw telah bersabda: Barangsiapa mengerjakan suatu amal yang bukan berdasar perintah kami, ia ditolak” (HR Muslim, Shahih Muslim, Kitab al-Uqdhiyah, no.3243).

“Dari Jabir ibn Abdullah bahwa Rasulullah saw bersabda, Amma ba’du, sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah firman Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad saw. Sejelek-jelek masalah adalah yang dibuat-buat (muhdatsat), dan setiap yang dibuat-buat (bid’ah) adalah sesat” (HR Muslim, Shahih Muslim, kitab al-Jum’ah, no.1435). Dalam matan an-Nasaiy ada tambahan “Dan setiap yang sesat berada di dalam neraka” (Sunan an-Nasaiy, Shalat Al-‘Idain, no.1560).

Selasa, 06 Juni 2006

gempa yogya dan aqidah umat Islam

Dalam sebuah perbincangan di kantor mengenai bencana gempa diYogjakatra, terbentuk sebuah opini bahwa kejadian tersebut disebabkanoleh "marahnya" penguasa laut selatan, karena Sultan Yogja sudah tidakmengadakan persembahan lagi.

Sangat memperihatinkan opini tersebut, sebab di jaman seperti initernyata masih kita temui bahwa aqidah umat Islam masih sangat sangatmenyedihkan. Ini menunjukkan pula bagaimana pemahaman keagamaanmasyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam sangat rendah.

Wahai para da'i dan mubaligh! tugas anda semakin berat......, teruslahberjuang......!